Kenaikan BBM Belum Resmi, Dilarang Naikkan Tarif Bus

SURABAYA - Kenaikan harga BBM belum ditetapkan resmi. Pengusaha bus tidak boleh seenaknya menaikkan tarif karena akan memberatkan masyarakat pengguna transportasi.

Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengatakan, hal ini untuk menyikapi langkah beberapa pengusaha bus khususnya bus jurusan Surabaya-Malang yang sudah menaikkan tarif sebelum harga BBM ditetapkan naik.

Teguh Ardi Srianto Reporter Suara Surabaya, Senin (5/3/2012) melaporkan, menurut Soekarwo, meski sudah dilakukan penghitungan dan rencana kenaikan, tetapi harganya belum ditetapkan resmi. Pengusaha bus tidak boleh seenaknya menaikkan tarif karena akan memberatkan masyarakat pengguna transportasi.


Bahkan sampai sekarang Pemprov Jawa Timur juga belum melakukan kajian tentang kenaikan tarif bus di Jawa Timur.

“Ini kan merupakan skala nasional, jadi skala nasionalnya belum saya hitung kan keputusan nasionalnya belum. Jadi saya meminta LLAJ dan Perhubungan untuk jangan menaikkan dulu, “imbau Soekarwo.

Kalau sampai ada pengusaha bus yang dilaporkan masyarakat sudah menaikkan tarif, maka pengusaha itu bisa dikenakan sanksi. Gubernur janji akan meminta Dinas Perhubungan dan LLAJ Jawa Timur segera menindak para pengusaha bus yang sudah melakukan kecurangan dengan menaikkan tarif sebelum harga BBM resmi ditetapkan naik.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan mulai 1 April 2012 diprediksi akan menghambat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan.

Edwin Sebayang Kepala Riset MNC Securities, Senin (5/3/2012) seperti dilansir Antara mengatakan, kenaikan harga BBM yang signifikan, yakni jika mencapai Rp1.500-Rp2.000 per liter, dapat menjadi masalah karena akan membuat laju inflasi menjadi tinggi dan tidak siapnya pelaku pasar menghadapinya.

"Ini dapat menjadi masalah dan tentunya acuan prospek inflasi akan berubah. Dampaknya, ini bisa menekan laju IHSG sehingga hanya akan bergerak ke level 4.150 dan sulit menembus level 4.500," katanya.

Selain itu, ujar Edwin, kenaikan BBM yang signifikan akan membuat inflasi meningkat cukup besar dan posisi suku bunga acuan bank Indonesia (BI rate) juga bisa mencapai 6,5 persen pada akhir tahun.

Namun jika BBM mengalami kenaikan di kisaran Rp500,00 sampai Rp1.000,00 per lier, menurut Edwin, kemungkinan besar dengan memperhitungkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan pangan, inflasi sampai akhir tahun hanya berada di kisaran 5-5,5 persen.

"Jika demikian, laju IHSG yang diproyeksikan dapat menembus level 4.500 kemungkinan besar terealisasi," katanya.

Pada penutupan perdagangan sesi I Senin, IHSG berada pada level 3.988,23 atau merosot 16,63 poin (0,4 persen), sedangkan indeks saham unggulan LQ45 turun 4,33 poin (0,6 persen) ke level 690,87.

Untuk harga minyak mentah pada perdagangan sesi pertama di pasar Asia, Senin, menguat 29 sen dolar AS di level 106,99 dolar AS per barel.

Ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPR RI, Sunardi Ayub mengatakan sikap tegas Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto terhadap kebijakan pemerintah SBY terkait isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak bisa disimpulkan sebagai upaya menggulingkan pemerintah, namun itu adalah panggilan hati nurani rakyat.

Menurutnya, Fraksi Partai Hanura dengan tegas menolak rencana kenaikan BBM subsidi per 1 April 2012 tersebut. "Karena masih banyak solusi yang bisa dikerjakan pemerintah," tukasnya.

Terlebih lagi, recana kenaikan BBM per 1 April 2012 mendatang itu bertentangan dengan konstitusi UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3) dan kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang diatur dalam UU RI No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012, Pasal 7 ayat (4), penjelasan Pasal 7 ayat (4), Pasal 7 ayat (6).

Sejak kenaikan BBM di tahun 2008, Wiranto selalu mengingatkan kepada pemerintah, dan Presiden untuk konsisten terhadap kebijakan dan janjinya untuk tidak menaikan BBM dan akan mencari solusi lain yang paling tepat untuk mengatasi kenaikan harga minyak dunia.

Salah satu cara misalnya melakukan pembelian minyak hasil tambang tanpa perantara. "Karena sampai hari ini pembelian minyak masih menggunakan calo atau perantara, sehingga tidak langsung kepada produsen", tambah Sunardi.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Alim Markus Ketua Apindo Jatim  mengatakan harga BBM mau tidak mau memang harus dinaikkan.

Subsidi APBN untuk BBM yang selama ini dianut pemerintah dari tahun ke tahun dikatakan Alim, memang cukup berat. “Kalau terus disubsidi, APBN bisa terkuras untuk subsidi. Ini tidak benar, nantinya sektor lain akan terbengkalai karena anggaran tersedot ke subsidi,” kata dia.

Dengan kenaikan harga BBM yang direncanakan berlaku mulai 1 April 2012 mendatang, kata Alim Markus, pasti akan memukul masyarakat kurang mampu. Untuk itu pemerintah diharapkan Alim memberikan bantuan pada masyarakat kurang mampu untuk mengurangi beban akibat kenaikan harga BBM.

“Sebagai pengusaha, kami sangat tahu kesulitan pemerintah, karena itu kita tidak mau ngeriwuki (mengganggu-Red). Yang kita minta, Tarif Dasar Listrik (TDL) jangan dinaikkan bersamaan dengan kenaikan BBM ini. Kalau bisa setelahnya saja,” kata boss grup Maspion ini.

Pergerakan harga kebutuhan pokok, baik kenaikan atau penurunan sampai saat ini masih berada dibatas kewajaran. Dampak jelang kenaikan BBM juga masih belum terasa. Kenaikan yang terpantau saat ini masih kenaikan rutin yang tergantung pada musim.

Harga minyak curah menurun 2% dari Rp 10.700 menjadi Rp 10.500 perkilogramnya. Harga telur ayam broiler naik 3,9% dari Rp 14.600 menjadi Rp 15.200. Minggu kemarin juga ada kenaikan ayam kampung dari Rp 31.000 menjadi Rp 33.000 perkilogramnya. Harga ikan asin juga ikut naik, tapi ini lebih pada pengaruh cuaca karena masyarakat masih mengandalkan matahari untuk melakukan penjemuran ikan. Fluktuasi harga pada komoditi masih tergantung pada musim. Misalnya harga sayur mayur seperti kentang, tomat, wortel mengalami penurunan. Ini akibat dari faktor cuaca yang tidak menentu, panen cepat sehingga sayur mayur cepat membusuk.

Mempelajari trend kenaikan harga harga BBM, kenaikan akan terjadi pada sektor harga ongkos angkutan dan harga antar barang antar pulau.

Pemkot harus melakukan langkah-langkah antisipasi, misalnya untuk komiditi yang susah dikendalikan, sebatas kemampuan pemerintah yaitu dengan cara bagaimana mengatur produksi petani di institusi petani, sebaliknya jika mengenai harga, yang bisa dikendalikan misalnya beras dengan operasi pasar. Untuk kondisi pertanian memang sangat sulit.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -