Copyright 2011 SejahteraFM

Buku Tamu Keluarga Sejahtera

Waktu Keluarga Sejahtera

Copyright SEJAHTERAFM 2011. Diberdayakan oleh Blogger.

Kembalikan Betek ku Padaku








MALANG KOTA – Senin (13/10) pagi ini, ribuan warga Betek bakal memblokir akses utama Jalan Mayjen Panjaitan. Aksi itu merupakan protes lanjutan untuk menolak jalur searah di lingkar Universitas Brawijaya (UB). Aksi tersebut bakal dimulai pukul 09.00 hingga 17.00.

Juru bicara (jubir) warga Betek Very El Kahfi mengatakan, pemblokiran dilakukan di sepanjang Jalan Mayjen Panjaitan. Dari sisi barat, akses ditutup dari makam Betek, berhadapan dengan gerbang UB sisi timur. Sedang sisi timur, pemblokiran berujung di persimpangan Jalan Bogor.

”Penduduk Penanggungan ada 10 ribu jiwa. Yang sudah menyatakan kesiapannya turun jalan 4 ribu jiwa,” ujar Very, Minggu (12/10) kemarin.
Dalam aksi itu, kata Very, warga akan membentangkan spanduk berisikan penolakan jalur satu arah. Bentangan spanduk itu akan menutupi ruas Jalan Mayjen Panjaitan, sehingga dipastikan tidak ada pengendara yang bisa melintasinya. Terlebih lagi, ribuan warga itu akan menyebar di beberapa titik. Ada yang menggerombol di sisi barat, ada yang di sisi timur.


Very sadar, aksinya itu akan menyebabkan kemacetan luar biasa. Bahkan, tidak menutup kemungkinan arus lalu lintas di Jalan MT Haryono, Jalan Tlogomas, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Borobudur, hingga Jalan Veteran akan lumpuh. Namun, pihaknya tidak peduli karena warga Penanggungan sudah kesal. ”Intinya akan macet,” kata pengusaha cuci mobil itu.

Dia berharap, kemacetan sebagai dampak aksi pemblokiran jalan ini dapat meluluhkan Wali Kota Malang Moch. Anton. Dengan begitu, jalur satu arah dibatalkan. Akan tetapi jika aksi warga itu tidak digubris, warga akan terus menggelar demo. ”Kami akan berhenti kalau Abah Anton sudah membatalkan jalur satu arah,” tegasnya.

Selama aksi, warga akan menghalau semua pengendara yang ingin melintas. Hanya satu kendaraan yang diperbolehkan masuk, yakni kendaraan rombongan Anton. Warga sengaja membiarkan wali kota melintas agar mengetahui kondisi warga. ”Kami ingin Abah Anton turun langsung,” ucapnya.

Masih kata Very, rencana pemblokiran jalan tersebut sudah disampaikan ke Pemkot Malang, Polres Malang Kota, dan Kodim 0833 Kota Malang. Namun hingga kini, belum ada respons dari pemkot. Untuk itu, dia bersama warga Betek tetap nekat turun jalan.



Sementara itu, Wali Kota Malang Moch. Anton terkesan membiarkan ancaman warga memblokir jalan. Meski sudah diberi tahu rencana aksi, dia tidak membatalkan pemberlakuan jalur satu arah. ”Kami mengimbau warga agar mengerti. Pemberlakuan jalur satu arah itu demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Apalagi, pihaknya sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (perwal) 35 Tahun 2014 tentang Penerapan Jalur Satu Arah. Dia meminta warga Betek tidak menyamakan jalur satu arah lingkar UB dengan jalur satu arah di Jalan Kawi. ”Jalur satu arah di Jalan Kawi hanya uji coba. Tapi kalau lingkar UB ini sudah ada perwalnya,” kata Anton.




Sumber : http://radarmalang.co.id/pagi-ini-ribuan-warga-blokir-kawasan-betek-tuntut-wali-kota-batalkan-jalur-satu-arah-lingkar-ub-11642.htm

Facebook Tetap Gratis, Jangan Percaya Isuu Facebook Berbayar


Malang -- Kabar perihal Facebook yang akan mengenakan biaya keanggotaan sebesar US$2,99 per bulannya atau setara Rp 32.890 dengan kurs Rp 11.000 /US$ langsung menuai reaksi. Dan ternyata rumor itu adalah palsu.
Rumor itu muncul dari situs berita satir Nationalreport.net. "Nationalreport adalah situs berita satir yang memuat berita palsu," tulis The Economic Time, Selasa (23/9/2014)
Nationalreport.net menulis bahwa raksasa jejaring sosial itu akan mengenakan biaya keanggotaan terhitung per 1 November mendatang. Untuk lebih menyakinkan, dalam artikel berita juga memuat kutipan pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.
Pihak Facebook kini tengah berusaha memerangi berita palsu semacam ini. Facebook pun akan menandai situs situs berita satir.
    
Sebelumnya diberitakan dari situs itu bahwa terhitung 1 November mendatang para pengguna Facebook tidak bisa menikmati layanan sosial media tersebut secara cuma-cuma. Pasalnya, Facebook bakal mengenakan biaya keanggota sebesar US$2,99 per bulannya atau setara Rp 32.890 dengan kurs Rp 11.000 /US$

Kota Malang Gelar Kirab Budaya 2014

MALANG - Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin melihat bagaimana perkembangan Kota Malang, jangan lewatkan tanggal 30 Agustus 2014. Pemerintah Kota Malang punya kegiatan akbar Festival dan Kirab Budaya, Pawai Pembangunan dan Pendidikan Tahun 2014 dengan start dan finish di Balai Kota Malang, Sabtu (30/8).

Tak ubahnya perayaan kemerdekaan, Festival kirab budaya pawai pembangunan dan pendidikan tahun 2014 gebyarnya sudah tampak terasa sehari sebelum penyelenggaraan. Di berbagai sudut Kota Malang terlihat anak-anak hingga orang dewasa sedang melakukan gladi bersih persiapan tampil di festival.

Kepala Bagian  Humas Kota Malang, Drs. Alie Mulyanto, MM mengungkapkan, sengaja Kota Malang menggelar Festival Kirab Budaya, Pawai Pembangunan dan Pendidikan adalah untuk mengapresiasi tingginya seni budaya di Kota Malang. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian hari jadi Provinsi Jatim dengan tema “Jatim Spektakuler”.
“Jatim adalah provinsi yang memiliki keragaman budaya dan adat istiadat dengan ke khasan masing-masing, adanya kegiatan ini adalah untuk mengapresiasi tingginya seni budaya di Jatim,” jelas Alie, Jumat (29/8).

Kegiatan Pemprov Jatim yang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang ini merupakan apresiasi sebagai upaya pembangunan dan pemanfaatan kesenian. Dengan cara ini membuka kesenian dan seluruh lapisan masyarakat yang berkepentingan ke dunia seni agar tetap eksis pada zamannya.

Alie menyebutkan kegiatan ini akan berlangsung sangat meriah dengan diadakannya pawai yang sangat atraktif dan spektakuler. Acara akan dilangsungkan Sabtu (30/8) mulai Pukul 10.00 WIB dengan mengambil start dari Balai Kota Malang.
Kirab budaya mengambil rute dari Balai Kota Malang, Jl. Majapahit, Jl. Basuki Rahmat, Stadion Gajayana bagian timur. Kemudian dilanjutkan pawai mulai Pukul 13.00 WIB dengan rute Balai Kota Malang, Jl. Mojopahit, Jl. Basuki Rahmat, Jl J.A. Suprapto, Jl Letjen Sutoyo, Jl. Letjen S. Parman, Jl. Borobudur, Jl Soekarno-Hatta, dan finish di Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ).

Jumlah peserta sampai dengan rapat koordinasi Jumat (28/8) sebanyak 43 peserta. Peserta itu terdiri dari perusahaan, hotel, kecamatan, kelurahan, sekolah-sekolah dan sekretariat. Jumlah peserta dipastikan akan terus bertambah sampai hari H pelaksanaan kirab budaya dan pawai.


Rute 1 (Peserta Pejalan Kaki): Start: Balaikota Malang – Jl. Majapahit – Jl. Basuki Rahmat – Jl. Semeru – Jl. Tangkuban Perahu – Finish: Pintu Timur Stadion Gajayana
Waktu Pelaksanaan: Pukul 09.00 – 12.00 WIB


Rute 2 (Peserta Kendaraan Hias: Start: Balaikota Malang – Jl. Tugu – Jl. Kahuripan – Jl. Jakgung Soeprapto – Jl. Letjend S. Parman – Jl. A. Yani – Jl. Borobudur – Jl. Trs. Borobudur – Jl. Soekarno-Hatta – Finish: Taman Krida Budaya Jawa Timur
Waktu Pelaksanaan: Pukul 13.00 – 17.00 WIB

Penerapan 2 Arah Kawi Semeru Akhirnya Batal

MALANG – Protes ratusan sopir angkot terhadap kebijakan Pemkot Malang terkait uji coba satu arah Semeru-Kawi, membuahkan hasil. Kemarin (26/8/14) sekitar pukul 11.00 WIB, usai mendatangi ratusan sopir angkot itu, Wali Kota Malang, HM Anton memutuskan kebijakan jalur satu arah Semeru-Kawi dibatalkan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang  Wahyu Setianto menyampaikan hal ini kepada pewarta, di balai kota kemarin. "Abah menyetujui saran Kapolres Malang Kota AKBP Totok Suharyanto, untuk mengembalikan jalur itu seperti semula," ujar Wahyu.

Kendati demikian, lanjut dia, Dishub melakukan permohonan untuk merekayasa di tiga titik. Ketiganya diduga, selama ini menjadi sumber kemacetan jalan tersebut. Tiga titik tersebut, antara lain berada di perempatan Jalan Welirang. "Perempatan Jalan Welirang, selama ini tidak boleh dilintasi kendaraan dari utara ke selatan. Kalau sekarang boleh," jelas mantan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ini.

Selain itu patung adipura di persimpangan Jl Semeru dan Jl Arjuno, akan diberi median jalan. Dengan begitu, mulai sekarang kendaraan sudah tidak boleh lagi berputar di sana.  Kemudian, di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, pengguna jalan yang dari arah utara tetap tidak boleh ke selatan. “Yang di perempatan alun-alun belok kiri. Tapi yang dari barat boleh ke utara dan selatan. Kita kembalikan lagi seperti semula, dengan rekayasa tiga hal ini untuk mengurai kemacetan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu kembali menegaskan manajemen Mall Olympic Garden (MOG), untuk memindahkan pintu keluarnya menjadi di Jl Tangkuban Perahu. "Andalalin (Analisa Dampak Lalu Lintas) di MOG sebenarnya sudah keluar sejak 2012. Para sopir juga pernah protes kenapa MOG tidak segera diatasi," urai Wahyu.

Karena itu, kemarin pihaknya berencana mendatangi manajemen MOG. Mereka akan mengimbau kepada MOG untuk mematuhi Pemkot Malang.  "Bila tetap bandel, terpaksa kami turunkan petugas ke sana. Mau tidak mau, pintu keluar MOG harus ditutup," pungkasnya.

Perlu diketahui, uji coba jalur satu arah sebelumnya sempat diterapkan mulai pukul 06.00 WIB. Satu jam kemudian, ratusan angkot datang memblokir jalan. Mereka protes dan menuntut Pemkot Malang untuk memberikan jalur khusus. "Seperti satu arah di lingkar UB," teriak para sopir angkot saat berunjuk rasa kemarin.

Abah Anton dan Kapolres Malang Kota sempat turun ke lapangan memberi pengertian kepada para sopir angkot tersebut. Setelah melakukan mediasi dan dialog dengan para sopir, sekitar pukul 09.00 WIB, diputuskan kalau satu arah tetap berlaku dan angkot diberi jalur khusus. Tidak disangka, uji coba yang persiapannya memakan waktu berbulan-bulan itu akhirnya dibatalkan, sekitar pukul 11.00 WIB.

Malang - Pemkot Malang berencana mengatasi kemacetan di Jalan Kawi dan Jalan Semeru dengan memberlakukan jalur satu arah. Namun, rencana uji coba jalur satu arah di jalur tersebut gagal diterapkan. Pasalnya, ratusan sopir mikrolet yang beroperasi di jalur tersebut mendemo kebijakan pemkot tersebut.

Setidaknya ada 8 jalur mikrolet memilih mogok di Pertigaan Jalan Kawi sejak pagi tadi, Selasa (26/8/2014). Kemacetan tak terhindarkan akibat aksi para sopir yang memarkir mobilnya di jalan utama kota tersebut.

8 Jalur angkutan itu adalah Landungsari-Gadang (LG), Gadang-Landungsari (GL), Mulyorejo-Madyopuro (MM), Arjosari-Tidar (AT), Arjosari-Dinoyo-Landungsari (ADL), Arjosari-Landungsari (AL), Landungsari-Dinoyo-Gadang (LDG), dan Madyopuro-Karangbesuki (MK).

Penumpukkan mikrolet terjadi sampai Jalan Merdeka atau Alun-Alun Kota Malang dan Jalan Semeru. "Kami menolak satu arah," tegas Bambang sopir mikrolet jalur Arjosari-Tidar.

Dia mengaku, paguyuban berencana bertemu dengan wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi para sopir, menolak satu arah.

"Kami akan terus mogok, jika tuntutan tidak diterima," tuturnya diamini para sopir lain.

Sementara Ketua jalur mikrolet Landungsari-Gadang (LG) Achmad Chodar menuturkan, aksi ini merupakan inisiatif para sopir dengan sepakat menggelar aksi mogok.

"Sebenarnya kami tidak ingin melakukan ini. Tapi jika tidak, suara kami bakal tidak didengarkan," sesalnya.

Pihaknya juga menyesalkan kebijakan Walikota Malang Moch Anton yang jelas merugikan nasib para sopir mikrolet. Karena banyak jalur mikrolet yang terimbas kebijakan satu arah tersebut. "Walikota tidak memikirkan nasib kami, akan dampak satu arah," keluhnya.

Sekitar 2 jam para sopir menggelar aksi mogok langsung mendapat respon dari Walikota Malang Moch Anton. Walikota hadir didampingi Kapolres Malang Kota AKBP Totok Suharyanto untuk turun ke lokasi. Puluhan aparat keamanan ikut diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi.

"Kami mohon pengertiannya, ini masih uji coba," ucap Anton kepada para sopir. Ungkapan Anton memancing reaksi para sopir dengan tegas menolak ujicoba satu arah. "Tidak ada ujicoba," teriak sopir.

Upaya meredam emosi sopir pun dilakukan dengan membatalkan rencana uji coba jalur satu arah. Mendapatkan jalur kembali normal, para sopir akhirnya membubarkan diri.

Satu Arah Kawi Semeru Hari Ini Diterapkan

Malang , Rencana uji coba jalur satu arah di Jl Semeru dan Jl Kawi hari ini, Selasa (26/8/2014) dilaksanakan.
 Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah  gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Eko Budi Hartoyo mengatakan, sudah mengajukan surat permohonan pelaksanaan uji coba di Jl Semeru dan Jl Kawi ke Wali Kota Malang, M Anton, Senin (18/8/2014).

"Sekkota sudah tanda tangan, tinggal wali kota. Kalau wali kota setuju, maka pelaksanaan uji coba dilakukan 26 Agustus. Pelaksanaan uji coba selama satu minggu," kata Eko ditemui di Balaikota Malang.

Menurutnya, dalam penerapan jalur satu arah, Dishub akan menutup pintu keluar Malang Olympic Garden (MOG) di Jl Kawi.
Pintu keluar MOG dialihkan ke Jl Tangkuban Perahu. Selain itu, kata Eko, Dishub juga akan menata parkir di Jl Arjuna menjadi satu sisi.
"Sesuai amdal lalu lintas, pintu keluar MOG memang lewat Jl Tangkuban Perahu," ujarnnya.
Dikatakannya, saat ini Dishub Kota Malang sedang menyiapkan sosialisasi ke masyarakat.
Dishub juga telah mempersiapkan pertemuan dengan para sopir mikrolet pada Kamis (21/8/2014) yang lalu.
Pertemuan itu untuk sosialisasi sekaligus membahas perubahan jalur mikrolet.

Perlu diketahui, skenario penerapan uji coba jalur satu arah di Jl Semeru dan Jl Kawi dimulai dari Simpang Raja Bali menuju ke arah Jl Ijen.
Dari Jl Ijen kendaraan belok kiri menuju Jl Kawi. Untuk Jl Kawi juga diterapkan satu arah menuju Alun-alun Merdeka.

Sedangkan, kendaraan di Jl Kawi yang dari arah utara masih bisa belok kiri tepat di pertigaan Perpustakaan Daerah. Tetapi kendaraan harus belok menuju ke Jl Lawu.
Selama pelaksanaan uji coba, median jalan di Jl Kawi tidak dibongkar dulu.

Tetapi kendaraan yang melintas di Jl Kawi harus mengikuti jalur satu arah menuju Alun-alun Merdeka.
Penerapan jalur satu arah di Jl Semeru dan Jl Kawi untuk mengurai kemacetan di Simpang Raja Bali dan Jl Arjuna.

Kelangkaan BBM di Malang

Malang -- Meski di beberapa daerah sudah dibelakukan sejak 18 Agustus 2014 lalu, dampak pengurangan kuota BBM bersubsidi khususnya jenis solar oleh pemerintah baru dirasakan warga Malang Raya pada Senin, (25/8) . Kelangkaan solar terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Malang Raya.

Teuku Rizal Pahlevi, selaku Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Malang mengatakan, pengurangan kuota Solar di wilayah Malang Raya mencapai 20 persen, sedangkan premium mencapai 10 hingga 20 persen.

"Pengurangan kuota ini merupakan keputusan DPR RI, sehingga kami hanya bisa menerima," ungkapnya.

Menurut Rizal, pengurangan kuota BBM bersubsidi di SPBU dilakukan agar jumlah BBM bersubsidi mencukupi hingga Desember 2014.

"Pengurangan ini merupakan bentuk kontrol terhadap konsumsi BBM, jika kuotanya tidak dikurangi kemungkinan BBM hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan November 2014," jelasnya.

Sebelum aturan pengurangan kuota ini Ngalamers, konsumsi BBM bersubsidi jenis premium di Malang Raya mencapai 1.000 kiloliter per hari, sedangkan solar 300 kiloliter per hari. Rizal menambahkan, "Pengurangan kuota juga dilakukan untuk mengalihkan masyarakat agar membeli BBM non subsidi seperti Pertamax,".

Untuk mengantisipasi kelangkaan BBM, pihak SPBU bisanya melakukan pembatasan pembelian oleh konsumen. "Untuk kendaraan roda dua tidak masalah, tetapi biasanya untuk mobil jumlah pembeliannya dibatasi," pungkasnya.

Uji Coba Satu Arah Semeru-Kawi



MALANG - Persiapan Pemkot Malang dalam uji coba satu arah Semeru-Kawi Selasa (26/8/14) sudah final. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Wahyu Setianto memastikan uji coba akan berlangsung tanggal 26/8 mulai pukul 05.30 WIB.
"Persiapan kami sudah 100 persen, namun  kami akan melakukan koordinasi dengan jajaran lain untuk pematangan," jelas Wahyu kepada Malang Post kemarin. Ditambahkan, koordinasi tersebut akan dihadiri oleh Dishub Kota Malang, Polres Malang Kota, Polsek Klojen, Kodim 0833 Malang, Koramil 0833/1 Klojen, DENPOM.

Ada  100 personel dari seluruh elemen terkait, untuk terjun ke lapangan mengawal uji coba di jalan lingkar MOG itu. Mereka akan berjaga di simpul-simpul jalan dan sebagian lagi mobile ke ruas-ruas jalan untuk mengawasi. Dipastikan, pada saat uji coba tidak akan ada kendaraan bisa melawan arus.
"Kami akan berjaga di simpul jalan. Jadi, siapa saja yang mau masuk jalur satu arah Semeru-Kawi akan segera kami arahkan ke jalur lain," jelas Wahyu.

Untuk melakukan penilaian, Dishub juga telah berkoordinasi dengan tim akademisi dari Universitas Brawijaya (UB). Maksimal 15 orang dari UB akan turun ke lapangan.
Dari hasil penilaian itu, tim akademisi, bersama dengan Dishub dan pihak terkait akan melakukan evaluasi. "Bila ternyata uji coba besok dampaknya baik, akan kami lanjutkan,“ jelasnya
Sebelumnya, pihak Dishub telah melakukan sosialisasi dengan gencar ke berbagai elemen masyarakat. Mulai warga sekitar, sekolah-sekolah, tempat-tempat usaha, sampai supir angkutan umum yang akan terimbas uji coba satu arah.

Dishub juga telah meminta dengan tegas, agar manajemen Mall Oympic Garden (MOG) memindahkan jalan keluar dari pusat perbelanjaan tersebut ke Jl Tangkuban Perahu. Jalur keluar MOG selama ini dianggap menganggu arus lalu lintas di Jl Kawi.
Kendati demikian, diprediksi uji coba besok akan mendatangkan protes dari para supir angkutan umum yang terdampak. Ada delapan trayek angkutan umum terpaksa harus mengubah rutenya. Antara lain, ADL, AL, GL, LG, LDG, AT, MM dan MK.

Dishub telah memberikan alternatif  ke delapan trayek angkutan umum ini melalui sosialisasi pada Kamis (21/8/14) lalu. Akan tetapi, para supir angkut tetap menolak. Mereka menuntut Pemkot memberikan jalur khusus angkutan umum seperti jalur satu arah di lingkar UB. Bila tidak, mereka akan melakukan unjuk rasa.

Menanggapi hal ini, Wahyu berjanji akan menyikapinya dengan tenang dan tetap persuasif. "Bila memang mereka mau berunjuk rasa, silakan saja. Itu hak mereka. Tapi, uji coba akan tetap berlangsung," jelas pria tersebut.

Seharusnya, lanjut dia, supir angkutan umum juga mengerti bahwa kebijakan Pemkot ini didasari atas kepentingan masyarakat. Dia menegaskan, bahwa elemen masyarakat tidak hanya supir angkutan umum saja, melainkan banyak masyarakat lainnya. Lagipula, hasil sosialisasi ke masyarakat, sebagian besar masyarakat menerima dengan lapang dada. Hanya supir angkutan umum saja yang menolak adanya jalur satu arah Semeru-Kawi.

Hasil Keputusan MK Mengenai PILPRES 2014



















Mahkamah Konstitusi, Kamis (21/8/2014) siang, dijadwalkan membacakan putusan akhir atas gugatan perselisihan hasil pemilihan umum yang diajukan oleh pasangan capres/cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Selain pasangan tersebut, masyarakat juga menunggu dan mereka-reka putusan akhir apa gerangan yang akan diambil oleh Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan seberapa besar peluang gugatan Prabowo-Hatta itu dikabulkan oleh mahkamah tersebut.

Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perhatian khusus pada rencana pembacaan putusan sengketa hasil Pemilu Presiden 2014 oleh MK. Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, terkait rencana pembacaan putusan tersebut SBY menunda keberangkatan ke Papua dalam rangka "Sail Raja Ampat", yang diagendakan Kamis (21/8).
  
Menurut pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, pihak Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sejauh ini belum memberikan bukti-bukti kuat. Mereka lebih banyak menghadirkan saksi yang memberikan keterangan berdasarkan mendengar keterangan pihak lain. Jadi tidak melihat, mendengar dan mengalami sendiri.

Keterangan saksi seperti itu kurang kuat untuk membuktikan adanya pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden 2014. "Yang lebih banyak dipersoalkan Prabowo-Hatta hanyalah persoalan jumlah daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) dan pembukaan kotak suara oleh KPU," kata Karyono.

Bila yang dipersoalkan hanya DPKTb dan pembukaan kotak suara, ujarnya, maka materi gugatan Prabowo-Hatta masih lemah. Apalagi, hal itu juga sudah diklarifikasi oleh pihak termohon yakni KPU. 

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago memprediksi ada tiga kemungkinan MK akan memutuskan sengketa pilpres pada 21 Agustus.
Pertama, menerima gugatan termohon (Prabowo-Hatta). Namun, putusan ini tetap berisiko tinggi terhadap kestabilan politik, terutama menyangkut pendukung Jokowi yang mempertanyakan keputusan tersebut.

Kedua, menolak semua gugatan Prabowo-Hatta. Putusan MK tersebut tetap akan membuat suasana politik menjadi gaduh, memanas dan mengancam stabilitas politik.

Ketiga, memenuhi sebagian gugatan Prabowo-Hatta, dengan konsekuensi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa Provinsi atau semua TPS di Papua atau sebagian TPS di Indonesia.

"Saya berkeyakinan amar putusan MK tanggal 21 Agustus, mengambil opsi ketiga," ujar Pangi. Itu dilakukan sebagai keputusan kompromi atau jalan tengah, untuk mengakomodir kepentingan kedua belah pihak. "Ketika MK tidak mengambil jalan tengah tentu akan membuat suasana gaduh, mengancam kesatuan bangsa yang berujung konflik horizontal artinya putusan MK berisiko besar membuat rakyat terbelah," katanya.

Menurut Pangi, publik merindukan keputusan yang memenuhi rasa keadilan dan yang mengakomodir kepentingan kedua belah pihak. Menurutnya, MK jangan terjebak pada angka- angka semata.

"Ini ujian besar bagi hakim MK atas pertaruhan independensi, objektifitas, faktual hukum dan realitas sehingga amar putusan atau vonis MK betul betul memenuhi rasa keadilan," katanya.
  
Anggota DPD RI asal Bali I Wayan Sudirta berpendapat, melihat proses persidangan sengketa Pilpres di MK selama sebulan ini, gugatan Prabowo-Hatta bisa jadi akan ditolak. Sebab, pembuktian perhitungan suara, kesaksian, dan kecurangan yang disebut terstruktur, sistematis dan masif (TSM) ternyata lemah, terutama terkait dengan 8,4 juta suara yang disengketakan.

Menurut Wayan, sepanjang sejarah MK belum pernah memutuskan pemungutan suara ulang (PSU) dalam kasus sengketa Pileg dan Pilpres, kecuali dalam Pilkada. "Kalau dalam Pilkada ada PSU di beberapa tempat. Juga saya tidak melihat ada TSM, kecuali dilakukan oleh incumbent. Saksi juga tak bisa menegaskan katanya-katanya. Jadi, siapa yang curang itu tidak jelas," ujarnya.

Meski demikian dia mengakui bahwa dalam Pilpres itu bisa saja ada kekurangan, tapi tak akan menggagalkan hasil Pilpres. Apalagi Prabowo-Hatta tak bisa membuktikan jumlah yang dicurangi itu di mana dan berapa. "Kalau pun ada jumlahnya tak sampai 8,4 juta dan pasti tak akan bisa menggungguli perolehan suara Jokowi-JK," katanya.
 
PUTUSAN MK: Putusan Sengketa Pilpres 4.000 Halaman Lebih, Yang Dibacakan 300 Halaman

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengungkapkan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Sengketa Pilpres) mencapai 4.392 halaman.

"Putusan ini cukup tebal, 4.392 halaman, namun yang akan dibacakan sekitar 300 halaman," kata Hamdan saat membuka sidang pembacaan putusan Sengketa Pilpres di MK Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Hamdan juga meminta maaf terkait mundurnya jadwal sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres karena masalah teknis.

"Kami minta maaf karena terlambatnya jalannya sidang karena masalah teknis, penggadaan putusan," ungkap Hamdan.

Sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres ini baru dimulai pukul 14.30 WIB atau mundur 30 menit dari jadwal semula dijadwalkan 14.00 WIB.

Dalam sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres ini, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa tidak hadir dan hanya diwakili oleh tim kuasa hukumnya, sedangkan dari pihak KPU hampir semua ketua dan anggota komisioner hadir.

Sementara dari pihak terkait juga hanya dihadiri oleh para tim kuasa hukumnya.

Permohonan sengketa Pilpres ini diajukan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Prabowo-Hatta mengajukan gugatan atas dugaan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif pada pelaksanaan Pilpres 2014.
 
"Kerusuhan massa pendukung Prabowo-Hatta pecah di sekitaran Patung Kereta Kencana, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014).
Dari kejadian tersebut ada empat orang mengalami luka. Tiga orang dari massa pendukung Prabowo dan satu orang polisi. Saat ini para korban tersebut dirawat di posko tenda di depan gedung perkantoran Indosat."
 

Sidang majelis hakim MK memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta atas hasil pilpres 2014, Kamis (21/8/2014).
Putusan itu dibacakan Ketua MK Hamdan Zoelva, dan tanpa “dissenting opinion”. Dengan demikian Jokowi-JK pemenang pilpres 2014 sesuai dengan penghitungan KPU. Hasil tersbeut dibacakan sekitar oukul 20.40 WIB.
Sebelumnya, tim kuasa hukum calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Jusuf Kalla menilai tuduhan yang dilayangkan kubu Prabowo-Hatta terkait kecurangan dalam pemilu 2014 sudah jelas tidak terbukti.
Anggota tim kuasa hukum Jokowi-Jusuf Kalla Taufik Basari mengatakan beberapa gugatan yang krusial sudah jelas terbantahkan. Antara lain terkait pembukaan kotak suara sudah jelas, dan tidak masalah bagi MK.
Lebih lanjut, menurutnya, terkait penghitungan suara juga dianggap MK kabur dan tidak jelas. Sementara, soal Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) juga tidak masalah, karena KPU boleh mengeluarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
“Selain itu jelas tidak ada bukti-bukti adanya mobilisasi pemilih. Memang ada catatan yang perlu diperbaiki. Yang jelas, buat kami yang paling penting MK tidak mengakui adanya kecurangan,” ujarnya di sela sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di gedung MK, Kamis (21/8/2014).
Sebelumnya, tim kuasa hukum Jokowi-Jusuf Kalla menilai rencana kubu Prabowo menggugat keabsahan Jokowi sebagai calon presiden dinilai mengada-ada. Alasannya, jika ingin mempermasalahkan, maka sebaiknya di awal kampanye.
  

Menikmati Wana Wisata Coban Kethak

Penasaran ingin menikmati air terjun di lembah kera? Temukan nuansa itu hanya di Coban Kethak yang terletak di Desa Pait, Kecamatan Kasembon. Air terjun di areal hutan lindung BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Ngantang yang pernah menjadi tempat persembunyian kera ini menjadi salah satu pilihan tepat untuk menikmati pemandangan air terjun.

Tak jauh dari perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri terdapat sebuah air terjun bernama Coban Kethak. Berada di antara rerimbunan perkebunan durian dan hutan kawasan Desa Pait, Kecamatan Kasembon yang berhawa sejuk.
Nama Coban Kethak mungkin belum pernah Ngalamers dengar sebelumnya. Meskipun sering bepergian ke arah Kediri atau Jombang. Lokasinya yang cukup strategis di tepi Jalan Utama Malang - Kediri (kiri jalan dari arah Kediri) membuat kawasan wisata yang baru dibuka beberapa minggu ini sangat potensial untuk dikembangkan.

Air terjun dari ketinggian 25 meter ini menyuguhkan keindahan panorama alam yang sangat menawan. Deburan air terjun yang membelah tebing ini memecah kesunyian hutan belantara di kawasan ini.
Tidak hanya terdengar keras, aliran arus Coban Kethak juga terlihat begitu kencang. Bak seorang pelari yang mendengar peluit, langsung tancap gas.
Coban Kethak berlari kencang meliuk di antara bebatuan kali. Buih-buih dari aliran ini seperti ribuan pelari yang berkejaran.

Wisata Coban Kethak belum resmi dibuka. Untuk sementara Keluarga Sejahtera hanya dipungut Rp.3.000,- untuk biaya parkir. Belum ada tiket resmi yang dikeluarkan oleh pengelola.

Dari area parkir yang berada agak menjorok di samping jalan raya, jalan menuju air terjun bisa ditempuh kurang lebih 3 menit. Rutenya memang agak curam , meski sudah ditata dan dikeraskan dengan bebatuan, tetap dibutuhkan kehati-hatian. Berada di bawah pepohonan durian juga terdapat beberapa gazebo untuk beristirahat.

Di ujung jalan bebatuan yang tertata rapi, Keluarga Sejahtera akan disambut oleh sebuah bangunan permanen mirip panggung terbuka yang (sementara) beralaskan bambu tepat di atas aliran sungai, sekitar 30 meter dari air terjun. Cukup luas untuk digunakan berfoto atapun mengamati air terjun dari sudut pandang yang bagus.



Menurut seorang penjaga Coban Kethak, Zainal Abidin, nantinya oleh pihak pengelola, aliran air yang melalui Coban Kethak akan dibuatkan saluran tersendiri dari sumber air yang bersih. "Kali Lanang saat ini terkadang masih digunakan masyarakat untuk membuang limbah dari ternak. Selain itu ketika di hulu hujan, airnya bisa cukup besar dan terkadang membawa material kayu" katanya.

Ditambahkan Zainal, masih banyak hal yang akan ditambah oleh pengelola, seperti akses listrik, perbaikan jalan menuju coban, serta penyempurnaan area parkir. Pembangunan area wisata Coban Kethak ini diprakarsai oleh seorang pengusaha lokal Kasembon yang bekerjasama dengan pihak Perhutani.

eorang penjaga loket lainnya, Rizal juga mengungkapkan hal serupa, "Untuk sementara saat ini belum ada tiket masuk resmi, kami hanya menjaga parkir pengunjung," ungkapnya. Untuk saat ini wisata Coban Kethak dibuka dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 WIB.


Nama:
  • Wana Wisata Coban Kethak
Wilayah:
  • Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang
Fasilitas (sementara):
  • Area Parkir, gazebo, pos pantau, ruang bilas, kamar mandi
Akses:
  • 15 - 20 menit dari perbatasan Kabupaten Kediri (Kecamatan Kandangan).
  • 1 jam dari Kota Batu. (Kendaraan pribadi)
  • Kendaraan Umum (Bus Malang - Kediri - Jombang) turun di depan gerbang masuk.
  • Kendaraan Pribadi ( Roda 4 & 2)
Perjalanan yang singkat ini juga cukup menyenangkan. Tinggal menyisiri kawasan hutan lindung yang dipenuhi beragam tanaman rimba. Di sela-sela tanaman rimba ini terselip sejumlah tanaman buah. Di antaranya alpukat, durian, hingga tanaman salak. Selain itu, juga terdapat cukup banyak tanaman kopi.

Air terjun yang mudah dijangkau tidak saja didapati di Coban Kethak. Tapi, juga bisa ditemui di Grojogan Sewu. Air terjun di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon itu berada di areal hutan lindung BKPH Ngantang. Keberadaannya juga sangat dekat dengan jalan raya. Hanya berjarak setengah kilometer dari jalan raya.
Kedua coban yang mudah dijangkau dari jalan raya ini, terletak berjauhan. Keduanya berjarak sekitar 12 kilometer. Dari arah Kasembon, Coban Kethak terletak di sisi kiri jalan. Sedangkan, Grojogan Sewu terletak di sisi kanan jalan.

Bedanya dengan Coban Kethak, Grojogan Sewu terlihat dari jalan raya. Pengguna jalan raya yang melintasi kawasan jalan raya inipun bisa memandanginya dari pinggir jalan. Namun, memandanginya dari jarak dekat, jauh lebih menyenangkan.

Air terjun yang menyembul di antara tebing ini, terlihat seperti mengucur dari bawah pohon. Tepat di atas aliran air ini berdiri kokoh pohon besar jenis bendo. Di sekeling tanaman bendo juga dipadati tanaman bambu. Air yang terjun meliuk-liuk di antara bebatuan dan bercampur dengan Sungai Konto.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -