BOGOR - Ridwan Hakim (20), satu diantara tiga anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia (UI) menjadi kelompok pertama yang tiba di lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 (SS100) di tebing Gunung Salak, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/5/2012) pukul 10.15 WIB.

Selain serpihan badan pesawat dan potongan tubuh manusia, Ridwan mengaku menemukan paspor dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri atas nama Gannis Arman Zuvianto.
"Paspor ada, atas nama Gannis Arman," ujar Ridwan di Posko Utama kecelakaan SS100, Balai Ternak Embrio, Cipelang, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5/2012) petang.



Ridwan juga mengaku menemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Nur Ilmawati.

Dalam catatan petugas, Nur Ilmawati merupakan pramugari maskapai penerbangan Sky Aviation dan Gannis Arman Zuvianto dari perusahaan Indonesia Air Transport.

Ia juga mengaku melihat sejumlah barang lainnya yang diduga milik korban, seperti paspor, kartu ATM Mandiri, kamera digital, I-phone, dan laptop, dalam kondisi hangus.

Menurutnya, sejumlah potongan tubuh korban telah dimasukkan petugas ke dalam empat kantong mayat. Ridwan tak bisa memastikan berapat jenazah yang ada di keempat kantong mayat itu.

Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia (UI) menemukan dua buah kartu identitas korban Sukhoi Superjet 100.

Selain menemukan bagian tubuh para korban, tim pencari juga menemukan sebuah dompet berwarna hitam yang di dalamnya terdapat kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Irmawati serta paspor atas nama Ganis Arman.

"Di sekitar tumpukan serpihan jenazah korban juga ada beberapa lembar uang pecahan seratus US Dolar," kata Ridwan, salah seorang anggota Mapala UI menjelaskan, Jumat (11/5/2012).

Untuk mencapai korban, tim pencarian terpaksa harus melakukan rafling ke bawah tebing sedalam 10 meter. Pasalnya, tumpukan jenazah korban maupun puing-puing pesawat terletak di antara tebing dengan kedalaman kurang lebih 400 meter.
Tim pencarian korban pesawat Sukhoi Superjet100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, menemukan bagian tubuh korban di antara puing-puing pesawat.

Serpihan-serpihan tubuh korban Sukhoi tersebut salah satunya ditemukan oleh tim pencari dari Mapala Universitas Indonesia (UI).

"Kami menemukan serpihan tubuh korban di antara puing-puing pesawat. Bila melihat kondisi tubuh jenazah yang berserakan itu, kami menduga pesawat meledak saat terjatuh," kata Ridwan, salah seorang anggota Mapala UI menjelaskan, Jumat (11/5/2012).

Serpihan jasad korban yang dimaksudkan adalah potongan-potongan organ tubuh seperti hidung, kulit kepala dan lengan. Seluruh serpihan yang ditemukan di ketinggian 2.000,05 mdpl sekira pukul 10.15 WIB.
 


- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -