Kecelakaan maut melibatkan bus Karunia Bakti dan Doa Ibu serta 8 mobil lainnya di Cisarua, Puncak, Bogor sangat mengerikan! Data sementara 13 orang tewas dan 40 orang luka.

Berikut kronologi kecelakaan maut itu:

18.30 WIB:

- Bus Karunia Bakti dari arah Puncak menuju Jakarta melaju kencang
- Bus yang diduga mengalami rem blong ini menabrak beberapa mobil dan motor, dan menabrak bus Doa Ibu dari arah yang berlawanan. Selain itu pangkalan ojek, ruko dan penjual sayur turut diseruduk bus naas.
- Bus Karunia Bakti menabrak gardu listrik dan terjun mengenai villa di bawahnya.

19.00 WIB
- Evakuasi para penumpang dilakukan oleh warga dan petugas polisi setempat
- 13 Korban tewas dibawa ke RS Paru Cisarua
- Korban luka dilarikan ke RS Paru Cisarua dan RS PMI Bogor

21.30 WIB:
- 4 alat berat disiagakan untuk menarik kendaraan yang jatuh ke tebing
- Suasana di sekitar lokasi gelap gulita karena gardu listrik padam setelah dihantam bus
- Mobil yang berhasil dievakuasi segera dibawa ke Hotel Cisarua Indah

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, diduga sopir dari bus Karunia Bakti masih terjebak di dalam bus yang nyungsep di tebing.

"Sopir belum ditemukan, dugaan ada di dalam bus yang belum semua dapat dievakuasi," kata Martinus dalam pesan singkat yang diterima , Jumat (10/2/2012).

Berikut data kendaraan yang menjadi korban bus maut:

1. Suzuki APV B 8539 MV
2. Colt Picup F 8641 UN
3. Toyota Kijang D 1582 DF
4. Colt Pickup F 8172 WP
5. Angkot F 1928 LO
6. Toyota Avanza B 1536 SKB
7. Nissan Grand Livina F 1472 HD
8. Bus Doa Ibu Z 7588 HB
9. Bus Karunia Bakti (nopol belum diketahui)
10. Mitshubisi Pajero F 1974 FD

Korban luka akibat kecelakaan maut di Cisarua, Puncak, Bogor, dibawa ke RS Paru Cisarua. 46 Korban luka yang dirawat di RS itu kebanyakan mengalami patah tulang.

"Lukanya kebanyakan patah kaki dan tangan. Karena rem bus blong dan nabrak mana-mana," ujar petugas jaga RS Paru Cisarua, Kasmuni, saat dihubungi , Jumat (10/2/2012).

Disampaikan dia, ada 14 korban tewas yang saat ini ada di RS tersebut. Dua di antaranya belum bisa diidentifikasi.

"Yang dibawa ke sini ada penumpang bus, penumpang angkot, pengendara sepeda motor. Banyak korban luka karena tergencet di bus," sambung Kasmuni.

Menurut dia, sebagian korban dirujuk ke RS PMI, RS Sentra Medika Cibinong, serta RSUD Ciawi.

Bus Karunia Bakti bernopol Z 1795 DA jurusan Garut-Jakarta�terlibat kecelakaan dengan beberapa kendaraan lainnya di jalur Puncak, Cisarua, Bogor. Evakuasi korban masih dilakukan petugas. Sayang, evakuasi terkendala penerangan yang kurang.

"Agak kesulitan, kondisi sudah malam, penerangannya kurang dan banyak warga yang menonton sehingga hambat proses evakuasi. Arus lalu lints sementara sudah mulai cair baik dari atas ke bawah maupun bawah ke atas," ujar Kanit Lantas Polsek Cisarua Ipda Mulya saat dihubungi , Jumat (10/2/2012).

Menurut dia, ada kendaraan yang masuk ke jurang. "Korban luka masih didata dulu. Belum ada data pasti, diperkirakan puluhan. Semua korban dibawa ke Sanatoroium Cisarua dan PMI," sambung Mulya.

Polisi juga masih mencari sopir bus Karunia Bakti. Belum diketahui apakah sopir termasuk di antara salah satu korban yang dibawa ke RS atau kabur.

"Kita belum tahu sopirnya. Masih mendata korban yang ada," ucap Mulya.


Kecelakaan maut terjadi di jalur Puncak, Cisarua, Bogor. Bus Karunia Bakti yang membawa penumpang menyeruduk pemotor dan mobil. Lapak pedagang sayur juga ikut menjadi korban.

Menurut salah seorang saksi mata yang melintas di jalur tersebut, Budiman, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 WIB, Jumat (10/2/2012). Lokasi kejadian terletak sekitar 100 meter dari pintu keluar kawasan wisata Taman Safari.

"Ada beberapa motor ringsek diseruduk bus Karunia Bakti," kata Budiman kepada wartawan, Jumat (10/2/2012), yang tidak menghitung jumlah pasti motor yang rusak akibat bus nahas tersebut.

Selain menabrak pemotor, bus juga menghantam Daihatsu Xenia merah marun dan Suzuki APV. "Xenia ringsek bagian belakang dan samping, APV rusak belakang dan bodi samping," tutur Budiman yang dalam perjalanan menuju Jakarta ini.

Bukan hanya kendaraan bermotor, bus juga menabrak pedagang sayur dan buah yang biasa mangkal di pinggiran jalan.

"Sayuran dan buah-buahan berantakan di jalan," katanya.

Budiman menyaksikan beberapa orang terluka dan penumpang bus dievakuasi turun dari bus tersebut.

"Jalan dua arah jadi macet, tidak bergerak," tutup Budiman.

Polisi mencatat 14 korban tewas akibat kecelakaan bus maut di Cisarua, Bogor. 12 korban berhasil diindentifikasi sementara dua korban lainnya belum diketahui identitasnya.

1. Lili Tiva, Se (54). Jl Terate VI No 10, Larangan Indah, Ciledug, Tangerang.
2. Dedah (43). Kp Salam Nunggal RT 2/5, Kecamatan Leles, Garut
3. Nurul Iman (45). Jl Padasuka RT 4/2, Cibeunying Kidul, Bandung
4. Hasan Ansori (37). Pondok Bambu Asri Utara II RT 13/09, Duren Sawit, Jakarta Timur
5. Duduh Suparman (68). Buniaga RT 5/7, Ciherang, Cianjur
6. Apit (55). Kp Babakan RT 4/2, Karang Tengah, Cianjur
7. Dadan Suherlan (40). Kp Sumerlap RT 2/4, Malangbong, Garut
8. Solahudin (38). Kp Hanjawar, RT 2/10, Pacet, Cianjur
9. Piat (32). Kp Cibuntu RT4/8, Mekar Luyu, Sukawening, Garut
10. Ihim Solihin (50). Desa Sentul No 7, Babakan Madang, Bogor
11. Isah (40). Kampung Ojolali, Cisarua, Bogor
12. Dede Jaenudin. Kp Nagrak, RT 2/1, Giri Mulya, Cianjur
13. Tanpa identitas
14. Tanpa identitas

Bus Karunia Bakti bernopol Z 1795 DA jurusan Garut-Jakarta�terlibat kecelakaan dengan beberapa kendaraan lainnya di jalur Puncak, Cisarua, Bogor. Evakuasi korban masih dilakukan petugas. Sayang, evakuasi terkendala penerangan yang kurang.

"Agak kesulitan, kondisi sudah malam, penerangannya kurang dan banyak warga yang menonton sehingga hambat proses evakuasi. Arus lalu lints sementara sudah mulai cair baik dari atas ke bawah maupun bawah ke atas," ujar Kanit Lantas Polsek Cisarua Ipda Mulya saat dihubungi wartawan, Jumat (10/2/2012).

Menurut dia, ada kendaraan yang masuk ke jurang. "Korban luka masih didata dulu. Belum ada data pasti, diperkirakan puluhan. Semua korban dibawa ke Sanatoroium Cisarua dan PMI," sambung Mulya.

Polisi juga masih mencari sopir bus Karunia Bakti. Belum diketahui apakah sopir termasuk di antara salah satu korban yang dibawa ke RS atau kabur.

"Kita belum tahu sopirnya. Masih mendata korban yang ada," ucap Mulya.

Tak hanya penumpang bus Karunia Bhakti maupun penumpang kendaraan lain yang tewas pada kecelakaan maut di Cisarua, Puncak, Bogor. Pemilik warung bakso Ojo Lali bernama Aisyah pun tewas diseruduk bus jurusan Garut-Jakarta ini.

"Salah satu korban tewas bernama Aisyah, warga Taman Safari," jelas Kepala Kepala perwakilan Jasa Raharja kabupaten Bogor, Yahya Zulami, Jumat (10/2/2012) malam.

Korban tewas hingga pukul 22.30 WIB sudah mencapai 14 orang. Sedangkan korban luka sebanyak 40 orang.

Dari penelusuran di lapangan, Aisyah tak lain pemilik warung bakso bernama Ojo Lali. Kondisi warung bakso yang ditabrak bus Karunia Bhakti hancur.

Bus Karunia Bhakti yang melaju dari kawasan Garut-Jakarta diduga mengalami rem blong. Bus menabrak sekitar sembilan kendaraan. Antara lain Avanza, Grand Livina, APV, Pajero Sport, mobil boks, mobil sayur dan angkot. Bus juga menyeruduk beberapa motor. Totalnya sekitar 12 kendaraan diseruduk bus maut tersebut.

Tak hanya menyeruduk kendaraan kecil, bus berwarna hijau juga menabrak bus Doa Ibu yang melaju dari arah berlawanan. Bus Doa Ibu hancur di bagian kanan.
Meski demikian, bus Kurnia Bhakti terus melaju ke arah kanan sehingga menabrak warung bakso. Bus pun akhirnya masuk ke kawasan Villa yang posisinya berada di bawah. Sehingga bus dengan kondisi nungging. Kepala bus di bawah dan ekornya di atas.

Polisi menutup sementara arus lalu lintas dari perempatan Gadog, Bogor, Jawa Barat, menuju Puncak. Ini untuk menguraikan kemacetan dan memudahkan evakuasi korban kecelakaan bus yang menewaskan 13 orang di Cisarua, Jumat (10/2) malam.

"Kami mengimbau pengendara untuk sementara tidak naik ke Puncak dulu karena di atas sudah padat, dan proses evakuasi masih berlangsung," kata seorang aparat Pos Polisi Gadog, Brigadir Yusuf.

Kendaraan yang diperbolehkan naik hanya sepeda motor, mobil ambulans, atau kendaraan polisi. Meski arus dari Gadog sudah berkurang, mendekati Cisarua lalu lintas hingga pukul 22.00 WIB masih tersendat.

Bus Karunia Bhakti rute Garut-Jakarta masuk jurang sedalam 10 meter di dekat pasar Cisarua, Puncak, pukul 18.30 WIB. Sudah 13 orang, yang umumnya dalah penumpang bus, dilaporkan tewas.

Menurut saksi mata, bus yang diduga mengalami rem blong itu sempat menabrak kendaraan roda empat serta sepeda motor sebelum terjun ke jurang.
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring turut berduka cita atas kecelakaan maut di Cisarua. Melalui jejaring twitter, Tifatul mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban tewas dan yang terluka atas insiden maut tersebut.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita dan mari doakan para korban tewas & luka pada kecelakaan lalu lintas di Cisarua Bogor," tulis Tifatul.
Kecelakaan bus Karunia Bhakti dan belasan kendaraan di kawasan Cisarua Puncak mengakibatkan 14 orang tewas. 40 orang lainnya mengalami luka.
"Saat ini saya sedang di kamar mayat RS Paru Cisarua. Korban tewas sebanyak 14 orang dan korban luka 40 orang," tegas Kepala perwakilan Jasa Raharja kabupaten Bogor, Yahya Zulami, Jumat (10/2/2012) malam.
Menurut Yahya, dari 14 korban tewas, 11 korban sudah terindentifikasi. "Tiga lagi belum berhasil diidentifikasi," jelas Yahya.
Pihak Jasa Raharja saat ini sedang mendata dan mencari dokumen dari para korban untuk menyantuni. 

Kecelakaan Maut Cisarua, Bogor, diperkirakan merenggut belasan korban tewas. Kecelakaan beruntun yang terjadi di depan Hotel Safari Garden, Jalan Raya Puncak, Bogor itu terjadi sekitar pukul 18.30 melibatkan bus Karunia Bakti, bus Doa Ibu, sejumlah mobil pribadi, angkutan umum, dan motor.

"Banyak yang meninggal dunia di tempat," kata Watty Yusmaini Eriawati, seorang saksi mata, Jumat 10 Februari 2011. Jumlah korban hingga pukul 21.00 sebanyak 13 tewas dan 42 lainnya luka-luka.

Kecelakaan berawal dari rem blong bus Kurnia bakti yang mengarah ke Jakarta. Akibatnya, sopir tidak bisa mengendalikan kemudi hingga menabrak bus Doa ibu yang mengarah ke Puncak. Tabrakan kedua bus merembet ke mobil pribadi, angkutan umum, dan motor. "Korban bukan hanya penumpang kendaraan, tapi juga pejalan kaki," ujarnya.

Bahkan Watty sempat melihat korban yang merupakan pengendara motor terseret beberapa meter oleh bus Kurnia Bakti. Kala terseret, si korban telah tewas. "Beberapa jenazah diletakan depan Hotel Nila Karmila. Ambulan pun masih bolak-balik mengakut jasad itu," ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan jika korban tewas dan luka-luka dievakuasi ke Rumah Sakit Paru Cisarua. Bagian Informasi Rumah Sakit Paru Cisarua, Alvina, menyatakan jika jumlah total korban belum diketahui. "Kami belum bisa memastikan jumlah korban," kata Alvina.

Sejauh ini jumlah korban tewas yang teridentifikasi sebanyak tujuh orang. Tiga lainnya belum diketahui identitasnya. Sisanya masih belum bisa dipastikan.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -