Ngebut, Bus Tentrem Terjun ke SungaiPasuruan - Kecelakaan terjadi di jalur tenggorak Surabaya-Malang, tepat di Desa Parerejo Kecamatan Purwodadi. Bus Tentrem terjun ke sungai sedalam 7 meter karena menghindari sebuah motor di depannnya.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal saat bus nopol L 7260 UG yang melaju dari arah Malang saling menyalip dengan bus lainnya. Namun tiba di lokasi, sebuah motor melaju di depannya.

Karena berniat ingin menghindari motor tersebut, bus selip dan terjun ke sungai. Saat terjun ke sungai, bus sedang berpenumpang penuh.

"Bus tadi kejar-kejaran dengan bus lainnya," kata Kanit Patroli Lantas Polres Pasuruan, Apitu I Gede Sukana, Senin (31/12/2012).

Belum diketahui secara pasti jumlah korban akibat kecelakaan itu. Menurut Sukana salah seorang korban mengalami patah tulang dan sudah dibawa Ke Malang. Sementara para penumpang mengalami shok. "Bus juga menabrak motor tadi," tandas Sukana.

Jalan licin akibat hujan diduga menjadi penyebab kecelakaan Bus Tentrem di jalur Surabaya-Malang. Apalagi di lokasi kejadian, yakni Desa Parerejo Kecamatan Purwodadi, kondisi jalan menurun. Polisi meminta pendendara lebih berhati-hati.

"Jalannya licin dan menurun, jadi bus selip. Saat kejadian hujan deras. Pengendara dari Malang diharapkan hati-hati," kata Kanit Patroli Polres Pasuruan Aiptu I Gede Sukana, Senin (31/12/2012) sore.

Bus berpenumpang 25 orang tersebut, lanjut Sukana, sebelumnya saling kejar-kejaran dengan bus lainnya. Saat akan menghindari motor di depannya, tiba-tiba mengalami selip.

Sopir bus, M Umar (30) warga Singosari, Malang terpaksa membanting stir ke kiri. Bus terjun bebas ke sungai setelah menabrak sebuah motor.

"Sopir mengaku memilih banting stir ke kiri karena lebih aman. Kalau ke kanan bisa terlibat tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan," jelas Sukana.

Saat ini sopir bus yang selamat diamankan polisi. Kepada polisi, ia mengaku menggeber kendaraannya dengan kecepatan 70 km/jam, dalam kondisi jalanan licin dan menurun tersebut.

Data sementara dari pihak kepolisian, tidak ada korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. 9 Orang terluka, satu diantaranya kritis. Semua korban luka sudah dibawa ke rumah sakit di Malang.

"Tidak ada yang MD (meninggal dunia)," pungkas Sukana.

Saat ini, bangkai bus yang terbalik di dalam sungai belum dievakuasi. Keberadaan bangkai bus dalam sungai tersebut menyita perhatian warga untuk mengabadikannya dengan kamera.

Bangkai Bus Tentrem yang terjun ke sungai di Jalan Raya Purwodadi tepatnya di Desa Parerejo, dilakukan proses evakuasi. Evakuasi mulai pukul 15.30 WIB hingga 21.00 WIB masih dilakukan oleh petugas Lantas Polsek Purwodadi dengan mendatangkan alat berat.




Dari pantauan pewarta bangkai bus yang semula berada di sungai sedalam 7 meter, kini sudah berhasil diangkat ke pinggir jalan raya.



"Satu jam setelah kejadian langsung kita datangkan alat berat berupa crane berukuran besar untuk melakukan evakuasi," Kepala Pos Lantas Purwodadi Aiptu Harnadi kepada pewarta di lokasi, Senin (31/12/2012).



Pihaknya sengaja menutup total arus lalu lintas Jalan Raya Purwodadi Pasuruan ke arah Surabaya. Ini dilakukan untuk memproses evakuasi. Meski proses evakuasi tidak mudah dilakukan karena ruang untuk evakuasi sangat terbatas.



Saat evakuasi, polisi melakukan penutupan jalan di Jalan Raya Purwodadi. Akibatnya lalin dari arah Surabaya menuju ke Malang, dibelakukan dua arah. Sedangkan dari Malang ke Surabaya ditutup total. Imbasnya, kemacetan terjadi lebih dari 20 Km.



"Saya pikir macet ini karena imbas tahun baru di Pasar Purwodadi, ternyata evakuasi bus," jelas seorang pengendara sepeda motor, Effendi (30).




- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -