Surabaya, Kebakaran yang melanda ruko di Jalan Ngagel Jaya Selatan 15P Surabaya, Jumat (31/5/2013). Kebakaran tersebut membuat 1 keluarga tereperangkap di lantai 2.

Arie Bekti Kasie Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya  mengatakan, bahwa satu keluarga tersebut sedang beristirahat di lantai dua yang digunakan sebagai kamar  tidur.

Saat kebakaran terjadi keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak yang berusia 14 dan 22 tahun itu panik dan langsung menyelamatkan diri ke lantai atas. Namun mereka malah terperangkap di ruangan yang atapnya terbuat dari beton.

"Tapi mereka tidak sampai mengalami luka dan kita keluarkan lewat tangga yang ada di belakang ruko," kata dia.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.40 WIB bermula dari lantai 2 namun tidak sampai merembet hingga ke lantai atas atau lantai 3 ruko.

"Api tidak sampai merembet ke mana-mana dan tidak sampai terjadi api hanya asap yang cukup tebal saja," tutur dia.

Keluarga ini akhirnya berhasil di selamat kan  setelah petugas PMK mengevakuasi mereka. Mereka  menggunakan breathe apparatus (alat bantu napas) untuk bisa keluar ruko. Lantaran tebalnya asap.

Arie Bekti menjelaskan, kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek, dugaan tersebut diperkuat dengan adanya  dispenser dan lemari es yang ada di lantai dua terbakar habis dan hancur.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran yakni tiga unit dari Pasar Turi dan satu unit dari Menur diluncurkan ke lokasi ditambah dengan satu mobil rescue. Pembasahan selesai dilakukan sekitar pukul 02.50 WIB.

"Kita luncurkan 5 unit mobil untuk melakukan pemadaman tapi hanya tiga yang digunakan," tambah dia.

Petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan melakukan pemadaman ruko yang terbakar di jalan Ngagel Jaya Selatan karena asap tebal yang timbul dari serbuk hitam dan kondisi lantai yang licin.

Arie Bekti Kasie Pencegahan dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya mengatakan, untuk melakukan pemadaman petugas juga harus menggunakan masker dan tabung oksigen karena asap yang hitam pekat menyebabkan oksigen dalam ruangan berkurang.

"Kita harus memakai masker dan tabung oksigen untuk menyisir lokasi dan mencari titik api di tengah asap tebal yang banyak berupa serbuk-serbuk hitamnya sehingga juga mengganggu penglihatan," kata dia.

Untuk menuju ke lantai dua, lanjut dia, petugas mengalami kesulita masuk dari lantai satu dan harus memotong teralis besi jendela. Setelah berhasil masuk ke lantai 2 petugas juga harus membuka kaca dan menghalau asap hitam yang memenuhi ruangan.

"Setelah berhasil masuk ke lantai 2 kami seprai asap dengan air sehingga asap mulai menipis dan kita bisa menemukan titik api dan langsung melakukan pembasahan. Bahkan api hampir tidak ada hanya asap saja yang mengepul," ujar dia.

"Di dalam ruangan yang terbakar di lantai 2 itu banyak spon-spon hijau kasar yang biasa digunakan untuk mencuci piring dan beberapa alat elektronik. Kerugian ditaksir sekitar Rp.70 juta," kata Arie Bekti Kasie Pencegahan dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya saat dihubungi .

Arie juga mengatakan, spon-spon yang ada di dalam ruangan terbakar itu masih berupa lembaran-lembaran dalam jumlah banyak dan belum diolah. Asap tebal di lokasi kemungkinan juga dipicu bahan-bahan yang terbuat dari spon ini.

"Yang banyak terbakar ini bahan-bahan yang terbuat dari plastik dan spon sehingga banyak asap hitam yang mengepul serta berupa serbuk-serbuk," ujar dia.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -