Kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa kembali terjadi. Kontainer yang diangkut truk trailer Nopol L 8184 HZ terguling di Jl Ahmad Yani, Surabaya. Kontainer berisi keset menimpa sejumlah pengendara motor, Rabu (15/2/2012) .


Informasi yang dihimpun, diduga ada motor dan pengedaranya yang tergencet. Bahkan terlihat kedua kaki seorang pria tua tergencet berikut motor Honda miliknya.

Dan seorang lagi yang diduga perempuan hanya terlihat satu tangannya, sementara sekujur badannya di bawah kontainer. Darah segar mengalir dari bawah kontainer.

Kontainer yang terguling beserta sasisnya hingga pukul 16.15 Wib belum dievakuasi. Posisi kontainer itu melumpuhkan Jalan Ahmad Yani arah Waru. Kemacetan tak terbendung, apalagi saat kejadian tepat waktu pulang kerja.

Satu orang korban container terguling meninggal dunia pukul 03.00 WIB di RSAL dr Ramelan, Kamis (16/2/2012). Dia atas nama Syaiful Rahman (22) yang ternyata bekerja sebagai cleaning service RSAL.

Kabar meninggalnya Syaiful dibenarkan oleh dokter IRD RSAL dr Ramelan saat dihubungi , Kamis (16/2/2012). Menurutnya, Syaiful mengalami luka parah. Kedua kakinya patah dan hancur. Kepalanya terbentur dan kehilangan banyak darah.

"Dia juga sempat kehilangan banyak darah. Kemarin malam tidak sadar dan akhirnya meninggal pukul 03.00 pagi tadi," katanya.

Saat kejadian, Syaiful yang warga Krembung Sidoarjo itu baru saja pulang dari bekerja di RSAL. Ia hendak menuju Sidoarjo untuk mengikuti kuliah di Universitas Muhammadiyah jurusan komputer.

Nahas, ketika melintas di Jl. A Yani pertigaan Siwalankerto, container trailer L 8814 UZ terguling dan menimpanya. Ia tergencet container. Motor Jupiter W 6301 PZ ringsek parah. Setelah berhasil dievakuasi, ia langsung dilarikan ke RSAL hingga tadi pagi nyawanya tak tertolong.

Insiden container terguling juga mengakibatkan 2 orang pengendara motor lainnya terluka. Mereka adalah H. M. Duki warga Gedangan Sidoarjo dan David Leonardo warga Sidoarjo. Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim dan RSUD dr Soetomo.

Menurut dr Urip Murtedjo Kepala IRD RSUD dr Soetomo, korban yang dibawa ke rumah sakit itu meminta untuk pulang paksa pukul 18.00 WIB, Rabu (15/2/2012). Korban mengalami patah tulang kaki dan tidak seberapa parah.

Hasil pemeriksaan kepolisian menyebutkan bahwa daya pengereman trailer yang tidak maksimal membuat container terguling di Jl. A Yani Surabaya, Rabu (16/2/2012), meski laju kecepatan trailer masih di batas normal yaitu 40-50 km/jam.

Hal itu diungkapkan AKP Dwi Agung Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Kamis (16/2/2012). Pengereman mendadak dilakukan Mudjiono (39) sopir trailer L 8814 UZ yang mengetahui ada kendaraan berhenti di depannya untuk memberi kesempatan pejalan kaki menyeberang di pertigaan Siwalankerto.

Mudjiono pun mengerem mendadak. Terbukti ada bekas rem sejauh 4 meter sebelum container terguling. Setelah itu, dia membanting setir ke kanan hingga kepala truk naik ke median jalan. Mudjiono pun kembali membanting setir ke kiri, yang justru membuat container terguling ke kiri dan menimpa 3 pengendara motor di dekatnya.

Ia juga membantah bahwa gandengan trailer terlepas. Melihat kondisi trailer, kepala dan gandengan trailer masih dalam keadaan terikat. Hanya container saja yang terlepas karena sang sopir membanting setir dengan daya rem yang tidak maksimal.

"Karena muatannya berat menyebabkan daya pengereman tidak maksimal. Posisi gandengan juga masih terikat dengan kepala truk. Karena dia membanting setir ke kanan terus membanting lagi ke kiri, akhirnya containernya munting," ungkapnya.


Mudjiono memang hendak mengirim muatan kesek karpet yang diangkutnya dari UD Sehat di kawasan Rungkut menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak. Sekitar pukul 15.15 WIB, Rabu (16/2/2012), ia melintasi Jl. A. Yani, hingga peristiwa nahas itu terjadi.

Akibat tergulingnya container tersebut, 3 orang menjadi korban karena terjepit container. Satu orang diantaranya meninggal dunia karena mengalami luka paling parah setelah badannya tergencet container. Kemacetan panjang lebih dari 10 km juga terjadi menyusul kejadian tersebut.

Sementara itu, Mudjiono kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat pasal berlapis yaitu pasal 360 KUHP ayat 1 juncto pasal 359 tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain mengalami luka berat dan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal. 

Dari hasil penelitian tentang kelaikan jalan, Eddi Kepala Dinas Perhubungan Surabaya pada Suara Surabaya, Kamis (16/2/2012), mengatakan, untuk Head Tractor terdaftar di pengujian Dinas Perhubungan Surabaya dengan nomor SB 150127. Ini berlaku sejak 16 Agustus 2011 sampai 16 Februari 2012. Jadi saat kecelakaan, Rabu (15/2/2012) kemarin sore masih berlaku.

Bahkan rem di Head Tractor saat dicek berfungsi bagus. Namun untuk kereta tempelan, kata Eddi, ternyata diuji di Jakarta dengan nomor 507657 dan masa berlakunya hingga 18 Desember 2011. Ini artinya, kondisi kereta tempelan sudah habis masa berlakunya. Dan yang cukup fatal yakni rem pada kereta tempel tidak difungsikan oleh pengemudinya.

“Pipa rem penghubung harus tersambung dengan head tractor. Namun dari penelitian, rem jelas tidak disambung oleh pengemudi sehingga tidak bisa ngerem di belakang. Begitu pula dengan twist lock yang ada hanya 3. Padahal untuk kontainer 40 feet jumlah twist lock harus 8 dimana sisi kanan kiri masing-masing 4 dan harus terkunci dengan baik,”papar Eddi.

Eddi mengatakan di lapangan memang sering ditemukan keteledoran pengemudi dan pemilik angkutan tidak meneliti secara benar kondisi fisik mobil angkutan barangnya. Ini ditemukan saat dilakukan razia.

Meski demikian, tambah Eddi, pihaknya akan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Pemprov Jawa Timur dan kepolisian. Pasalnya, selama ini Dinas Perhubungan Surabaya hanya fokus pada angkutan umum, angkutan mobil barang baik engkel maupun dobel. Sedangkan kereta tempelan yang jenis panjang biasanya ada di luar kota.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Ketua Organda DPC khusus Tanjung Perak yang membawahi angkutan barang sehingga pengusaha angkutan barang lebih hati-hati mengecek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.


 

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -