Tenggarong, 26 November 2011
Jembatan Mahakam yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur, runtuh. Pada saat kejadian, aktivitas kendaraan di jembatan sedang ramai.
dilaporkan 7 korban meninggal ditempat.


 Peristiwa ini sungguh mengagetkan. Jembatan Mahakam yang sangat terkenal sebagai 'Golden Gate' Kalimantan dengan panjang 1 km itu runtuh, hampir tak bersisa.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 16.20 WITA. Tidak ada yang menyangka, lalu lintas saat itu sedang sangat ramai.

Tak cuma itu, puluhan warga juga sedang menikmati sore yang indah di pinggir jembatan. Tiba-tiba saja, bruk, jembatan ambrol. Mobil-mobil dan kendaraan yang sedang melintas pun berjatuhan ke sungai.

Tak lama, tim SAR tiba di lokasi untuk melakukan penyelamatan. Sejumalah orang telah ditemukan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun belum diketahui bagaimana kondisinya.

Jembatan itu sebenarnya relatif baru saja dibangun. Jembatan penghubung Samarinda dengan Balikpapan itu baru selesai dibangun pada tahun 2002. Jembatan itu belum bisa dibilang terlalu tua.

















Jembatan Tenggarong yang melintasi Sungai Mahakam di Kalimantan Timur runtuh, Sabtu sore, 26 November 2011. Runtuhnya jembatan terjadi di saat ada banyak orang melintasi jembatan yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan ini.

"Kejadian terjadi sekitar pukul 16.15," kata Joni, petugas Rumah sakit Parikesit Kota Tenggarong, saat dihubungi VIVAnews.

Joni mengatakan seluruh korban dilarikan dan dirawat di RS. Saat ini tercatat setidaknya ada belasan korban yang sedang dirawat secara intensif. "Sebagian besar luka akibat tertimpa bangunan," ucapnya. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum mengaku belum mendapatkan informasi mengenai runtuhnya jembatan yang dibangun sejak tahun 2000-an itu. "Kami sedang mengumpulkan informasi tepatnya bagaimana kasus ini terjadi," katanya.

Lima jenazah yang ditemukan hari ini, Selasa 29 November 2011, telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Dengan demikian, hingga saat ini 18 korban tewas yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi.



Di antara lima jenazah itu, dua jenazah tersebut adalah Kwatila Triwarni (24) dan Murdiono (24). Kwatila dan Murdiono merupakan warga Taman Ngarum, Bukit Biru, Tenggarong. Mereka adalah sepasang calon pengantin. Dua sejoli itu rencananya akan menikah dalam waktu dekat.

Tiga korban lainnya adalah Awang M Ery Doli (36) warga Senopati RT 04 Tenggarong, Jayus (55) tinggal di Jalan Bukit Biru RT 4 Tenggarong, dan Didik Terang Ono (35) yang tinggal di Jalan Kartini.

Kepala Tim DVI Kaltim AKBP Budi Heryadi mengatakan, cara kerja timnya sudah dijelaskan. Yakni mengenali korban berdasarkan data-data yang masuk kepada polisi. Data yang diberikan oleh keluarga korban akan dicocokkan dengan jenazah. Begitu cocok, jenazah akan diserahkan kepada anggota keluarganya.

Tim DVI meminta kepada warga untuk tidak mengusik jenazah ketika menemukannya. Sebab, semua property yang terdapat pada jenazah itu merupakan petunjuk penting untuk proses identifikasi. Kini, Kelima jenazah itu telah dibawa oleh anggota keluarganya untuk dimakamkan.






- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -