Kecelakaan terjadi antara bus Restu dengan dump truck di jalan Tol KM 24.700 Sidoarjo arah Surabaya. Kondisi bus ringsek, dan bak dump truck hancur, Seni (6/2/2012).


”Penumpang bus Restu lebih dari 10 orang. Ini ada yang masih terjepit, kaki dan kepalanya terluka parah. Sedangkan penumpang lainnya dievakuasi di jalur rumput. Ambulan masih belum datang. Tapi sudah ada polisi dari Polsek Sukodono dan petugas Jasa Marga,” Kata salah seorang saksi mata.

Samroni yang juga mantan Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo ini menambahkan, menurut keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, awalnya dump truck bannya pecah kemudian oleng dan bus Restu yang meluncur di belakangnya langsung menabrak bagian belakang dump truck. Bak bagian belakang dump truck pecah dan kendaraan tersebut terguling dan muatan sirtunya tumpah. Sedangkan kondisi bus Restu bagian depan ringsek.


Sementara ini menurut pantauan Samroni, peristiwa ini tidak sampai membawa korban meninggal dunia. Lalu lintas pun tidak sampai mengakibatkan kemacetan, karena kedua kendaraan berada di bahu jalan dan jalur rumput.

21 Korban luka akibat kecelakaan Bus Restu Vs Truk di Km 24.600 tol Sidoarjo, dirawat intensif di RSUD Sidoarjo Jalan Kartini. Sedangkan 2 korban tewas 1 pria dan 1 perempuan masih di kamar mayat.

Mereka rata-rata mengalami luka patah tulang tangan dan kaki serta luka di bagian wajah. Dari 21 korban luka, 15 orang pria dan 6 orang perempuan. Dari 21 korban yang menjalani operasi karena kondisi luka berat berjumlah 2 orang.

"Untuk merawat korban kecelakaan, kita libatkan dokter bedah, dokter tulang," kata Humas RSUD Sidoarjo dr Ahmad Zainuri kepada wartawan di UGD RSUD Sidoarjo, Senin (6/2/2012).

Salah satu korban luka yakni sopir dump truk, Sugiyono (33) warga Panggres RT I RW I Jabon, Sidoarjo mengaku jika kendaraannya dalam kondisi miring setelah diseruduk Bus Restu. Setelah itu terguling dan dirinya tidak sadarkan diri.

"Saya tidak sadar, tahu-tahu saya sudah di rumah sakit. Seingat saya truk diseruduk bus," kata Sugiyono yang mengalami luka di bagian tangan yang sudah diperban.

Sementara dua korban tewas belum diketahui identitasnya. Kaki kanan kedua korban putus dan hilang. Keduanya mengalami ciri korban pria tewas memakai kaos warna merah polos dan celana jeans panjang warna biru. Sedangkan 1 korban tewas perempuan memakai kaos lengan panjang warna coklat dan celana jeans warna biru.


Korban kecelakaan Bus Restu Vs Truk di Km 24.600 Tol Sidoarjo bertambah. Total korban tewas menjadi 3 orang. Mereka yakni Dedik (16) asal Singosari, Dyah Ayu Puspitasari (23) asal Mendit Malang dan laki-laki yang belum diketahui identitasnya alias Mr X.

"Korban tewas menjadi 3 orang. Korban tewas ketiga Mr X yang sebelumnya luka patah tulang kakinya," kata Humas RSUD Sidoarjo dr Ahmad Zainuri kepada wartawan  di UGD RSUD Sidoarjo, Senin (6/2/2012).

Dia menambahkan, untuk biaya 20 korban luka sementara ini ditanggung RSUD Sidoarjo dan nantinya akan diklaim ke PO Bus Restu dan Jasa Raharja.

Suara itu tidak bisa dilupakan Monafik (49) warga Pamekasan. Saat itu dia duduk di belakang Larsito (50) sopir Bus Restu N 7595 UG jurusan Malang-Surabaya. ‘Braaaak…..!’ dan semua di dalam kabin bus berantakan. Seluruh tas yang diletakkan di bagasi atas kabin berjatuhan.

Semua penumpang di dalam bus tidak terkecuali. Untungnya ada kursi sopir yang menahannya tidak terlempar ke depan. Tapi pecahan kaca menghantam pangkal hidungnya. Luka robek itu mengeluarkan darah lumayan banyak sampai hem yang dia kenakan belepotan merah.

Pemandangan mengerikan dia lihat di bagian depan dan samping bus. Dia melihat tubuh seorang korban, terjepit di antara tubuh bus dan truk yang menempel. Tidak ada gerakan, tapi dia tidak bisa pastikan apakah korban itu sudah tewas atau tidak. Dilihatnya jendela samping kanan belakang tempat duduknya berlubang. Di luar, persis di bawah lubang pada kaca itu, tergeletak lagi sesosok tubuh. Juga tidak bergerak.

Pemandangan sekilas itu yang diingat oleh Monafik. Naluri membuatnya mementingkan keselamatan 3 keponakan perempuannya. “Syukurlah 3 keponakan saya selamat,” ujarnya. Hanya Ulafatun Hasanah (19) keponakannya yang terluka robek di pelipis kiri. Mengeluarkan darah. Sedangkan dua keponakan perempuan lainnya, berusia 15 dan 7 tahun selamat tanpa luka. “Tapi mereka masih kaget,” katanya dalam logat Madura yang kental.

Menurut AKP Ahri Sonta Kasatlantas Polres Sidoarjo. Kecelakaan ini terjadi lantaran bus Restu menabrak dump truk L 8667 UT yang dikemudikan Sugiono warga Deusun Panggreh, Jabon, Sidoarjo. Saking kerasnya tabrakan itu menyebabkan bagian depan bus ‘nempel’ di bagian belakang body dump truk. Ditabrak dengan keras dari belakang, sopir truk tidak bisa menguasai kemudi, oleng, dan terguling di jalur hijau jalan tol Sidoarjo arah Waru KM 24.700. Sesaat kemudian, larsito sopir truk melarikan diri.

Akibat kecelakaan tersebut, 23 orang jadi korban. Tiga diantaranya tewas bernama Deddy (16) kernet bus warga Singosari, Malang; Diah Ayu Puspita warga Mendit Desa Mendit Barat, Kecamatan Pakis Aji, Malang, dan seorang lelaki usia 40 tahunan yang belum diketahui nama dan alamatnya.


Sungguh Al Fatah (24) warga Mendit Barat, Kecamatan Pakis Aji, Malang tidak mengira hidup Diah Ayu Puspita (22) istrinya berakhir di kecelakaan itu. Padahal niat istrinya pergi ke Surabaya untuk menambah penghasilan keluarga. Dia mengantar surat lamaran di sebuah perusahaan di Surabaya untuk penempatan kerja di Malang.

Mulanya lelaki yang bekerja di Singosari, Malang ini tidak percaya istrinya jadi korban kecelakaan. :”Saya diberitahu Ari Wahyu temannya istri saya yang juga jadi korban kecelakaan. Siang tadi saya ditelpon Ari mengabarkan kalau dia kena musibah. Tapi bagaimana kondisi istri saya, dia tidak tahu,” kata dia.

Berbekal informasi yang minim itu, Al Fatah minta ijin pimpinannya berangkat ke RSUD Sidoarjo. Di sana dia bertemu dengan Ari Wahyu yang sedang dirawat. Tapi istrinya, entah dimana. Sebuah kertas pengumuman korban kecelakaan itu tertempel di tembok ruang IRD RSUD Sidoarjo. Tapi tidak ada nama istrinya.

Firasat jelek pun timbul saat melihat tulisan nama Mrs X sebagai korban meninggal dunia. Memastikan kondisi istrinya, dia menuju ke kamar mayat RSUD Sidoarjo yang ada di bagian paling belakang kompleks rumah sakit.

“Pak, apa ada korban meninggal dunia perempuan di dalam kamar mayat ini?” tanya dia pada Sukamin petugas kamar mayat. Sukamin mempersilakan dia masuk untuk memeriksanya.

“Astaghfirullah….!” Setengah berteriak dia langsung memeluk tubuh istrinya yang sudah tidak bernyawa itu. Kondisi jenasah yang hancur di bagian kaki dan patah lengan kanan tidak dihiraukannya. Air mata pun tumpah di kamar mayat itu.

Sukamin yang paham benar menyikapi kondisi ini mencoba menenangkan Al Fatah. Diberinya dia minum sembari mengajak Al Fatah <>istighfar. Setelah agak tenang, Al Fatah sempat berbincang dengan suarasurabaya.net. “Bagaimana nanti Zidane anak saya tanpa ibunya? Dia masih 4 bulan?” ujar dia dengan mata sembab.

Andaikan tahu bahwa perjalanannya mengantar surat lamaran itu membawanya pada akhir hidup, kata Al Fatah, pasti dia tidak mengijinkannya. Saat  meninggalkan kamar mayat RSUD Sidoarjo, Al Fatah masih sendirian duduk di ruang tunggu. Dia memang minta waktu sendiri. :Maaf mas, tolong tinggalkan saya dan istri saya sendiri,” pungkasnya.


Larsito (55 th) sopir bus Restu asal Pandaan melarikan diri, setelah kendaraan yang dikemudikan menabrak kendaraan dump truck di jalan tol KM 24.700 Sidoarjo arah Waru, Senin (6/2/2012).

AKP Anwar Kanit PJR Jatim 2 pada wartawan mengatakan, sopir bus Restu pasca kecelakaan tidak ada di lokasi kejadian (TKP). Menurut keterangan beberapa saksi mata, sopir bus lari ke perkampungan di Desa Jumput Rejo, Sidoarjo. Yang ada tinggal kondekturnya.

Kecelakaan bus Restu Nopol N 7595 UG yang menabrak dum truck Nopol N 8667 UT ini mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, dan 20 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar korban luka adalah penumpang bus Restu, karena saat kecelakaan terjadi bus Restu membawa 76 penumpang.

 


Larsito, warga Pandaan Pasuruan kini menjadi buronan. Sopir Bus Restu N 7595 UG yang menabrak truk di Tol Sidoarjo hingga menewaskan 3 penumpangnya itu belum tertangkap atau menyerahkan diri.

Sopir bus jurusan Malang-Surabaya itu menghilang setelah bus yang dikemudikannya menyeruduk truk bermuatan sirtu di Km 24.600 Tol Sidoarjo.

"Belum mas, masih dicari," kata Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP Ahrie Sonta ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler Pukul 16.00 Wib, Senin (6/2/2012).

Kecelakaan itu menewaskan 3 penumpang bus dan 20 lainnya luka-luka. Truk yang diseruduk bus hingga terguling itu hingga sore ini juga belum dievakuasi.




 Kecelakaan antara bus Restu Nopol N 7595 UG yang menabrak dump truck Nopol N 8667 UT mengakibatkan dua orang tewas, dan 21 orang luka-luka. Berikut ini nama-nama korbannya..

1. Sugiono, 40 th, sopir truk alamat Desa Panggrek, RT 1 RW 1, Sidoarjo
2. Subakir, 29 th, Desa Mojo Mulyo Pandaan
3. Titin Masanah, 20 th, Pacar Keling 61/22 Surabaya
4. Salsa, 5,5 th, Pacar Keling 61/22 Surabaya
5. Abdul Kholiq, 26 th, Banjar Sugihan Surabaya
6. Imam Rosali, 25 th, Siongosari Malang
7. Ambul Munif
8. Fatimah Nurohmah, 50 th, Sukorejo Pasuruan
9. Titik Kholifah, 28 th
10. Catur Made Rudita, 24 th, Malang
11. Bagas, 9 th, Rusun Waru Gunung Sepanjang
12. Ari Wahyu, 27 th, Singosari Malang
13. Sunari, 40 th, Singosari Malang
14. Mustakim, 37 th, Singosari Malang
15. Janti Sitorus, 46 th, Bumi Griya Mutiara Timur, Makassar (luka patah kaki).
16. Hananto, 31 th
17. Hepi, 25 th, Malang
18. Fasikul, 28 th, Pasuruan
19. Fatimah, 62 th, Karanglo Indah Malang
20. Budiono, 46 th, Singosari Malang (patah kaki)
21. Mr X (di ruang operasi luka berat)
22. Diah Ayu Puspita Sari, 23 th, alamat Mendit Barat, Desa Mangliawan Kecamatan Pakis RT 7 RW 3, Malang (meninggal dunia).
23. Dedy, 16 th, warga Singosari Malang (pengamen yang jadi kenek bus Restu, meninggal dunia).

Semua korban, baik yang meninggal dunia dan luka-luka saat ini berada di Rumah Sakit Umum Sidoarjo.



Larsito (50) sopir Bus Restu N 7595 UG yang melarikan diri setelah tabrakan kemarin berhasil diringkus anggota Polres Sidoarjo, Selasa (7/2/2012) sekitar pukul 03.30 WIB tadi.

AKP Ahrie Sonta Kasatlantas Polres Sidoarjo saat dihubungi suarasurabaya.net mengatakan Larsito ditangkap di perbatasan Surabaya-Sidoarjo dinihari tadi tanpa perlawanan. “Dia kami tangkap dinihari tadi. Bukan menyerahkan diri, tapi ditangkap,” kata Kasatlantas menegaskan.

Setelah ditangkap, polisi membawanya ke Mapolres Sidoarjo untuk diperiksa. Saat pemeriksaan, kata Ahrie Sonta, Larsito menunjukkan rasa penyesalannya. Tapi tentang apa yang menyebabkan mobil yang dikemudikannya tidak terkendali dan menabrak dump truk sehingga menimbulkan 3 korban tewas dan 20 luka-luka, polisi masih mendalaminya.

Setelah ditangkap dinihari tadi, Larsito (50) sopir bus restu warga Pandaan langsung ditetapkan jadi tersangka. AKP Ahrie Sonta Kasatlantas Polres Sidoarjo mengatakan Larsito akan dijerat dengan pasal berlapis.

“Kami akan kenakan dia diantaranya dengan pasal 310 ayat 2, 3, dan 4 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata dia.

Dikenakannya pasal itu karena tersangka telah lalai dalam berlalu lintas jalan menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Pasal ini menyebutkan sanksi pidananya maksimal penjara 6 tahun dan denda Rp12 juta.

Apakah akan dikenakan pasal KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal yang ancaman hukumannya lebih berat, Kasatlantas menegaskan pihaknya tetap akan mengenakan pasal UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai perangkat hukum lex specialis dalam kasus ini.

Seperti diberitakan, kemarin sekitar pukul 11.00 WIB, Bus restu N 7595 UG menambrak dump truk Nopol N 8667 UT dari belakang di lajur kiri tol Sidoarjo arah Waru KM 24.700. Saking kerasnya tabrakan itu, body depan bus rusak parah dan dump truk terguling ke jalur hijau.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -