Malang - Redaksi Harian Malang Post memilih untuk menempuh jalur hukum guna membongkar kekerasan yang menimpa reporternya, Ira Ravika, Rabu (9/1/2012).

"Kami tidak mau menuduh dan menduga, kami serahkan semua ke proses hukum," kata Pemimpin Redaksi Malang Post Sunavip Ra Indrata ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu petang.

Pihaknya berharap, aparat penegak hukum profesional dalam menangani kasus ini, agar kejadian serupa tak terulang menimpa jurnalis lainnya. Apalagi korban saat kejadian tengah dalam tugas jurnalistik.

"Kami harap polisi profesional," ucapnya.

Sunavip sendiri enggan berspekulasi terkait penyebab kejadian menimpa anak buahnya itu. Sebagai masyarakat taat hukum, membawa ke polisi merupakan tindakan tepat mengungkap peristiwa tersebut.

"Kami tidak mau terjebak dengan duga-menduga, apakah ini terkait pemberitaan atau tidak. Yang jelas korban dalam kegiatan jurnalistik saat peristiwa itu dialami. Makanya kami memilih lapor ke polisi," tegasnya.

Sunavip mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Malang Kota dan juga memintakan visum atas luka yang diderita Ira akibat tersungkur dari atas motor karena ditendang pria misterius di Jalan Oro-oro Dowo itu.

"Sudah minta visum juga," ungkap Sunavip.

Ia menguraikan, peristiwa itu diketahui setelah korban menghubungi koordinator liputan, bahwa telah mengalami kecelakaan. Karena melihat kondisi korban membutuhkan pertolongan, pihaknya langsung melarikan ke rumah sakit terdekat.

"Kami kemudian menuju lokasi dan mengantar korban ke rumah sakit," urai Sunavip.

Selain melapor ke aparat kepolisian, media grup Jawa Pos juga mengadukan kasus ini kepada organisasi pers. "Sudah kami adukan juga kepada PWI maupun AJI tentang kejadian ini," ujar Sunavip.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -