25_kahitna.jpg
Usai sudah Konser 25 Tahun Cerita Cinta KAHITNA digelar. Puncak perayaan 25 tahun KAHITNA itu sukses membius ribuan pecinta KAHITNA yang memenuhi plenary hall Jakarta Convention Center, Kamis pekan lalu. KAHITNA pun membuktikan janji-janji mereka untuk menampilkan pertunjukkan yang lebih dari sekedar konser musik biasa. Lebih dari 25 hits mereka bawakan dalam waktu kurang lebih 3 jam telah menyihir JCC malam itu. Konser inipun semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah selebritis sahabat KAHITNA seperti Rossa, Melly Goeslaw, Becky Tumewu, Project Pop dan lain-lain. Juga band-band bintang tamu yang turut serta membawakan lagu-lagu KAHITNA. Dan satu yang paling membahagiakan KAHITNA adalah dukungan ribuan penonton yang tak lelah menjadi “backing vocal” sepanjang konser.

JALANNYA KONSER
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sore itu ternyata tak menyurutkan animo pemegang tiket konser. Mereka terus berdatangan dengan semangat dan harapan yang sama, yakni menyaksikan konser musik cinta istimewa dari band besar pembawa lagu-lagu cinta terbaik Indonesia. Antrian pun sudah mengular panjang jauh sebelum pintu masuk I dibuka menjelang pukul 19.00 WIB. Dan meski harus mengantri kembali untuk memasuki hall konser, penonton tetap bersemangat hingga akhirnya lepas pukul 20.00 WIB 3500 penonton telah memadati hall konser.

Suasana riuh mulai menggema jelang pukul 20.30 WIB saat tirai putih yang menutupi panggung konser membiaskan cahaya layar, menampilkan rangkaian kelopak mawar merah dan hitam yang membentuk simbol “Love”. Dalam riuh penonton Jamaican Cafe muncul dari sisi kanan dan kiri panggung. Membawakan nomor acapela Ti Amo, lagu berbahasa Italia milik KAHITNA dari album Sampai Nanti (1998), dengan menyisipkan bunyian-bunyian khas Cerita Cinta, Jamaican Cafe menjadi pembuka yang manis dan sukses memantik gairah penonton untuk mengantar ke pertunjukkan sesungguhnya.


Jamaican Cafe undur diri. Lampu panggung meredup. Namun JCC kembali riuh ketika overture manis dalam balutan musik big band terdengar menyambung dari balik tirai. Instrumentasi intro Cerita Cinta serta permainan piano referen Cinta Sudah Lewat membuat penonton semakin geregetan. Dan akhirnya saat referen Biarkanlah dimainkan, tirai pun terjatuh. Layar menyala dan riuh rendah pun meledak ketika perlahan logo 25 tahun KAHITNA terukir dilayar diikuti gambar sampul-sampul album KAHITNA. Show Time !!!!.
Layar terbelah dan bergerak terbuka menampilkan 9 orang berpakaian serba putih di atas panggung.

KAHITNA pun langsung “menghajar” JCC dengan irama rancak Lajeungan. Tak sekedar bernyanyi, ketiga vokalis membuat penonton histeris lewat koreografi yang dengan manis mereka bawakan sepanjang lagu. Selesai Lajeungan, KAHITNA menyapa penonton. Hedi pun menceritakan sejarah lagu Lajeungan yang diciptakan oleh Doddy Is dan Yovie Widianto pernah menghantarkan KAHITNA menjadi juara dua dunia dalam kompetisi musik Internasional di Tokyo tahun 1991.

Segmen pertama rupanya menjadi sesi etnik sekaligus nostalgia karena tak menunggu lama KAHITNA kembali mengajak penonton bergoyang lewat tembang Di Rantau. Lagu bernuansa etnik Minang ini pun mulai memancing “paduan suara” penonton. Hedi, Carlo dan Mario juga kembali menari dan penonton semakin riuh ketika Hedi melempar topinya ke arah penonton festival.

Di Rantau tuntas dibawakan, panggung pun meredup. Layar menutup dan bergerak ke tengah kembali. Seorang wanita muncul dan berjalan dari sisi kiri panggung. Dengan kipas mengembang, untaian kata-kata manis terlontar darinya. ”dengan benang ketulusan aku merenda kasih, menyulam sayang, merajut cinta..dan akan kujadikan sehelai kain indah bernama cinta..”. Dian Nitami pun membuat penonton “mengaduh”. Dan riuh pun berlanjut ketika seorang pria berpakaian serba putih keluar dari sisi kanan panggung menuntun sepeda kumbang. Tanpa jeda lama dia membalas kata-kata manis Dian. “Kalau aku mengatakan cinta padamu, itu bohong..sebab cinta tak pernah bisa menggambarkan betapa hatiku menginginkan kamu. Dan aku juga bohong kalau mengatakan kamu cantik, kamu lebih dari sekedar cantik...”. Anjasmara membuat penonton JCC kembali bertepuk tangan.

JCC tak dibiarkan hening terlalu lama. Sekejap setelah Anjas dan Dian menghilang, intro manis terdengar dari balik layar yang sedetik kemudian terbuka kembali menampilkan kembali Hedi Yunus dan kawan-kawan yang telah berganti pakaian serba coklat. KAHITNA pun mulai memimpin paduan suara ribuan penonton dengan Seandainya Aku Bisa Terbang.

Usai tembang Seandainya Aku Bisa Terbang, KAHITNA memulai segmen berikutnya dengan tembang-tembang cinta segitiga. Merenda Kasih dan Aku Dirimu Dirinya KAHITNA bawakan tanpa jeda. Malam pun mulai “galau” dan penonton terus melakukan koor.
Konser terus berlanjut. Interaksi antara Hedi, Carlo dan Mario dengan penonton yang terjalin akrab membuat panggung konser malam itu serasa tiada bersekat. KAHITNA begitu dekat dengan pecintanya. Cerita-cerita di balik setiap lagu yang mereka bawakan membuat penonton dari berbagai generasi bisa mengikuti jalannya pertunjukkan sembari mengulang kembali masa-masa lalu KAHITNA.

Dan tak cuma ketiga vokalisnya yang berinteraksi dengan penonton. Yovie Widianto pun buka suara dari balik pianonya. "Saya tahu pandai bicara itu penting, tapi sejatinya, katanya berjuang itu bukan sekedar bersuara. Banyak politisi hebat, pandai bicara, tapi pada kenyataannya..........". KAHITNA pun kembali bernyanyi dengan Bangun Negeri.

Usai Bangun Negeri KAHITNA kembali mengajak penonton bernyanyi dengan nomor manis Andai Dia Tahu. Belum selesai penonton mengatur nafas, KAHITNA menghentak panggung dengan Tentang Diriku. Paduan suara penonton pun berlanjut.
Konser malam itu tak cuma memanggungkan satu nama. Romantisme musik cinta KAHITNA juga dilagukan oleh sejumlah band. Saat KAHITNA undur diri sejenak, panggung tak dibiarkan menganggur. Penonton terus diajak menyelami cita rasa cinta KAHITNA. The Groove mengambil alih panggung dengan membawakan Selamat Ulang Tahun Cinta dan Bagaimana. Penonton pun terus ikut bernyanyi. The Groove juga menjelaskan kedekatan mereka dengan KAHITNA. Selain disokong penuh oleh KAHITNA, dua personel The Groove ternyata bersaudara dengan personel KAHITNA Andrie Bayuadjie dan Yovie Widianto. The Groove selesai, KAHITNA pun kembali naik panggung. Kali ini mereka mengajak penonton untuk melihat “asal-usul” lirik-lirik khas KAHITNA melalui medley lagu lama Eya Eyo, Oo Wae dan Katakan Saja.

Bintang tamu kembali KAHITNA hadirkan. Kali ini pemain akordeon bernama Tiwi dan gitaris Indra menemani KAHITNA menyanyikan Bintang. Lagu pun menjadi semakin manis dan JCC kembali bernyanyi bersama. Usai lagu Bintang KAHITNA mengenalkan lagu baru mereka berjudul Suami Terbaik. Liriknya yang manis dan lagunya yang menyentuh kembali mengundang tepuk tangan riuh penonton. "Namun ku tak cari pengganti agar kau di sana tahu, aku suami terbaik...".

Selesai dengan Suami Terbaik KAHITNA memberikan panggung kepada “keponakan” mereka, RAN. Band dengan personel 3 orang itu pun langsung menghentak dengan Mengapa Terlambat, lagu KAHITNA dalam album Soulmate (2006). Dan KAHITNA yang tak meninggalkan panggung menikmati aksi junior nya dari belakang. Selesai bernyani RAN pun ikut menyapa penonton. Mereka bahkan mengundang tawa saat memanggil Hedi Yunus dan Yovie dengan sapaan “Om”. Tak cuma satu lagu, RAN juga membawakan referen Untukku dan menyanyikan secara penuh Cinta Sudah Lewat serta Setahun Kemarin bersama-sama KAHITNA. Kolaborasi yang sangat memukau, paduan suara pun terus berlanjut.

Tak cuma penikmat pop romantis yang KAHITNA manjakan malam itu. Pendengar musik jazz dan fusion pun tak KAHITNA tinggalkan. Secara mengagumkan KAHITNA membawakan nomor instrumental Pasadena – Pinokio dengan sangat bertenaga.

Memasuki pukul 22.00 bintang tamu kembali dihadirkan. Kali ini Maliq & D’Essentials naik panggung dan dengan aransemen khas mereka, lagu KAHITNA Everybody Needs Somebody mereka bawakan. Tak cuma satu lagu, mereka juga membawakan ulang hits KAHITNA – Permaisuriku dengan aransemen yang sangat manis. Maliq & D’Essentials pun menjelaskan kalau lagu Permaisuriku merupakan lagu andalan mereka sewaktu meniti karir di panggung musik kafe.

Letih bernyanyi JCC pun istirahat sejenak. Namun panggung tak dibiarkan kosong. Delapan wanita dengan memadukan gerak ala hip hop dan balet menyuguhkan sebuah tarian yang manis. Pertunjukkan yang awalnya tampak biasa ini ternyata menjadi kejutan saat instrumentasi Cinta Sendiri tiba-tiba terdengar dan menjadi musik pengiring tarian hingga usai.

KAHITNA pun melanjutkan pertunjukkannya. Dengan telah berganti kostum serba putih hitam, mereka memulai segmen cinta indah lewat nomor Tak Sebebas Merpati. Penonton pun kembali terbangun hingga saat KAHITNA meneruskan cerita cintanya dengan nomor Menikahimu dan Menanti yang dibawakan secara medley dengan aransemen serta iringan orkestra yang menambah kesan hidmat lagu tersebut.

Paduan suara ribuan penonton tak kunjung surut. Kali ini bahkan makin riuh ketika KAHITNA memulai segmen cinta perih. Takkan Terganti, Nggak Ngerti, Mantan Terindah dan Soulmate sukses membuat penonton makin galau. Yang paling menarik adalah lagu Mantan Terindah dan Soulmate yang KAHITNA bawakan dengan kemasan serba mengejutkan. Kedua lagu itu dikawal dengan aransemen musik dan vokal yang baru dan belum pernah KAHITNA tampilkan. Apalagi saat menyanyikannya KAHITNA tak cuma memainkan tempo lagu yang berganti-ganti, namun juga dengan gerak tubuh vokalisnya yang mengundang tepuk tangan penonton seperti saat membawakan Mantan Terindah.

Pertunjukkan memasuki masa ujung. Namun riuh penonton justru makin menjadi-jadi. Entah dari mana dimulainya, penonton yang duduk di barisan bangku terdepan hingga belakang kompak berdiri dan bertepuk tangan ketika KAHITNA membawakan hits Cantik. Dan paduan suara penonton yang memenuhi JCC malam itu tak lagi terbendung saat intro Cerita Cinta dimainkan. Sedetik kemudian atmosfer JCC pun pecah ketika ribuan penonton mulai bernyanyi. "Hey..hey hiye hiye yei yei yei hiye hiye hiyee...!".

Di penghujung konser Jamaican Cafe kembali naik panggung dan bergabung bersama KAHITNA membawakan Sampai Nanti. Lirik lagunya ditambah permainan sorot lampu dari segala penjuru JCC menjadi ucapan terima kasih sekaligus “pamitnya” KAHITNA dari panggung malam itu. Pertunjukkan telah selesai. Namun apa yang terjadi ??. Penonton tak mau beranjak dari tempatnya. Mereka justru tak mengizinkan KAHITNA undur diri. Penonton yang awalnya duduk pun kembali bangkit dan berteriak meminta KAHITNA kembali bernyanyi. Sembilan orang itupun akhirnya menyerah kepada ribuan pecintanya sendiri. Dua lagu “dadakan” yakni Sebatas Mimpi dan Cinta Sendiri pun KAHITNA lantunkan untuk mengantar pulang pecinta mereka yang malam itu telah bersama-sama merayakan cinta melalui pertunjukkan musik tingkat tinggi. Pertunjukkan yang jika meminjam istilah anak muda jaman sekarang mungkin layak disebut sebagai Pertunjukkan Musik Cinta Tingkat Dewa.

SAMPAI NANTI
Dengan segala riuh rendahnya KAHITNA telah melintasi masa seperempat abad perjalanan musik cintanya yang luar biasa. Mereka membuktikan bahwa cinta tak hanya membuat sepasang merpati bisa terbang bebas bersama, cinta tak sekedar saat sepasang manusia mengucap janji suci untuk menikah, cinta lebih dari sekedar itu. Cinta tak cuma membuat segalanya lebih indah. Cinta bukan sekedar indah. Namun cinta sanggup membuat perjalanan panjang yang awalnya terasa berat menjadi kisah manis yang tak terlupakan sepanjang masa.

KAHITNA telah membuktikan bahwa kemunculan mereka 25 tahun silam tak sekedar untuk bernyanyi. Segala cerita dan cinta yang terjalin dalam perjalanan panjang itu menunjukkan arti kehadiran KAHITNA lebih dari sekedar grup musik. Mereka tak pernah kehilangan panggung. Mereka pun belum akan menggantung alat musiknya. Jadi, Sampai Nanti di pertunjukkan musik cinta KAHITNA berikutnya.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -