Mojokerto - Basarnas Surabaya mendapatkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, bahwa banjir bandang di lokasi Wisata Pemandian Ubalan Pacet, Mojokerto, menelan 1 korban hanyut.

"Barusan kami mendapatkan informasi dari BPBD Provinsi Jawa Timur, ada 1 orang hanyut. Hanya informasinya sebatas begitu," kata Hari Adi Purnomo salah satu petugas dari Basarnas saat dihubungi wartawan , Jumat (3/2/2012).

Hari mengatakan, sampai saat ini Basarnas belum menurunkan timnya ke lokasi Wisata Ubalan Pacet. Alasannya, petugas piket Basarnas masih melakukan pengecekan informasi tersebut.

"Belum ke sana, karena baru saja kita dapat berita," tuturnya.

Ia menambahkan, meski belum berangkat ke lokasi kejadian, personel Bararnas sudah standby dan siap meluncur ke lokasi jika dibutuhkan.

"Sedang kami cek beritanya. Apa betul ada korban yang terhanyut. Kalau betul lokasinya dimana," jelasnya.

Sebelum banjir bandang menyapu wisata Pemandian Ubalan Pacet Mojokerto, warga sempat mendengar suara gemuruh air dari hulu Sungai Kromong. Suara gemuruh ini sempat membuat warga panik dan langsung keluar rumah.

"Sebelum air datang, saya dengar suara gemuruh. Seperti batu menggelundung ke bawah," kata Sukir (32), warga Pacet di lokasi, Sabtu (3/2/2012).

Sukir menceritakan, saat mendengar suara gemuruh warga menduga bahwa itu suara petir saat hujan. Warga yang mulai takut karena suara semakin kencang, akhirnya memutuskan untuk keluar rumah dan kios-kios tempat mereka berjualan.

Tanpa dinyana, suara gemuruh tersebut adalah air sungai yang meluap dan secara tiba-tiba menyapu kios dan warung para pedagang. Warga yang masih berada di dalam kios, banyak yang terjebak dan takut untuk melawan derasnya luberan air.

"Airnya deras sekali. Kita tak menduganya sama sekali. Banyak batu besar-besar terseret arus sungai mas," imbuh Sukir.

Kini, Sukir beserta keluarganya ketakutan tinggal di rumahnya yang dekat dengan sungai tersebut. Dia lebih memilih mengajak keluarganya untuk tinggal di rumah tetangganya yang jauh dari lokasi.


Lokasi wisata pemandian Ubalan (bukan air panas), Pacet, Mojokerto, Jawa Timur diterjang banjir bandang. Selain hewan ternak dan beberapa bangunan ambrol, dilaporkan sebuah pickup dan pengemudinya terseret air bercampur lumpur, Jumat (3/2/2012).

Banjir bandang itu karena hujan deras yang mengguyur wilayah hutan Pacet dan Taman Hutan Rakyat yang berada di lereng Gunung Welirang. Besarnya banjir bandang juga menyapu pemukiman penduduk di bawah Pacet.

Informasi yang dihimpun, banjir bandang itu juga menyebabkan Kali Kromong tak jauh dari Dusun Trece Desa Sajen Kecamatan Pacet menghanyutkan mobil pickup yang kebetulan di jalan desa setempat.

Pantauan di lokasi, pagar belasan rumah warga di Dusun Trece terbuat dari kayu dan beton ambrol. "Banjir datang tiba-tiba pukul 14.00 WIB siang tadi dan langsung menghanyutkan mobil dan hewan ternak warga," kata seorang warga, Teguh Indra (25) kepada wartawan saat ditemui di lokasi.

Menurut Teguh, banjir bandang ini yang pertama kalinya. Namun obyek wisata air panas padusan di atasnya Ubalan ada tahun 2004 disapu banjir bandang dan longsoran batu menewaskan puluhan pengunjung tempat wisata air panas tersebut.

Sementara warga dan pengunjung saat ini banyak terjebak di warung dan kios-kios yang berada di lokasi wisata karena arus masih deras.

Tim SAR gabungan mengevakuasi secara bergiliran di Dusun Trece maupun di tempat wisata itu dengan berpegangan tali tambang yang diikatkan pohon.

Suasana di lokasi wisata pemandian Ubalan (bukan air panas) Pacet, Mojokerto, masih mencekam. Aparat keamanan dan Tim SAR masih berupaya mengevakuasi penduduk. Namun arus air tak lagi sederas sebelumnya.

Pantauan wartawan, pukul 18.10 WIB, Jumat (3/2/2012), proses evakuasi cukup menegangkan. Selain karena situasi gelap, hujan gerimis juga terasa.

Warga maupun pengunjung yang basah kuyup di evakuasi ke rumah warga yang lebih tinggi. Meski sudah berada di tempat yang dirasa aman, warga maupun pengunjung diliputi perasaaan was-was. Karena mereka takut banjir bandang susulan terjadi.

"Cuacanya gerimis begini, saya takut sekali," kata Dewi Susanti yang berasal dari Krian, Sidoarjo kepada wartawan. Ibu satu anak ini datang ke wisata ini bersama sang suami.

Ketakutan juga dirasakan Sutik, warga Magersari Mojokerto. Dia yang dievakuasi di bukit atas komplek wisata mengkhawatirkan musibah banjir bandang terjadi lagi.

"Saya ingin pulang secepatnya tapi situasinya hujan begini," kata dia bersama seorang anaknya.

Banjir bandang menyapu lokasi wisata Ubalan Pacet dan permukiman penduduk sekitar pukul 14.30 Wib saat hujan mengguyur cukup deras. Selain merusak bangunan rumah warga, sebuah pickup dilaporkan hanyut beserta pengemudinya.

Satu korban banjir bandang di Pacet, Mojokerto yang dikabarkan menghilang, diketahui bernama Markiyah (50). Saat air bah menerjang, warga Dusun Trece Desa Sajen Kecamatan sedang mengevakuasi ternaknya.

"Tadi, saat air datang tak terlalu deras, dia (Markiyah, red) berusaha menyelamatkan ternaknya. Tapi kini dia menghilang," kata Guntoro (42), warga setempat kepada wartawan di lokasi, Jumat (3/2/2012).

Saat sibuk mengevakuasi puluhan kambingnya, air bah langsung datang dan menyapu kandang miliknya yang tak jauh dari anak Sungai Kromong. Markiyah dan ternaknya langsung hanyut begitu saja.

Kini, Guntoro dan puluhan warga setempat berusaha mencari Markiyah yang terseret luberan sungai. Dia berharap, Markiyah bisa ditemukan dengan kondisi selamat meskipun puluhan kambingnya lenyap.

"Kita berharap Bu Markiyah selamat. Sebab, mobil saja terseret jauh, apalagi manusia. Tapi semua kehendak Allah mas," tutupnya.

Mobil pickup yang hanyut terseret banjir bandang di wisata Pemandian Ubalan Pacet Mojokerto, akhirnya ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Mobil ditemukan dalam kondisi terbalik dan rusak parah. Sopir pickup sampai saat ini belum ditemukan.

"Saat ditemukan, tidak ada pengendaranya, hanya mobilnya saja," kata salah satu petugas SAR Pemkab Mojokerto, Didik Sudarso, Jumat (3/2/2012).

Ia menerangkan, saat kejadian sekitar pukul 14.30 WIB, banjir bandang dari Sungai Kromong yang juga menerjang Wisata Pemandian Ubalan, Pacet, juga melanda Dusun Krece. Bahkan, arus tersebut menyeret mobil pickup yang tidak diketahui pemiliknya. Selang 2,5 jam atau sekitar pukul 17.00 WIB, permukaan air menyusut dan mobil pickup warna hitam ditemukan.

Saat ditemukan, kondisi mobil mengalami rusak parah.  Posisi mobil terbalik. Body kepala penyok diduga terhantam bebatuan besar. Bahkan nopol kendaraan tersebut hanyut ditelan banjir bandang.

Saat ditanya tentang penumpang mobil tersebut yang dikabarkan hanya bersama kendaraanya, Didik mengaku masih melakukan pencarian.

"Itu kan masih dicari pemiliknya. Apakah benar-benar hanyut atau bisa menyelamatkan diri," jelasnya.

Hingga saat ini, mobil pickup tersebut masih belum dievakuasi. Warga sekitar yang sebelumnya berada di rumahnya masing-masing, kini bergerombol melihat bongkahan mobil tersebut.


Tim Basarnas Surabaya sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi, mulai bergerak menyisir Sungai Kramong, untuk mencari Markiyah (50) korban hanyut terseret arus banjir bandang di Pacet.

Penyisiran oleh 11 personel ini dimulai dari Ketajen Tengah, Wonokoyo hingga Bendet, yang panjangnya sekitar 3 Km, mulai pukul 05.00 WIB pagi tadi.

"Kita sekarang sedang melakukan penyisiran di sungai, tepi sungai dan persawahan atau perkebunan," kata Komandan Tim Basarnas Surabaya, Gugus, Sabtu (4/2/2012).

Selain menyisir sungai, kata dia, pihaknya juga menyisir persawahan dan perkebunan.

"Selain di sungai dan tepian, kita juga menyisir di persawahan atau perkebunan. Kondisi airnya sudah surut," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Satu korban banjir bandang di Pacet, Mojokerto yang dikabarkan menghilang, diketahui bernama Markiyah (50).
Saat air bah menerjang, warga Dusun Trece Desa Sajen ini sedang mengevakuasi ternaknya, Jumat (3/2/2012).

Korban terseret banjir bandang yang menerjang wisata Ubalan Pacet, akhirnya ditemukan dengan kondisi tewas mengenaskan. Tubuh korban bernama Markiyah (50), warga Dusun Trece, Desa Sajen tersebut tertimpa batu besar.

"Dia berhasil ditemukan dengan kondisi tertimpa batu besar. Tubuhnya hancur," kata Kapolsek Jetis, AKP Bambang Sudjatmiko , Sabtu (4/2/2012).

Bambang menjelaskan, jenazah Markiyah ditemukan di sungai Desa Centong, Kecamatan Gondang dengan tertimbun dua batu besar. Jarak antara lokasi terseretnya Markiyah dengan lokasi penemuan sekitar 10 Km.

"Informasi dari Kades Centong, ada mayat wanita yang tertimbun batu. Kita dan tim SAR langsung mengevakuasi," ujarnya.

Proses evakuasi sendiri berlangsung dramatis. Sebab, tubuh Markiyah yang hancur ini harus membuat petugas ekstra hati-hati. "Jika tak hati-hati mungkin banyak anggota tubuhnya yang tercerai," imbuhnya.

Di lokasi wisata Ubalan saat ini ramai dikunjungi wisatawan dan warga setempat. Mereka bukan berwisata, melainkan melihat reruntuhan puing setelah diterjang banjir bandang.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -