Indonesia kembali kehilangan sang maestro. Bubi Chen sang maestro jazz menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (16/2/2012) tepat seminggu setelah usianya genap 74 tahun.


Kabar duka meninggalnya Bubi Chen diterima Kamis (16/2/2012) malam. Menurut Howie Bubi Chen putra sang maestro, ayahnya meninggal dunia pukul 18.55 WIB di RS Telogorejo Semarang. Dokter yang menanganinya memastikan bahwa Bubi meninggal karena komplikasi.

"Telah meninggal dunia dengan tenang ... My Loving Father ... BUBI CHEN pada hari Kamis tgl 16 February 2012, pukul 18.50 di Semarang ...," tulis Howie di akun Twiternya.


Sebelumnya, Bubi Chen sempat pingsan di rumahnya. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit. "Hanya sebentar dirawat, terus tidak ada (meninggal, red)," ujar Howie.


Howie pun menuliskan rasa terima kasihnya kepada para tim dokter yang telah merawat sang ayah. Beberapa tahun belakangan, Bubi memang sudah menggunakan kursi roda. Namun itu tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap bermusik. Pianis kawakan itu bahkan masih rajin menghadiri acara-acara musik jazz.


"Mohon maaf atas segala perkataan & perbuatan beliau semasa hidupnya .... Tuhan berkati kita semua ... Amien ...," lanjut Howie.

Kepergian sang maestro tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam. Pria kelahiran Surabaya 9 Februari 1938 itu merupakan musisi yang hingga kini tetap setia di jalur jazz. Ia belajar piano sejak berusia 5 tahun. Terakhir, ia sempat tampil dalam Jazz Traffic Festival akhir November 2011 lalu.

Duka tengah dirasakan insan musik Indonesia. Salah satu musisi jazz kawakan Tanah Air Bubi Chen telah tutup usia. Bubi meninggal di usia yang ke-84 tahun.

Komentar Para Musikus mengenai Bubbi

Glenn Fredly mengaku merasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya musisi jazz Bubi Chen. Ia kaget mendengar berita ini karena Bubi Chen adalah sosok yang mempengaruhi karir musiknya.
"Bubi Chen adalah founding father musik jazz di Indonesia. Beliau yang membukakan jalan bagi perkembagan musik jazz di Indonesia," ujar Glenn saat ditemui Kompas.com di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (16/2/2012).

Glenn mengagumi sosok Bubi Chen sejak SMA kelas dua dan mengikuti club jazz di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Di situlah pertama kalinya Glenn mengenal Bubi Chen secara pribadi.
"Orangnya enggak pernah mau terlihat susah, sangat humoris, dan gayanya selalu steady," kenang Glenn.
Dalam kondisi sakit pun, Bubi Chen masih terus bermain musik. Dedikasi yang tinggi dalam dunia musik inilah yang menginspirasi Glenn.

Selain itu, menurutnya Bubi Chen adalah sosok musisi yang tidak pernah membeda-bedakan kemampuan orang lain. Bubi Chen selalu merangkul generasi muda untuk ikut berkarya bersamanya. Bubi Chen selalu memberi ruang bagi generasi muda. Untuk itulah sosok Bubi Chen begitu lekat di hati Glenn dan sangat mempengaruhi kehidupan bermusiknya.

"Saya punya satu CD kompilasi kolaborasi almarhum dengan Indra Lesmana dan musisi lainnya. CD itu akan
saya putar terus dan akan jadi kenangan tak terlupakan," ungkap Glenn.
Untuk mengenang sosok Bubi Chen, Glenn akan mengajukan kepada teman-teman musisi untuk membuat "Tribute to Bobby Chen" di acara Java Jazz Festival yang akan segera digelar di Jakarta. "Saya pasti akan membuat tribute," tutupnya.

Batal Manggung di JAVA JAZZ

Manusia boleh berencana, tapi Tuhan jualah yang menentukan. Demikian pula yang terjadi pada Bubi Chen, musisi jazz kawakan Tanah Air.
Bubi Chen direncanakan akan menghibur para pecinta musik jazz Tanah Air di ajang Djarum Super Mild Java Jazz 2012 yang berlangsung tanggal 2, 3 dan 4 Maret mendatang di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Namun hari ini, Kamis (16/2/2012) sekitar pukul 18.50 WIB tadi Bubi Chen meninggal dunia di Semarang dalam usia 74 tahun.
Menurut rencana di ajang pesta musik jazz akbar tahunan kali ini, Djarum Super Mild Java Jazz 2012 akan menghibur pecinta musik jazz Tanah Air dengan menghadirkan sejumlah musisi jazz dunia dan papan atas Indonesia.

Ajang ini memang menjadi tempat berkumpulnya sederet musisi jazz kaliber dunia untuk menampilkan kepiawaian mereka bermusik jazz. Mereka yang akan tampil di perhelatan tahun ini antara lain Al Jarreau & George Duke Trio, Erykah Badu, Herbie Hancock, Pat Metheny hingga sang legenda jazz, Stevie Wonder. Dari musisi jazz Tanah Air, akan tampil antara lain Dewa Budjana dan Dwiki Dharmawan yang dijadwalkan akan hadir bersama Bubi Chen.

Mengeluh Lemas sebelum meninggal

Hingga malam ini, Kamis (16/2) jenazah Alm Bubi Chen masih disemayamkan di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Telogorejo Semarang. Istri Bubi Chen, Fenny yang saat ini masih berada di RS tersebut tampak tak kuasa atas meninggalnya suaminya.

Menurut Widiyawan, kerabat alm, sekitar pukul 17.00 WIB pianis besar Indonesia itu merasakan badannya lemas. Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga segera membawanya ke RS Telogorejo, dimana selama ini Bubi Chen biasa dirawat.

Widyawan menjelaskan, begitu tiba di RS, kondisi Bubi Chen sudah tidak sadarkan diri. Berbabagai upaya telah dilakukan oleh tenaga medis untuk menyelamatkan nyawa musisi senior itu. Namun, Tuhan berkehendak lain, tepat pukul 19.05 WIB Bubi Chnen menghembuskan nafas terakhir. Pihak keluarga belum bisa memastikan kapan Almarhum akan dikebumikan.

Seperti di jelaskan Alm. Bubi Chen yang mengidap penyakit komplikasi ini menghembuskan nafas terakhir tepat satu pekan setelah usianya genap 74 tahun. Pria kelahiran Surabaya, 9 Februari 1938 itu merupakan musisi yang setia menekuni musik jazz dan belajar piano sejak berusia lima tahun. Bubi Chen juga turut mengasuh program Jazz Traffic di radio lokal Surabaya sejak tahun 1985.

Jenazah almarhum legendaris jazz senior Indonesia, Bubi Chen, direncanakan akan disemayamkan di Kawasan Bukit Sari Semarang. Namun demikian, keluarga belum bisa memastikan dimana almarhum akan dikuburkan.

Salah seorang murid Bubi, Rita Noya, mengatakan kemungkinan akan dikuburkan di kota kelahirannya, Surabaya. "Menurut rencana mungkin akan dikebumikan di Surabaya," ujarnya, Kamis (16/2).
Seperti diberitakan sebelumnya, Bubi menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 74 tahun di Rumah Sakit Telogorejo Semarang pukul 18.50 WIB. Bubi dikabarkan telah cukup lama mengidap penyakit diabetes melitus.

Padahal rencananya pria kelahiran Surabaya 9 Februari 1938 ini akan menjadi salah satu bintang di Java Jazz Festival 2012. Namun takdir berkata lain, gelaran pesta jazz tahun ini dipastikan berlangsung tanpa tokoh legendaris jazz kenamaan Indonesia.

Rencananya, jenazah Bubi Chen sang maestro jazz akan dibawa ke Surabaya pada Jumat (17/2/2012) malam lewat jalur darat. Namun, belum bisa dipastikan dimana mendiang Bubi akan dimakamkan.
Menurut Rita Noya Promotor yang kini berada di UGD RS Telogorejo Semarang, jenazah Bubi masih berada di UGD. Jika tidak ada halangan, Jumat malam akan berangkat ke Surabaya tempat jenazah akan disemayamkan. Untuk pemakamannya sendiri, kepastian tempat masih menunggu pemberitahuan dari keluarga khususnya Howie Chen yang masih dalam perjalanan menuju Semarang.

Bubbi Chen dalam kenangan :






Permainan sang Maestro :





- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -