Surabaya - Serangga Tomcat yang menyerang warga Apartemen Eastcoast Laguna Indah, Pakuwon City ternyata serangga predator. Tomcat merupakan sahabat petani untuk mengusir dan memakan jenis kutu dan hewan kepik hama padi.

Hal ini diungkapkan Kabid Pertanian dan Kehutanan Dinas Pertanian Kota Surabaya, Alexander. Ia menerangkan bahwa Tomcat merupakan musuh alami dari hama wereng.



"Tomcat itu serangga predatornya tanaman padi atau musuh alami dr wereng dan kepik," kata Alexander saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Jumat (16/3/2012).

Serangga yang menyerang warga Laguna ini, lanjutnya, seringkali muncul saat usai masa panen padi dan tebu. Kisaran Maret menuju April, Tomcat yang berbentuk semacam semut bersayap ini muncul.

Namun jika sampai menyerang warga, ini sudah menjadi wabah. Seperti yang terjadi pada Maret 2011 silam. Warga yang tinggal di kawasan Rungkut Penjaringan Sari dan Kenjeran juga mengalami serbuan Tomcat.

Tomcat seringkali muncul saat hari menjelang petang. Saat itu warga menyalakan penerangan lampu.

"Tomcat memang muncul dengan seiring nyala lampu. Kata orang desa, menyebutnya upas, muncul setelah maghrib dengan mengeluarkan toksin atau racun," tambahnya.

Untuk itu, pihak Distan rencananya akan meninjau ke Apartemen Eastcoast Laguna Indah, Pakuwon City, sore ini. Kalau perlu, pihak Distan akan melakukan penyemprotan jika benar Serangga Tomcat menyerang warga apartemen.

Diberitakan sebelumnya, beberapa warga yang tinggal di Apartemen Eastcoast diserbu serangga beracun. Sejak Selasa (13/3/2012)Ida Yanti (42) baby sitter yang tinggal di lantai 1 Eastcoast mengalami luka merah semacam luka bakar di bagian muka, tubuh dan lengan. Setelah diperiksa, luka gatal-gatal yang juga menimbulkan luka panas ini ditimbulkan oleh cairan beracun Serangga Tomcat.

Racun serangga Tomcat yang mengenai kulit kebanyakan dianggap sebagai penyakit herpes. Namun meskipun memiliki kemiripan, antara penyakit herpes dan dampak akibat cairan beracun Tomcat memiliki perbedaan baik dari segi bentuk maupun gejala.

DR. Jamilah, SpKK, Dokter Kulit Rumah Sakit PHC Surabaya saat dihubungi Jumat (16/3/2012) mengatakan, penyakit herpes bentuknya bulat mengandung cairan bening dan bergerombol di satu sisi saraf yang terkena herpes. Misalnya, jika yang terkena di bagian leher, maka bisa menjalar ke lengan. Gejalanya awal mulanya badan akan terasa nyeri.

Sementara dampak karena cairan racun Tomcat, bentuknya bulat dan bernanah dan letaknya bisa di semua bagian tubuh. Gejalanya kulit akan terasa panas atau dalam bahasa jawanya wedangen atau meranyas.

Menurut dr. Jamilah, setelah kulit terkena racun sebaiknya jangan digaruk karena bisa menyebabkan infeksi kulit. Sebaiknya dibiarkan saja, karena jika mengoleskan balsam atau minyak kayu putih justru akan makin memperparah.

Secara medis, kulit yang terkena racun Tomcat ini akan diberi salep yang mengandung kortikosteroid. Jika ada sedikit keluhan nyeri maka akan disarankan juga untuk meminum obat penghilang rasa nyeri.

“Pencegahan yang bisa dilakukan misalnya sanitasi lingkungan. Jagalah kebersihan rumah dan lingkungan, biasanya Tomcat ini bersarang di lantai, tembok, kursi, karpet atau tempat tidur,” tambah dr. Jamilah. yang juga Dokter Spesialis Kulit Erha Klinik Surabaya.

Serbuan hewan Tomcat atau kumbang rove ternyata bukanlah fenomena baru. Sejak tahun lalu, Dinas Pertanian Surabaya sebenarnya sudah menerima beberapa laporan keberadaan Tomcat di kawasan Rusun Penjaringan Sari dan Tambak Wedi.

Menurut Alexander Kepala Bidang Pertanian dan Kehutanan Dinas Pertanian Surabaya, serangga ini merupakan predator tanaman padi atau musuh alami dari wereng dan kepik. Jika tanaman padi atau yang sejenis menghilang, maka serangga itu pun menyerbu rumah penduduk. Terutama di malam hari. Karena serangga sebangsa semut bersayap atau upas -kata orang desa, sangat menyukai cahaya.

"Jadi, kalau habis panen padi, atau tanaman padi dan yang inangnya sama sudah tidak ada, serangga itu akan berlarian ke rumah penduduk. Terutama di atas maghrib, karena cahaya matahari tidak ada, maka mereka mendekati cahaya lampu," kata Alexander.

Serangan serangga Tomcat di Surabaya meluas. Setelah mengganggu warga di pemukiman apartemen East Cost Laguna Pakuwon City, serangga-serangga itu juga menyerang sekolah di Perguruan Al Muttaqien Jl. Memet Sastrawirya Kompleks Perumahan Dinas TNI AL Kenjeran.

Serangan itu terjadi mulai Jumat (9/3/2012) pekan lalu. Tapi saat itu belum ada yang menyadari bahwa itu adalah serangan Tomcat. Wiwin Dwiana petugas UKS SD Al Muttaqien mengatakan saat beberapa siswa mengalami gatal, ada serangga seperti semut.

“Tapi semutnya itu aneh. Agak panjang seperti ada sayapnya dan ekornya lancip. Ada warna seperti kemerah-merahan. Lalu dibawa ke UKS dan oleh petugas medisnya disebut itu herpes,” kata dia.

Kemudian pada Rabu (14/3/2012) lalu kembali terjadi serangan pada 9 siswa SD Al Muttaqien dari kelas 5 b sekaligus.

Abdul Kholiq guru agama SD Al Muttaqien pada suarasurabaya.net mengatakan para siswa yang mengalami gatal itu menemukan serangga Tomcat di laci, sepatu siswa dan di tembok. “Saya waktu itu menangkap 3 ekor dan saya simpan di kain flannel dalam kondisi mati,” kata dia.

Keesokan harinya siswa yang terkena serangan bertambah lagi. Reni Anggraeni wali kelas 5b mengatakan dari 21 muridnya ada 11 yang dipastikan terkena serangan Tomcat itu. Gejalanya, warna memerah pada kulit, berair, gatal, dan terasa panas. Sementara 5 murid lainnya hari ini tidak masuk.

Hingga kini belum diketahui apakah kelimanya tidak masuk karena sakit terkena serangan Tomcat. “Dari lima murid itu, satu diantaranya dirawat di RS Husada Utama. Saya belum tahu apa sakitnya, tapi kata orangtuanya karena bakteri,” ujar Reni.

Pihak sekolah sudah menghubungi Puskesmas setempat dan sudah mendapat kontak dengan Dinas Pertanian Kota Surabaya untuk dilakukan penanganan.

Radix Prima Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman Dinas Pertanian pemkot Surabaya pada suarasurabaya.net mengatakan hari ini pihaknya melakukan observasi untuk memastikan serangga yang menyerang di SD Al Muttaqien.

“Hari ini kami masih belum bisa menemui para guru dan belum menemukan sample serangganya karena sudah pada pulang. Mungkin besok akan kita tindak lanjuti. Tapi kalau memang mengganggu, bisa dilakukan pembasmian dengan semprot hama,” ujar dia.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -