SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf meminta agar tidak ada aksi demo selama kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Malang, Jawa Timur.

Pernyataan Wagub itu menyusul informasi yang beredar kedatangan Presiden itu akan disambut demo dari Asosiasi Kepala Desa (AKD). SBY  dan rombongan akan hadir pada acara Muktamar Thareqat di Ponpes Al Munawir, Malang. 


"Kami harap semua elemen masyarakat untuk bisa menghargai proses Muktamar itu. Apalagi dibuka oleh Presiden," kata Gus Ipul (sapaan akrab Saifulloh Yusuf), saat menghadiri acara seminar Deradikalisasi Islam yang digelar IAIN Sunan Ampel, di Hotel Inna Simpang Surabaya, Selasa (10/1/2012).

Ia juga mengatakan, pengamanan Muktamar ini akan dilakukan  dari berbagai aparat keamanan baik TNI maupun Polri. Tak hanya itu, pengamanan ini juga melibatkan Banser dan GP Ansor yang ada di wilayah Malang.

Ia juga mengajak kepada elemen masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang tepat dan benar agar kunjungan Presiden berlangsung lancar.

"Syukur kalau disampaikan secara wajar dan tidak sampai  demonstrasi apalagi sampai menutup jalan.” tambahnya.

Sementara itu, Informasi yang dihimpun dari Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Presiden bersama Ibu Negara dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II akan melakukan kunjungan kerja di Jatim selama dua hari.

Rombongan itu akan mendarat, Rabu (11/1/2012) di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang. Kemudian langsung menuju lokasi untuk membuka muktamar.
Setelah menginap di Malang, Kamis pagi rombongan bertolak dari Bandara Abdul Rachman Saleh Malang menuju Lapangan Udara (Lanud) TNI AU Iswahyudi Madiun untuk memantau kondisi markas pesawat tempur F-16 dan tersebut.

Sedikitnya sembilan menteri akan mendampingi kunjungan Presiden SBY ke Malang, 11-12 Januari besok. Guna memudahkan koordinasi maka seluruh menteri dan SBY akan diinapkan di Wisma Gajahmada dilingkungan Pangkalan TNI AL (Lanal) III Malang.
‘’Nama-nama menterinya saya masih menunggu konfirmasi dari setneg (Sekretariat Negara). Yang sudah pasti Mendikbud, Menseskab, Mensesneg dan Menag. Kalau lima menteri lainnya masih nunggu informasi lagi,’’ papar Gunarto, Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Jatim kepada Malang Post, Senin sore.
Dikatakan Gun, jadwal sementara SBY akan mendarat di Lanud Abdurahmah Saleh sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan pesawat pribadi. Di bandara milik Pemprov Jatim tersebut SBY akan melakukan peninjauan fasilitas bandara yang baru dioperasionalkan 30 Desember lalu.
Sekitar pukul 13.00 WIB, lanjut Gun, rombongan SBY akan melanjutkan perjalanan ke Lanal Malang dengan menggunakan jalan darat. Kendati begitu, SBY minta agar tidak dilakukan penutupan jalan sepanjang Raya Singosari hingga Jl. Kalimantan Malang.
‘’Tidak. Tidak ada penutupan. Karena beliau tidak mau kedatangannya menganggu aktifitas lalu lintas di Malang. Sebab, ditutup satu menit saja, Raya Singosari hingga Malang akan mengalami macet total. Begitu permintaan dari pak SBY,’’ ujarnya.
Setelah sampai Lanal, kata Gun, SBY akan istirahat sejenak kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Al Munawaroh Bululawang. Agenda utama SBY di pondok milik Gus Mus ini adalah membuka Muktamar Toriqoh, yang dihadiri 10.000 peserta se Indonesia.
‘’Kenapa pak SBY bersedia hadir di pondok itu karena memang muktamar empat tahunan toriqoh ini jatuhnya di Jatim. Kebetulan di pondok Bululawang. Beliau setiap ada muktamar ini memang selalu hadir,’’ jelasnya.
Usai membuka muktamar, SBY langsung kembali dan menginap semalam di Lanal. Esoknya, rombongan berangkat ke Madiun dengan menggunakan pesawat kepresidenan dari Lanud Abdurrahman Saleh. ‘’Kami belum tahu persis agendanya di Madiun. Katanya, pribadi,’’ pungkas Gun.

Menjelang kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke kampung halaman, Kamis (12/1/2012) sejumlah persiapan terus dilakukan. Salah satunya dengan memastikan rombongan orang nomor satu di negeri ini tidak terganggu gigitan nyamuk demam berdarah.

Pantauan detiksurabaya.com, Selasa (10/1/2012) di kompleks pendopo kabupaten, 2 orang berseragam oranye melakukan pengasapan. Para petugas Dinas Kesehatan tersebut masing-masing mengoperasikan mesin fogging. Hampir seluruh bagian sekitar pendopo tak ada yang luput dari kepulan asap putih.

"Kemarin kita survey, ternyata sudah ada jentik-jentik di daerah sini. Disamping itu karena akan ada kedatangan presiden. Selain itu juga merupakan kesiapan menjelang musim hujan," kata Suryono, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pacitan kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Suryono mengatakan, daerah sekitar Kantor Sekretariat Daerah memang merupakan kawasan rawan penularan DB. Bahkan dalam survey yang dilakukan sebelumnya, dari 4 titik yang diperiksa, semuanya diketahui terdapat jentik nyamuk.

"Karena ada potensi, maka kita lakukan fogging," tambah Suryono.

Sejumlah daerah lain di Kecamatan Kota yang sudah menunjukkan gejala penularan DB, terang Suryono, adalah Desa Kayen dan Kelurahan Sidoharjo. Bahkan di Desa Kayen sudah terjadi penularan endemis dan dilakukan fogging fokus.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -