Copyright 2011 SejahteraFM

Buku Tamu Keluarga Sejahtera

Waktu Keluarga Sejahtera

Copyright SEJAHTERAFM 2011. Diberdayakan oleh Blogger.

Menikmati Wana Wisata Coban Kethak

Penasaran ingin menikmati air terjun di lembah kera? Temukan nuansa itu hanya di Coban Kethak yang terletak di Desa Pait, Kecamatan Kasembon. Air terjun di areal hutan lindung BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Ngantang yang pernah menjadi tempat persembunyian kera ini menjadi salah satu pilihan tepat untuk menikmati pemandangan air terjun.

Tak jauh dari perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri terdapat sebuah air terjun bernama Coban Kethak. Berada di antara rerimbunan perkebunan durian dan hutan kawasan Desa Pait, Kecamatan Kasembon yang berhawa sejuk.
Nama Coban Kethak mungkin belum pernah Ngalamers dengar sebelumnya. Meskipun sering bepergian ke arah Kediri atau Jombang. Lokasinya yang cukup strategis di tepi Jalan Utama Malang - Kediri (kiri jalan dari arah Kediri) membuat kawasan wisata yang baru dibuka beberapa minggu ini sangat potensial untuk dikembangkan.

Air terjun dari ketinggian 25 meter ini menyuguhkan keindahan panorama alam yang sangat menawan. Deburan air terjun yang membelah tebing ini memecah kesunyian hutan belantara di kawasan ini.
Tidak hanya terdengar keras, aliran arus Coban Kethak juga terlihat begitu kencang. Bak seorang pelari yang mendengar peluit, langsung tancap gas.
Coban Kethak berlari kencang meliuk di antara bebatuan kali. Buih-buih dari aliran ini seperti ribuan pelari yang berkejaran.

Wisata Coban Kethak belum resmi dibuka. Untuk sementara Keluarga Sejahtera hanya dipungut Rp.3.000,- untuk biaya parkir. Belum ada tiket resmi yang dikeluarkan oleh pengelola.

Dari area parkir yang berada agak menjorok di samping jalan raya, jalan menuju air terjun bisa ditempuh kurang lebih 3 menit. Rutenya memang agak curam , meski sudah ditata dan dikeraskan dengan bebatuan, tetap dibutuhkan kehati-hatian. Berada di bawah pepohonan durian juga terdapat beberapa gazebo untuk beristirahat.

Di ujung jalan bebatuan yang tertata rapi, Keluarga Sejahtera akan disambut oleh sebuah bangunan permanen mirip panggung terbuka yang (sementara) beralaskan bambu tepat di atas aliran sungai, sekitar 30 meter dari air terjun. Cukup luas untuk digunakan berfoto atapun mengamati air terjun dari sudut pandang yang bagus.



Menurut seorang penjaga Coban Kethak, Zainal Abidin, nantinya oleh pihak pengelola, aliran air yang melalui Coban Kethak akan dibuatkan saluran tersendiri dari sumber air yang bersih. "Kali Lanang saat ini terkadang masih digunakan masyarakat untuk membuang limbah dari ternak. Selain itu ketika di hulu hujan, airnya bisa cukup besar dan terkadang membawa material kayu" katanya.

Ditambahkan Zainal, masih banyak hal yang akan ditambah oleh pengelola, seperti akses listrik, perbaikan jalan menuju coban, serta penyempurnaan area parkir. Pembangunan area wisata Coban Kethak ini diprakarsai oleh seorang pengusaha lokal Kasembon yang bekerjasama dengan pihak Perhutani.

eorang penjaga loket lainnya, Rizal juga mengungkapkan hal serupa, "Untuk sementara saat ini belum ada tiket masuk resmi, kami hanya menjaga parkir pengunjung," ungkapnya. Untuk saat ini wisata Coban Kethak dibuka dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 WIB.


Nama:
  • Wana Wisata Coban Kethak
Wilayah:
  • Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang
Fasilitas (sementara):
  • Area Parkir, gazebo, pos pantau, ruang bilas, kamar mandi
Akses:
  • 15 - 20 menit dari perbatasan Kabupaten Kediri (Kecamatan Kandangan).
  • 1 jam dari Kota Batu. (Kendaraan pribadi)
  • Kendaraan Umum (Bus Malang - Kediri - Jombang) turun di depan gerbang masuk.
  • Kendaraan Pribadi ( Roda 4 & 2)
Perjalanan yang singkat ini juga cukup menyenangkan. Tinggal menyisiri kawasan hutan lindung yang dipenuhi beragam tanaman rimba. Di sela-sela tanaman rimba ini terselip sejumlah tanaman buah. Di antaranya alpukat, durian, hingga tanaman salak. Selain itu, juga terdapat cukup banyak tanaman kopi.

Air terjun yang mudah dijangkau tidak saja didapati di Coban Kethak. Tapi, juga bisa ditemui di Grojogan Sewu. Air terjun di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon itu berada di areal hutan lindung BKPH Ngantang. Keberadaannya juga sangat dekat dengan jalan raya. Hanya berjarak setengah kilometer dari jalan raya.
Kedua coban yang mudah dijangkau dari jalan raya ini, terletak berjauhan. Keduanya berjarak sekitar 12 kilometer. Dari arah Kasembon, Coban Kethak terletak di sisi kiri jalan. Sedangkan, Grojogan Sewu terletak di sisi kanan jalan.

Bedanya dengan Coban Kethak, Grojogan Sewu terlihat dari jalan raya. Pengguna jalan raya yang melintasi kawasan jalan raya inipun bisa memandanginya dari pinggir jalan. Namun, memandanginya dari jarak dekat, jauh lebih menyenangkan.

Air terjun yang menyembul di antara tebing ini, terlihat seperti mengucur dari bawah pohon. Tepat di atas aliran air ini berdiri kokoh pohon besar jenis bendo. Di sekeling tanaman bendo juga dipadati tanaman bambu. Air yang terjun meliuk-liuk di antara bebatuan dan bercampur dengan Sungai Konto.

Kebijakan Jalur Satu Arah Membuat Jalur Angkot Berubah

Pemberlakuan jalur satu arah di Jalan Semeru dan Jalan Kawi akhir Agustus ini oleh Pemkot Malang dilakukan tidak setengah-setengah, karena untuk merealisasikannya ada 7 jalur angkot yang akan di rubah. Dishub mencatat,  jalur mikrolet yang terancam dialihkan adalah
  • LDG (Landungsari-Dinoyo-Hamid Rusdi)
  • ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari)
  • LG (Landungsari-Hamid Rusdi lewat Jalan Bendungan Sutami)
  • LG (Hamid Rusdi-Landungsari lewat Janti)
  • AL (Arjosari-Landungsari)
  • MM (Madyopuro-Mulyorejo)
  • AT (Arjosari-Tidar)
Saat ini, dishub sudah menyiapkan jalur alternatif yang bakal jadi rute pengalihan. Mikrolet jalur LDG misalnya, selama ini melintasi jalan KH Hasyim Ashari, Jalan Kawi, Jalan Bromo, Jalan Buring, dan Jalan Merbabu. Tapi setelah uji coba jalur satu arah, mikrolet dari Jalan KH Hasyim Ashari dialihkan lewat Jalan AR Hakim, Jalan Basuki Rahmad, Jalan Semeru, Jalan Arjuna, IKIP Budi Utomo, hingga Jalan Bromo.

Kepala Dishub Kota Malang Wahyu Setyanto mengatakan, pihaknya sudah berkomitmen menerapkan jalur satu arah penuh walaupun ada penolakan dari sopir angkot. Artinya, seluruh kendaraan yang melintasi sepanjang Jalan Kawi dan Jalan Semeru wajib menaati satu arah. Tidak ada jalur khusus mikrolet seperti penerapan jalur satu arah di lingkar UB (Jalan Mayjend Panjaitan, Jalan Sumbersari, Jalan MT Haryono). ”Kami terapkan jalur satu arah penuh. Jalur mikrolet akan kita alihkan,” ujar Wahyu.

Dia akan memberikan pemahaman kepada paguyuban sopir mikrolet. Wahyu menargetkan, sebelum uji coba satu arah, koordinasi bersama paguyuban sopir mikrolet di tujuh jalur sudah tuntas. ”Secepatnya kami undang. Sekalian sosialisasi,” ungkapnya

Ketua Paguyuban Jalur ADL Arifin Sarido mengatakan, hingga kini, pihaknya belum diundang dishub untuk berkoordinasi. Selama ini, Sarido bersikukuh menolak jalur satu arah. Tapi untuk mengambil sikap menghadapi rencana uji coba jalur satu arah, Sarido akan berkoordinasi lagi bersama paguyuban sopir mikrolet lainnya. ”Kami belum tahu langkah yang akan diambil seperti apa. Kumpul-kumpul dulu lah sama ketua jalur,” ujar Sarido.

Meski belum mengambil sikap, Sarido mengatakan, kebijakan jalur satu arah di Jalan Semeru dan Jalan Kawi merugikan sopir mikrolet. Dia yakin, jika sudah dialihkan jalurnya, penumpang angkota bakal menyusut.

Sumber : http://halomalang.com/news/demi-jalur-satu-arah-tujuh-jalur-angkota-diubah

Akhirnya Warga Penanggungan Menyetujui Satu Arah 24 Jam Penuh




SURYA Online, MALANG – Warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, akhirnya setuju dengan penerapan jalur satu arah di Jalan DI Panjaitan, Jalan Gajayana, dan Jalan MT Haryono, penuh selama 24 jam. Tetapi, warga meminta ke Pemkot Malang agar membenahi sarana dan prasana di lokasi tersebut.
Koordinator warga Penanggungan, Very Al Khafi, mengatakan, warga sudah melepas spanduk penokan pemberlakuan jalur satu arah di kawasan tersebut. Menurutnya, setelah dipertimbangkan, warga memilih agar pemberlakukan satu arah bisa penuh selama 24 jam, dari pada harus ada pelebaran jalan.
Menurutnya, jika memilih pelabaran jalan dampak yang diterima warga lebih besar. Bangunan milik warga akan terkena gusur untuk proses pelebaran jalan tersebut. Cara yang mudah hanya dengan penerapan jalur satu arah di kawasan tersebut.
“Warga sempat rapat dengan RT, RW, dan Camat. Solusi dari Pemkot hanya ada dua, yaitu satu arah atau pelebaran jalan. Kalau pelebaran jalan resikonya lebih besar. Akhirnya warga memilih penerapan satu arah penuh. Warga sudah melepasi spanduk penolakan satu arah di Jalan DI Panjaitan,” katanya, Minggu (6/4/2014).
Dikatakannya, warga meminta Pemkot Malang untuk segera memperbaiki sarana dan prasarana di lokasi tersebut. Warga menginginkan agar jalan di lokasi itu dihotmix. Warga juga meminta agar Pemkot menambah rambu-rambu lalu lintas di lokasi itu. Terutama rambu-rambu untuk penyeberangan.
“Kami akan bertemu dengan Wali Kota Malang, M Anton dulu untuk menyampaikan keinginan warga. Kami lihat dulu keputusan wali kota seperti apa. Kalau warga sudah sepakat penerapan jalur satu arah penuh, asalkan ada perbaikan sarana dan prasaran,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan, warga di sekitar penerapan jalur satu arah memang sudah setuju dengan pemberlakukan jalur satu arah penuh selama 24 jam. Namun, ia tetap akan menyosialisasikan program itu ke warga dan paguyuban mikrolet. “Segera akan kami sosialisasikan ke warga dan paguyuban angkutan,” katanya.
Wali Kota Malang, M Anton, mengatakan sudah menerima kabar langsung dari warga soal tersebut. Ia berjanji akan segera memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di kawasan tersebut. “Alhamdulillah, akhirnya warga mendukung program jalur satu arah. Warga meminta agar Pemkot segera memperbaiki jalan dan menambah rambu-rambu lalu lintas di lokasi. Secepatnya akan kami realisasikan,” katanya.
Perlu diketahui, penerapan jalur satu arah di Jalan DI Panjaitan, Jalan Gajayan, dan Jalan MT Haryono, sempat ditolak warga. Warga menganggap, pemberlakukan jalur satu arah menyebabkan usaha mereka mati. Karena mendapat penolakan, Pemkot memberlakukan jalur satu arah dengan sistem buka tutup.
Penerapan satu arah hanya diberlakukan mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00. Mulai pukul 18.00 sampai pukul 07.00, jalur di kawasan tersebut kembali dua arah. Penerpaan jalur satu arah hanya untuk kendaraan pribadi saja. Sedangkan, angkutan umum tetap bisa melintas dua arah dengan jalur khusus.

HUT Kota Malang 1 Abad




JADWAL ACARA 1 ABAD KOTA MALANG (1 April 1914 – 1 April 2014) 

“Malang Nominovr, SursumMoveor” (Malang Namaku, Maju Tujuanku”)

# Upacara Bendera di Balaikota Malang (1 April 2014 jam 08.00)

# Pesta Rakyat HUT Satu Abad Kota Malang di Bundaran Tugu kota Malang (27 April 2014 jam 18.00)

# Car Free Day Baju Tempo Doeloe (13, 20 & 27 April 2014 di Jalan Ijen Boulevard kota Malang jam          06.00)

# Hobbies and Food Festival (18,19 & 20 April 2014 di Taman Krida Jawa Timur)

# Gowes (jalan sehat) 100 tahun kota Malang (Minggu 20 April 2015 jam 06.00 start depan Kantor  Telkomsel- Finis Matos)

# Ketoprak (23 April 2014 jam 19.00 di Gedung Kesenian Gajayana)

# Ludruk Jula Juli (24 April 2014 jam 10.00 di Gedung Kesenian Gajayana)

# Kejurda Tinju Am-Pro Walikota Cup HUT ke-100 kota Malang (Malang Super Fight XVIII, 24-27 April  2014jam 19.00 di halaman Balaikota Malang)

# Pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri Regional (24-27 April 2014 di Lapangan Rampal kota  Malang)

# Festival Makanan Khas Malang (27 April 2014 jam 08.00-11.00 di Jalan Gajah Mada kota Malang)

# Malang Flower Carnival (27 April 2014 jam 13.00-16.00 di sepanjang Jalan Simpang Balapan-Jalan Ijen)

# Marathon Internasional 42.195 Km dan 10 K (4 Mei 2014 jam 05.30, start & finish di Lapangan  Rampalkota Malang)

UMR Jawa Timur Di SAHKAN



Surabaya -- Setelah pada pagi hari mengumpulkan seluruh bupati/walikota, Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, Rabu (20/11/2013) petang, akhirnya menandatangani Peraturan Gubernur nomor 78 tahun 2013 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2014.

Dalam pergub itu, dari 38 kabupaten/kota, lima daerah terpaksa diubah oleh Soekarwo. Lima daerah itu adalah Surabaya yang usulannya adalah Rp2.863.000 diubah oleh Soekarwo menjadi Rp2,2 Juta.

Selain itu juga Gresik yang usulannya adalah Rp2.376.918 diubah menjadi Rp2.195.000; kemudian Sidoarjo yang awalnya Rp2.348.000 dan Pasuruan sebesar Rp2.311.689, saat ini diubah menjadi Rp2.190.000; dan Kabupaten Mojokerto yang awalnya Rp2.426.000 diubah menjadi Rp2.050.000.

"UMK kali ini adalah angka tengah, selain usulan dari bupati/walikota juga kita pertimbangkan masukan dari akademisi yang menghitung langsung nilanya," kata Soekarwo.

Yang pasti, dalam UMK kali ini, Soekarwo mengatakan telah mengangkat enam daerah yang awalnya memiliki nilai UMK dibawah Rp1.000.000, saat ini sudah dinaikkan menjadi Rp1.000.000. Enam daerah itu adalah Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Pacitan dan Magetan.

Rekayasa Lalu-Lintas Berlaku Hari Ini 06 November 2013


Malang, Sekitar 100 petugas gabungan Polisi, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan melakukan apel persiapan pengawalan pemberlakukan uji coba jalur satu arah dipimpin Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Erwin Arasgenda di Halaman Polsek Lowokwaru, Selasa (5/11/2013).

Erwin menjelaskan, pos pertama di pertigaan Dinoyo, pos kedua di Jembatan Soekarno-Hatta, pos ketiga di pertigaan Jalan Bogor-Jalan Panjaitan, pos keempat di perempatan Jalan Bandung, pos kelima di perempatan Jalan Bogor, pos keenam di perempatan ITN dan pos ketujuh di Sardo. “Ketujuh titik tersebut menjadi simpul lalu lintas di sepanjang jalur satu arah. Karena itu butuh penjagaan ekstra dari petugas,” ujar Erwin.

Rencananya petugas gabungan ini sudah ada di posnya Rabu (6/11/2013) pukul 05.30 WIB dan akan melakukan apel di pos masing-masing hingga pukul 05.45 WIB. Pukul 06.00 WIB, jalur satu arah mulai diberlakukan. “Tepat pukul 06.00 WIB semua petugas gabungan akan turun ke jalan. Mereka memastikan jalur satu arah tersebut dilaksanakan,” tambah Erwin.

Meski masih masa uji coba selama satu bulan, penerapan jalur satu arah ini sudah serius dilaksanakan. Petugas gabungan nantinya ada yang melakukan operasi rutin dan menertibkan setiap pelanggaran rekayasa lalu lintas baru.

Bukan saja kendaraan yang tidak patuh jalur satu arah, kendaraan yang parkir sembarangan juga langsung ditilang. Demikian juga pedagang kaki lima yang berjualan dan mengganggu jalur satu arah, langsung ditindak dan akan diangkut oleh Satpol PP.

“Itulah kenapa ada petugas gabungan, termasuk Polisi Militer. Setiap ada pelanggaran dari instansi mana saja, ada yang kebagian menindak,” tegas Erwin.
Petugas gabungan bertugas dalam tiga shif,  pukul 05.30 WIB sampai pukul 21.00 WIB, atau jika diperpanjang hingga 22.00 WIB. Meski demikian jalur satu arah berlaku selama 24 jam.

Di pertigaan Dinoyo, kendaraan dari arah Batu tidak bisa belok ke kanan ke arah Sumbersari. Arus kendaraan diarahkan lurus ke Jalan MT Haryono. Jalan Sumbersari hingga Jalan Gajayana akan diberlakukan satu arah.

Dari Jalan MT Haryono kendaraan bisa belok ke kanan ke Jalan Soekarno-Hatta, atau lurus ke Jalan Mayjen DI Panjaitan. Sementara dari arah Soehat, kendaraan hanya bisa belok ke kiri ke Jalan DI Panjaitan. Jalan DI Panjaitan akan dibuat satu arah. Kendaraan yang akan ke Batu harus memutar ke Jalan Veteran.

Sementara di Jalan Soehat yang berhubungan langsung dengan Jalan Cengkeh akan dibuat tembusan. Taman di tengah jalan akan dibongkar sehingga dari Jalan Soehat bisa belok ke kanan tembus Jalan Cengkeh dan Jalan Kalpataru.

Uji coba penerapan jalur satu arah di Kota Malang akan diberlakukan satu bulan untuk menemukan formula rekayasa lalu lintas yang tepat, mulai Rabu (6/11/2013).

Menurut Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Erwin Rasgenda, setiap hari akan dilakukan evaluasi yang melibatkan ahli dari Universitas Brawijaya (UB) Malang yang akan memberikan analisa dan masukan secara ilmiah. "UB yang akan menganalisa berbagai kemungkinan terbaik. Mereka memberikan masukan secara ilmiah," terangnya, Selasa (5/11/2013).

Evaluasi juga akan diberlakukan terhadap keberadaan angkot, yang untuk sementara waktu mendapat jalur khusus. Jika keberadaan jalur khusus angkot mengganggu lalu lintas secara keseluruhan, keistimewaan tersebut akan dicabut.

“Kalau jalur khusus angkot ternyata dinilai tepat, akan tetap dipertahankan. Tapi kalau dinilai mengganggu, angkot akan ikut aturan jalur satu arah,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Subari menegaskan, pemberlakuan jalur satu arah sudah tidak ada kendala berarti. Kendala yang tersisa hanyalah proyek gorong-gorong di Jalan Gajayana yang sedang dikebut.

Kendala lain adalah pengadaan lampu lalu lintas untuk perempatan Jalan Bogor yang baru dibuat. Termasuk lampu lalu lintas untuk Jalan Bunga Coklat yang masih dalam tahap lelang.
“Karenanya perempatan Jalan Bogor dibutuhkan petugas lebih banyak karena lampunya masih tahap pengadaan. Selain itu tidak ada kendala berarti,” tutur Subari.

PILWALI PROBOLINGGO RUSUH !!!


Probolinggo- Pelaksanaan Pilkada Probolinggo berakhir ricuh. Aparat Kepolisian Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengamankan seorang warga dalam bentrokan yang terjadi antara massa dengan polisi, Jumat malam.

"Ada satu warga yang kita amankan karena diduga provokator dalam bentrokan itu," kata salah seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya, Sabtu dini hari (31/8). Demikian tulis Antara.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polresta Probolinggo, Kompol M Nasir mengakui hal itu. Namun pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih melakukan pengamanan akibat kejadian itu.

"Iya mas, ini masih kita lakukan pengamanan di lokasi, nanti kalau sudah lengkap akan kita publikasi kepada teman-teman media," kata M Nasir ketika dihubungi terpisah.

Ketua KPU Kota Probolinggo, Sukirman, sebelumnya mengaku pihaknya kini hanya menjalankan proses perhitungan, sebab penyelenggara pemungutan suara sudah selesai.

"Soal kecurangan yang ditudingkan warga, silakan melaporkannya ke pihak berwenang, kami hanya menjalankan prosedur Pilkada," katanya.

Sebelumnya, dikabarkan pelaksanaan Pilkada Kota Probolinggo ricuh akibat massa salah satu calon merasa tidak puas dengan hasil pilkada karena menilai ada dugaan kecurangan, dan menuntut pilkada diulang.

Akibat bentrok itu, sedikitnya lima orang mengalami luka-luka, dua di antaranya anggota kepolisian. Korban dilarikan ke RSUD dr Saleh Probolinggo untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, pelaksanaan Pilkada Probolinggo diikuti 4 calon, yakni nomor urut satu Dewi Ratih-Asad Anshari, nomor urut 2 Rukimin-Suhadak, nomor urut 3 Zulkifli Chalik-Maksum Subani dan nomor urut 4 Habib Hadi Zainal Abidin-Kusnan.
Suasana makin mencekam di Kota Probolinggo, Jawa Timur, hingga pukul 23.30 WIB malam ini. Sekitar 5 orang mengalami luka-luka akibat timpukan batu. Dua di antara korban luka tersebut adalah anggota kepolisian.

Berdasarkan pengamatan  di RSUD Dr Saleh, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (31/8/2013), korban tersebut dilarikan ke ruang ICU. Mereka rata-rata mengalami luka pada bagian kepala. Kondisi kepala berdarah.

Sementara suasana di kota masih belum kondusif. Massa yang meminta Pilwali Probolinggo diulang makin brutal. Kantor kelurahan yang terletak di Jalan Ikan Hiu, dirusak parah oleh massa.

Kehadiran anggota polisi di lokasi juga tidak bisa berbuat banyak. Kendaraan berat seperti baracuda belum diterjunkan ke lokasi. Komandan Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polda Jatim AKBP Cahyo memimpin personel untuk melerai massa yang makin anarkis.

Rencananya Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Unggung Cahyono akan segera ke lokasi.

Sampai pukul 23.45 WIB, massa yang menuntut Pilwali Kota Probolinggo semakin beringas. Selain melempari kantor kelurahan, massa pun menggulingkan mobil KPU Kota Probolinggo. Bahkan, massa membakar mobil Binmas jenis carry milik Polresta Probolinggo yang parkir sekitar 300 meter selatan kantor kelurahan.

Petugas Dalmas yang berjaga bergerak menembakkan gas air mata. Massa kocar-kacir tapi sebagian ada yang melakukan perlawanan.

Situasi masih mencekam karena massa masih terus melakukan pelemparan terhadap simbol-simbol negara. Bahkan Kapolres Kota Probolinggo terkena lemparan batu.

2 truk aparat TNI 527 dari Kabupaten Lumajang pun didatangkan untuk menambahkan kekuatan. Seorang pendemo diamankan aparat. Informasinya, pendemo itu berasal dari luar daerah. Polisi dan TNI masih terus berusaha mengendalikan massa.

Kronologi Permasalahan

Sejak kamis siang, ratusan warga berkumpul dihalaman kantor kelurahan Mayang kota Probolinggo menuntut pencoblosan ulang. Pasalnya ada kotak suara tidak disegel. hingga mengakibatkan  kericuhan dan bentrokan massa dengan petugas.

Tim pemenangan cawali/cawawali Zam-zam dan Handalanku minta ke KPU melakukan coblos ulang. Namun, permintaan tidak ditanggapi, KPU tetap melakukan penghitungan manual dikawal ketat polisi.

Ternyata, saat penghitungan tim pemenangan menemukan kejanggalan ada amplop dikotak suara tidak disegel. Salah satu tim pemenangan memprotes, lalu walk out dan meminta pilwali ulang.

Kabar adanya dugaan ketidak beresan penghitungan di kelurahan Mayangan menyebabkan ratusan massa marah dan menahan kotak suara.

Akhirnya petugas keamanan terlibat kericiuhan dan bentrok dengan massa yang tak puas hasil penghitungan di Mayangan.

Mobil ketua KPU, Sukirman jadi sasaran amuk massa dan polisi yang mencoba menenangkan massa terlibat adu fisik dengan warga.

Massa terus berusaha mengagalkan aparat yang hendak mengevakuasi kotak suara dengan berkumpul dan menghadang aparat dari segala penjuru

Aksi ratusan massa terus mengepung kantor kelurahan Mayangan Kota Probolinggo terus berlanjut hingga  Jum'at(30/8/2013) malam. Massa menuntuk dilakukan Pilwali ulang, lantaran ada dugaan kotak suara yang tidak disegel.

Pasca Kerusuhan

Pasca kerusuhan yang terjadi di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono langsung terjun ke lokasi. Kerusuhan itu disebabkan karena warga meminta Pilwalkot Probolinggo diulang. Dua orang ditangkap karena diduga melakukan aksi pengrusakkan.

Setibanya di lokasi, Sabtu (31/8/2013), Kapolda langsung memeriksa kondisi bangkai mobil yang dibakar massa pada Jumat malam. Selain itu Kapolda juga melihat kantor Kelurahan Mayangan yang juga diamuk massa.

Kondisi kantor kelurahan yang juga tempat penyimpanan hasil suara Pilwalkot mengalami kerusakan parah terutama pada bagian kaca-kaca depan.

Unggung mengatakan, pihaknya menurunkan 4 satuan setingkat kompi (SSK) untuk melakukan pengamanan pasca aksi kerusuhan. Selain itu kepolisian juga meminta bantuan TNI untuk menjaga kondisi di kota yang terletak di pantai utara Jawa tersebut.

Dua orang diamankan akibat kerusuhan ini. Diketahui pelaku itu berinisial N dan A. "Dia diduga melakukan aksi pengrusakan kantor kelurahan dan pembakaran mobil," ujarnya kepada wartawan.

Kris Biantoro Tutup Usia



JAKARTA– Kabar duka datang dari aktor senior, Kris Biantoro. Pria kelahiran 17 Maret 1938 itu, menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 14.00 WIB lalu.

Kris yang sudah lama mengidap penyakit ginjal ini, memang sempat beberapa kali diberitakan terbaring lemas di rumah sakit. Namun, siang tadi, penyanyi dan juga presenter ini meninggalkan keluarga tercinta untuk selama-lamanya.

“Iya benar. Sekarang masih di rumah sakit. Dokter yang memastikan kalau bapak udah jalan (meninggal). Kira-kira satu jam yang lalu,” ujar Arto, anak Kris Biantoro pada hari Selasa (13/8/2013).

Arto menceritakan, jika ayahandanya meninggal di kediamannya. Namun untuk memastikan kondisi yang sebenarnya, pihak keluarga membawa Kris ke Rumah Sakit Medica Cibubur.

“Meninggalnya di rumah, tapi sekarang di Rumah Sakit Medica Cibubur,” jelasnya buru-buru.

Kicauan banyak selebriti menyatakan hal itu, di antaranya dari Glenn Fredly, di @GlennFredly: Rest in Love; RT@dennysakrie: Selamat jalan seniman serba bisa Kris Biantoro. Masih ada dari vokalis Naif, David Bayu, dalam akun twitternya, RT @davidbayu: Rest in peace Kris Biantoro.

Menurut penelusuran Antara, Kris Biantoro (kelahiran Magelang, 17 Maret 1938) ini ditemukan sudah pergi selamanya di tempat duduk kesukaannya, di depan sangkar-sangkar burung peliharaan kegemarannya, di Kompleks Bukit Permai Cibubur.

Dia seorang Katolik, terlahir dengan nama Christophorus Soebiantoro, menikah dengan perempuan Viet Nahm, Maria Nguyen Kim Dung, yang kini tinggal di kawasan Cibubur. Hidupnya semakin lengkap dengan kehadiran anak-menantu, yaitu Invianto-Henny dan Ceasefiarto-Adelina, serta dua cucu, Iyo dan Rafa.

Kris Biantoro mengalami masa-masa keemasan panggung hiburan dan kesenian Indonesia, bersama Benyamin S, Titiek Puspa, Sophan Sophiaan-Widyawati (kemudian), Teguh Karya, Rima Melati, dan lain-lain.

Selama hampir empat dasawarsa, dia bertarung dengan penyakit ginjal yang menerpa dia. Bertahun-tahun dia menjadi pasien setia RS PGI Cikini setelah tidak dapat diobati di banyak pusat kesehatan yang lain, di dalam dan luar negeri.

Sudah Lama Berpenyakit Ginjal

Menahan penyakit selama 38 tahun bukanlah waktu yang sebentar, seperti presenter senior Krisbiantoro. Ia mengidap gagal ginjal selama 38 tahun.

Krisbiantoro kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2011). Pria berumur 71 tahun itu masih terbaring lemas. Sementara sang istri, Maria Nguyen Kim Dung juga tampak setia mendampinginya.

"Orang tidak akan pernah percaya bahwa saya telah menghidap penyakit ini selama 38 tahun," ungkapnya ketika ditemui di kamar Bougenvile 520, rumah sakit tersebut.

Meski telah lama mengidap penyakit tersebut, Krisbiantoro tak pernah mengeluh. Puncaknya pada tahun 2009 lalu, kesehatannya mulai menurun. Ia pun harus bolak-balik rumah sakit untuk cuci darah.

"Sudah 2 tahun ini cuci darah, seminggu 2 kali sebelumnya hanya minum obat saja," tutur sang istri.

"Tidak mengeluh karena saya punya semangat untuk hidup dan akhirnya berkat Tuhan saya tidak jadi operasi ginjal," timpal Om Kris, sapaan akrabnya.

Tidak Suka Presenter Banci
Krisbiantoro termasuk salah satu presenter senior di negeri ini. Melihat generasi penerusnya, Krisbiantoro prihatin. Ia pun geram karena kini tak sedikit presenter yang membawakan acara dengan kasar dan gay bak banci.

"MC itu roh dari sebuah acara. Mau jadi apa rohnya, kalau setiap kita tonton itu jambak-jambakan dan bergaya seperti banci," ujarnya, saat ditemui di sela-sela Seminar 'The Protection and Administration Of music Performers Rights in Indonesia' di Hotel Century, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010) malam.

Pria yang pernah membawakan acara musik 'Dansa Yo Dansa' itu, mempertanyakan apakah memang presenter kasar dan bergaya bak banci tersebut wajah musik Indonesia. Jika memang demikian, menurutnya, Indonesia kembali ke zaman penjajahan.

Artis yang kini sudah berusia 71 tahun itu juga tidak setuju jika dikatakan presenter sekarang terpengaruh dari luar dalam membawakan acara. Ia mencontohkan dirinya, meski dulu sering berpergian ke luar negeri dan menonton televisi luar negeri, Krisbiantoro bisa tetap jadi diri sendiri.

"Itu budaya dari mana, nggak ada kok," tukas suami dari Maria Nguyen Kim Dung itu.

Krisbiantoro berharap junior-juniornya di dunia presenter atau MC bisa lebih hebat darinya. Ia pun meminta tidak menggampangkan pekerjaan sebagai pemandu acara itu.

"Untuk kedalaman suatu profesi butuh waktu yang panjang, jadi kalau baru jangan bangga dulu," nasihatnya.

Segenap Pimpinan dan staf serta penyiar dan crew Sejahtera FM menyampaikan bela sungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kenangan Kris Biantoro


Bagaimana Cara Berkemih di Depan Umum ?



Berkemih atau pipis memang suatu yang dilematis bila kita lakukan saat kita berada ditempat umum yang tidak ada toiletnya. Menahannya akan membuat kerusakan organ tubuh antara lain ginjal dan kandung ureter. Bagaimana caranya keluarga sejahtera bila kita tidak dapat menahan diri bila panggilan alam memanggil kita ?

Tutorial berikut ini bukan mengajarkan kita untuk berkemih sembarangan mengingat kebersihan kota sangat di galakkan masa ini. Ambil saja segi positif dari tutorial ini dan jangan dilakukan bila menurut anda kurang berkenan dan tidak sesuai dengan norma yang ada.

Semoga dengan video berikut ini keluarga sejahtera dapat terhibur.

Ocean Garden MALANG Terbakar


Malang -- Sebuah kebakaran baru saja terjadi di Restoran Ocean Garden, Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tepat di depan Stasiun Kota Baru. Kebakaran terjadi tepat pukul 13.10 WIB saat Aremania tengah semarak memenuhi jalan tersebut.

Belum diketahui penyebab kebakaran yang menghanguskan hingga atap-atap restoran tersebut. Api cepat melalap karena dinding restoran terbuat dari bahan kayu.
Jalanan di sekitaran TKP menjadi sangat macet apalagi bertepatan dengan konvoi Aremania.
 Menurut sumber dari "BERITA JATIM" (http://m.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2013-08-11/180482/_Aremania_Lempar_Petasan,_Restoran_Ocean_Garden_Malang_Terbakarsalah seorang saksi mata, Alif Adam (17), kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, salah satu rombongan Aremania yang melakonvoi sedang bermain petasan. Api petasan itu tak sengaja menyambar salah satu bagian atap restoran yang terbuat dari jerami. "Karena api mengenai atap jerami, api langsung membesar menyebar," kata Alif pada beritajatim.com.

Mengetahui api membesar, karyawan dan pengunjung restoran langsung berhamburan keluar. Pada saat kejadian, lokasi kejadian sedang padat lantaran posisi restoran berdekatan dengan halaman Stasiun Kotabaru Malang tempat acara ulang tahun Arema dipusatkan. "Api membara hampir satu jam," tandasnya.Sementara itu, kasir restoran, Devi mengaku, saat kebakaran terjadi karyawan sedang sibuk melayani pengunjung. Kebakaran pertama kali diketahui oleh pengunjung restoran yang sedang makan.

"Ada lima meja yang penuh pengunjung. Setelah diketahui ada kebakaran, semua pengunjung dan karyawan dievakuasi dan atap dirobohkan, tetapi api malah terus membesar," ujarnya.

Terpisah, Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suhariyanto mengaku jika kejadian ini masih dalam penyelidikan. Hingga kini juga masih belum diketahui kerugian akibat kebakaran tersebut. Untuk memdamkan api, tiga unit mobil pemadam kebakaran telah diturunkan. Hingga saat ini, lokasi kebakaran menjadi tontonan warga. "Masih kita selidiki lebih lanjut untuk mencari pelakunya," pungkasnya.

Seorang saksi, Dewi mengungkapkan sejumlah orang sedang duduk di sekitar Ocean Garden. Beberapa orang lainnya menyalakan mercon dan kembang api.

Dewi mengungkapkan penyalaan mercon dan kembang api sempat menuai protes warga sekitar. Bahkan seorang warga, Naryo sempat hendak merampas mercon yang dibawa dua orang  tersebut. Tapi, dua orang itu malah melemparkan mercon ke Ocean Garden.
"Pelaku bukan anak-anak. Kelihatannya sudah bapak," kata Dewi.
Api langsung melahap bangunan utama Ocean Garden. Sebab, bangunan Ocean Garden dibangun dengan alang-alang dan bambu. Saat ini dua bangunan lain masih belum tersentuh api.


Tudingan penyebab kebakaran rumah makan Ocean Garden karena petasan, dibantah keras manajemen Arema Indonesia.


"Tidak benar karena petasan," kata juru bicara Arema Indonesia Sudarmadji dikonfirmasi, Minggu (11/8/2013) sore.

Sudarmadji menjelaskan, sesuai informasi yang didapatkan sumber api hingga meludeskan restoran di Jalan Sriwijaya, Minggu siang, karena percikan api di ruang dapur.

"Info yang kami dapat memang ada percikan api yang bersumber dari dapur," jelasnya.

Berdasarkan informasi itu, lanjut dia, sangat meminimalisir dugaan petasan dari peserta konvoi mengakibatkan kebakaran. Kini pihaknya menyerahkan kepada aparat kepolisian menyelidiki kejadian ini.

"Untuk lebih obyektif menunggu kehadiran tim labfor," tegasnya.

Seperti diketahui, rumah makan Ocean Garden ludes dilahap api selama 1 jam. Tiga mobil PMK sulit mendekat ke lokasi kebakaran akibat padatnya lalu lintas dipenuhi ribuan aremania tengah merayakan Ultah ke-26.

Berbagai upaya dilakukan untuk memadamkan api, termasuk merusak kontruksi kayu yang menyanggah bagian atap rumah makan tersebut.

Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto memantau langsung pemadaman Ocean Garden, Minggu (11/8/2013).
Totok mengungkapkan polisi masih lidik penyebab dan pelaku pembakaran. Saat ditanya pelaku mengenakan pakaian Aremania, Totok belum dapat memastikannya. Begitu pula saat ditanya kebakaran itu disebabkan mercon yang dilempar.
"Mercon tidak mungkin naik. Kalau dilempar, saya belum mendapat info," kata Totok kepada wartawan.

Menurut Totok, api cepat melahap bangunan karena terbuat dari alang-alang dan bambu. Selain itu, cuaca panas disertai hembusan angin mempercepat api merembet.
"Kami belum tahu total kerugiannya. Pemilik rumah makan masih mengalkukasi," tambahnya.

Hasil Penyelidikan Kepolisian pk 20.00

Penyebab kebakaran rumah makan Ocean Garden di Jalan Sriwijaya Malang akibat atap jerami yang terbakar matahari karena cuaca panas. Hal itu diketahui polisi dari hasil olah TKP.

"Yang jelas karena terik matahari membakar jerami yang digunakan sebagai atap," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Arief Kristanto Minggu (11/8/2013) malam.

Arief menambahkan, dugaan kebakaran diakibatkan petasan sangat sulit dibuktikan. Karena saat olah TKP tak ditemukan barang bukti sisa petasan yang terbakar.

"Tidak kalau petasan, karena tak ditemukan di TKP," imbuhnya.

Pihaknya juga tak mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Pasalnya, dalam kejadian itu tak memakan korban jiwa.

"Tidak ada labfor, karena tak sampai ada korban jiwa," tegasnya.

Arief mengungkapkan, terik matahari hingga membakar jerami menjadi kesimpulan dari hasil olah TKP. Adanya tudingan dari petasan tidak diperkuat saksi untuk memastikannya. "Siapa saksinya kalau dari petasan," ungkapnya.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -