Boston - Kepolisian Boston dan aparat federal Amerika Serikat membutuhkan waktu nyaris seharian penuh untuk memburu dan menangkap tersangka kedua bom 'panci' Boston yang bernama Dzhokhar Tsarnaev. Pemuda 19 tahun ini berhasil kabur setelah kakaknya, Tamerlan Tsarnaev, terkena tembakan dan tertangkap polisi.

Dimulai pada Jumat (19/4) dini hari waktu setempat, kepolisian Boston dan aparat federal AS melakukan perburuan besar-besaran dengan melibatkan banyak personel kepolisian bersenjata lengkap. Perburuan difokuskan di kota Watertown yang menjadi lokasi persembunyian tersangka kedua.

Berikut kronologi pengejaran dan penangkapan Dzhokhar Tsarnaev, seperti dihimpun dari Reuters dan Washington Post, Sabtu (20/4/2013):

Jumat, 19 April 2013

Pukul 01.00
Kepolisian melakukan perburuan besar-besaran untuk mencari tersangka kedua, Dzhokhar, yang berhasil kabur. Ratusan personel kepolisian setempat FBI terlibat dalam perburuan ini. Mereka menyisir sejumlah lokasi di wilayah Watertown.

Pukul 03.00-04.00
Kepolisian negara bagian Massachusetts mengumumkan, pencarian tersangka hingga ke rumah warga. Petugas akan melakukan pencarian dari rumah ke rumah. Warga setempat diminta untuk waspada dan tetap berada di dalam rumah masing-masing.

Pukul 05.30
Layanan kereta api di wilayah Boston dihentikan demi alasan keamanan. Pencarian terus berlangsung.

Pukul 06.00
Tim polisi tambahan dalam jumlah besar diterjunkan ke wilayah Watertown. Mereka bertugas melakukan penyisiran ke jalanan dan rumah-rumah warga. Para personel kepolisian ini dilengkapi senapan semi-otomatis dan dikawal truk anti peluru.

Pukul 08.00
Otoritas negara bagian Massachusetts mengumumkan pengisolasian kota Boston untuk wilayah yang lebih luas. Hal ini dilakukan demi mempermudah pencarian Dzhokhar yang masih buron.

Pukul 10.30
Polisi setempat berhasil menemukan mobil warna abu-abu bermerek Honda dengan nopol dari negara bagian Massachusetts yang diduga keras sempat dibajak tersangka dan digunakan untuk kabur

Sepanjang hari Jumat (19/4)
Perburuan terus berlangsung, termasuk pengerahan helikopter Black Hawk untuk mencari keberadaan tersangka dari udara.

Pukul 18.00
Polisi setempat mencabut imbauan bagi warga Boston untuk tetap di dalam rumah masing-masing. Transportasi massal mulai berfungsi kembali. Namun tersangka kedua masih buron.

Pukul 19.00
Dilaporkan terjadi baku tembak di wilayah Watertown. Polisi mengepung sebuah rumah yang diduga menjadi persembunyian tersangka kedua.

Pukul 20.45
Kepolisian Boston, melalui akun Twitternya, mengumumkan keberhasilan mereka menangkap tersangka kedua, Dzhokhar Tsarnaev. Sejumlah pejabat setempat kemudian memastikan bahwa tersangka kedua sudah dalam penahanan polisi.

Pukul 21.45
Dalam konferensi pers, Komisioner Kepolisian Boston Ed Davis menyatakan, penangkapan diawali oleh laporan seorang warga Watertown yang mengaku melihat tersangka kedua di sekitar lingkungannya.

Mereka memastikan pria yang ditangkap tersebut benar adalah Dzhokhar Tsarnaev. Menurut Ed Davis, Dzhokhar dilarikan ke rumah sakit setempat, dan dilaporkan mengalami luka serius.

Pukul 22.00
Presiden Barack Obama menyampaikan tanggapannya atas penangkapan Dzhokhar Tsarnaev. Dalam pidatonya di Gedung Putih, Obama menyebut penangkapan tersangka kedua ini menjadi 'bagian paling penting dalam tragedi ini.

Ayah Tersangka Minta Anaknya Menyerahkan Diri

Anzor Tsarnaev, ayah kandung seorang tersangka bom maraton di Boston meminta, Dzhokar Tsarnaev (19) menyerahkan diri secara baik-baik. Meski begitu sang ayah bersikeras bahwa anak-anaknya tidak bersalah.

Seperti dilansir di ABC News, Sabtu (20/4/2013) Anzor Tsarnaev mengatakan selama beberapa minggu terakhir ia sempat berkomunikasi dengan anaknya. Ia sempat mengkhawatirkan kondisi anaknya pasca ledakan bom di Boston. Namun saat itu sang anak malah berbalik menenangkan ayahnya,

"Semuanya baik, Ayah. Semuanya sangat baik," tirunya,

Selama diwawancarai, sang ayah masih bersikeras bahwa kedua anaknya tidak bersalah. Anzor memperingatkan jika sampai sang anak terbunuh, maka akan banyak orang yang dirugikan.

"Jika mereka membunuh anak kedua saya, saya akan tahu bahwa itu adalah pekerjaan orang dalam. Polisi yang harus disalahkan," katanya.

Anzor Tsarnaev mengatakan bahwa anak-anaknya tidak mungkin dapat dikendalikan oleh orang lain. Ia mengatakan keduanya merupakan seorang anak yang baik dan tidak memiliki pengetahuan tentang senjata atau bahan peledak.

"Sang ayah mengatakan dua putrinya, usia 22 dan 24, tinggal di satu tempat di West New York, AS," tandasnya.

Sebelumnya Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI serta aparat penegak hukum AS lainnya, tengah melakukan operasi pengejaran besar-besaran terhadap tersangka pengeboman Boston Marathon. Tersangka kedua ini masih terus diburu, sementara tersangka pertama telah tewas dalam baku tembak dengan aparat AS.

Menurut sumber seperti dikutip NBC News, tersangka kedua yang sedang diburu bernama Dzhokhar A Tsarnaev, berumur 19 tahun. Dia dan kakak laki-lakinya, yang tewas dalam baku tembak dengan polisi beberapa jam lalu, merupakan permanent resident di AS. Keduanya berasal dari Chechnya dan telah tinggal di AS selama setidaknya satu tahun. Mereka diketahui tinggal di Cambridge, Massachusetts.

Seperti dilansir FBI dalam situs resminya, dua tersangka tersebut tertangkap kamera ketika berada di persimpangan jalan antara Boylston dan Gloucester. Lokasi tersebut cukup dekat dengan garis finish event Boston Marathon. Dari foto yang dirilis FBI, diketahui keduanya berkulit putih dan merupakan dua pria muda. Dua orang tersebut sama-sama menggendong ransel yang diyakini berisikan bom. Tersangka pertama mengenakan topi bisbol hitam sedangkan tersangka kedua mengenakan topi berwana putih.

Penangkapan tersangka kedua bom 'panci' Boston, Dzhokhar Tsarnaev disambut kelegaan warga Boston dan sekitarnya. Mereka yang ada di dekat lokasi penangkapan bahkan sempat bertepuk tangan menyambut penangkapan tersebut.

Warga Boston lainnya hingga turun ke jalanan dan bersorak: "USA! USA!" Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/4/2013), ratusan warga Boston merayakan penangkapan Dzhokhar ini dengan turun ke jalanan.

Kepala kepolisian Boston, Ed Davis menuturkan, warga yang ada di sekitar lokasi penangkapan menyambut dengan tepuk tangan. Mereka bisa bernapas lega mulai saat ini.

Saat operasi pengejaran Dzhokhar dilakukan, seluruh warga Watertown maupun Boston di negara bagian Massachusetts diimbau untuk tetap di dalam rumah dan mengunci pintu rumah mereka rapat-rapat. Bahkan seluruh aktivitas di kota Boston dihentikan.

Kepolisian setempat menutup akses bagi angkutan umum yang masuk dan keluar dari wilayah Watertown. Pusat-pusat komersial diimbau untuk tidak beroperasi sementara pengejaran dilakukan. Gubernur Massachusetts Deval Pattrick bahkan memerintahkan agar semua armada bis dan kereta api yang masuk ke wilayah Boston berhenti beroperasi.

Proses pengejaran dan penangkapan tersangka kedua yang masih berusia 19 tahun ini, menurut warga setempat, sempat diwarnai baku tembak. Polisi menggunakan granat cahaya untuk mengalihkan Dzhokhar yang kepergok bersembunyi di dalam perahu milik warga setempat, sebelum akhirnya menangkapnya.

"DITANGKAP!!! Pengejaran berakhir. Penyisiran selesai dilakukan. Teror sudah berakhir. Dan keadilan yang menang. Tersangka sudah ditahan," demikian bunyi akun Twitter Kepolisian Boston memastikan penangkapan Dzhokhar pada Jumat (19/4) malam.

Segera setelah tertangkap, Dzhokhar langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini, Dzhokhar masih dirawat di rumah sakit umum Massachusetts, yang juga digunakan untuk merawat para korban ledakan. Namun sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut luka seperti apa yang diderita Dzhokhar. Sejumlah warga setempat yang ada di dekat lokasi kejadian saat penangkapan dilakukan, mengaku melihat si tersangka dalam kondisi berlumuran darah saat dimasukkan ke dalam ambulans.

Tersangka kedua bom 'panci' Boston, Dzhokhar Tsarnaev, berhasil ditangkap dalam keadaan hidup, namun mengalami luka-luka. Dilaporkan, luka-luka yang diderita pemuda 19 tahun ini sangat serius.

"Benar-benar serius," ujar seorang aparat federal yang menangani kasus ini, seperti dilansir boston.com, Sabtu (20/4/2013).

Segera setelah tertangkap bersembunyi di dalam sebuah perahu di area Franklin Street, Watertown, Massachusetts, Dzhokhar langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini, Dzhokhar masih dirawat di rumah sakit umum Massachusetts, yang juga digunakan untuk merawat para korban ledakan.

Namun sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut luka seperti apa yang diderita Dzhokhar. Sejumlah warga setempat yang ada di dekat lokasi kejadian saat penangkapan dilakukan, mengaku melihat si tersangka dalam kondisi berlumuran darah saat dimasukkan ke dalam ambulans.

Penangkapan Dzhokar ini sempat diwarnai baku tembak dan lemparan granat. Polisi menggunakan granat cahaya untuk mengalihkan Dzhokhar, sebelum akhirnya menangkapnya.

"Saya pikir, berdasarkan penyelidikan kami saat ini, warga kota Boston dan di wilayah ini bisa lega karena ancaman sudah berlalu," ucap Kepala Kepolisian Boston, Ed Davis, meyakinkan warganya.

Dzhokhar dan sang kakak, Tamerlan Tsarnaev (26) dinyatakan sebagai tersangka pelaku bom 'panci' yang meledak dalam event Boston Marathon, pada Senin (15/4) sore waktu setempat. Keduanya merupakan permanent resident di AS dan tinggal di wilayah Cambridge. Sang kakak, Tamerlan, tewas dalam baku tembak dengan polisi yang mengejar mereka.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -