MALANG - Banjir akibat luapan air Sungai Penguluran di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang memakan korban. Satu korban itu Ny Ngatinah (73) yang tinggal di RT 14/RW 3. "Bu Ngatinah terseret air banjir. Dia masih dalam posisi tidur di kasurnya," jelas Tiyanto, keponakan korban hari ini.

Saat ini, pihak keluarga dan tetangga sedang memandikan jenazahnya. Rencananya akan dikubur di TPU desa setempat. Menurut pria ini, Ngatinah saat ditemukan tetap berada di kasurnya namun sudah di atas lemari. Ia terseret banjir saat air sedang tinggi dan deras sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika sudah mulai surut pada Rabu dini hari pukul 01.00 WIB, keluarga menemukan Ngatinah sudah tewas. Lokasinya sekitar 25 meter dari rumahnya, di kebun pisang.

Menurutnya, almarhum sehari-hari lebih banyak di tempat tidur karena sakit darah tinggi. Karena itu, ketika ada banjir, ia tidak bisa menyelamatkan diri. Di rumahnya, ia tinggal dengan keponakan dan anaknya yang memberikan dua cucu. Diduga karena anaknya sibuk menyelamatkan anak-anaknya, Ngatinah jadi tidak bisa diungsikan. Informasi yang diperoleh, Ketinggian banjir sekitar 1-2 meter. Karena itu, banyak rumah yang terendam.

Sekitar 645 rumah terendam banjir di desa Sitiarjo Kec Sumbermanjing Wetan Kab Malang. Ketinggian air banjir bervariasi sekitar 2 meter. Warga mengungsi ke rumah saudara & tetangga yg daerahnya lebih tinggi. Pagi ini dibangun dapur umum di lokasi. Banjir mulai terjadi sekitar pk 18.30 WIB akibat hujan deras dan air sungai meluap. Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Aparat pemkab Malang, Polri, TNI, PMI & relawan sudah di lokasi. Update disampaikan Aprilianto - Sekretaris PMI Kabupaten Malang.

Ratusan warga yang rumahnya terendam banjir di kawasan Sitiarjo Malang terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau tetangga dan rencananya akan dibangun dapur umum di lokasi pada Rabu (10/7/2013) pagi.

Aprilianto Sekretaris PMI Kabupaten Malang pada Suara Surabaya, Rabu (10/7/2013) mengatakan, total ada sekitar 645 rumah terendam banjir di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

"Ketinggian air di lokasi banjir bervariasi sekitar 2 meter. Warga mengungsi ke rumah saudara dan tetangga yang daerahnya lebih tinggi dan pagi ini dibangun dapur umum di lokasi," kata dia.

Aprilianto menjelaskan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB akibat hujan deras sehingga air sungai meluap.

"Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Aparat Pemkab Malang, Polri, TNI, PMI dan relawan sudah di lokasi," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, banjir melanda kawasan Sitiarjo Kabupaten Malang dan merendam ratusan rumah dengan ketinggian air mencapai 3 meter.

Pujo Kepala Dusun Krajan Kulon pada Suara Surabaya mengatakan, air tinggi mulai pukul 19.00 WIB setinggi 1,5 meter di daerah Pasar Sitiarjo sampai turun setinggi perut orang dewasa.

Warga 2 desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang diimbau untuk berhati-hati dengan datangnya banjir bandang serta tanah longsor. Mengingat prediksi cuaca di wilayah mereka masih buruk.

Imbauan tersebut disampaikan untuk warga di Desa Tambakrejo serta Desa Sitiarjo, yang dini hari tadi ratusan tempat tinggalnya terendam air.

"Kami telah melakukan imbauan kepada warga untuk waspada akan datangnya banjir bandang yang lebih besar lagi. Karena cuaca diprediksi masih buruk dengan tingginya curah hujan," ujar Camat Sumbermanjing Wetan, Bambang Istiawan, kepada detiksurabaya.com di lokasi longsor, Senin (6/9/2010)

Menurut Bambang selain melanda wilayah Dusun Tambakbedah, dan Desa Tambakrejo, banjir bandang juga merendam puluhan rumah di Desa Sitiarjo, yang selama ini menjadi langganan banjir akibat luapan Sungai Mbambang.

"Dua wilayah ini sangat rawan banjir bandang, karena ada sungai besar mengalir di daerah itu," terangnya.

Bambang mengaku kondisi banjir bandang terjadi dini hari tadi memang belum berdampak buruk bagi masyarakat. Tetapi dikhawatirkan akan datang kembali luapan sungai menyebabkan banjir bandang lebih besar.

Akibat luapan Sungai Mbambang dan Sungai Penguluran, selain menyebabkan banjir yang mengakibatkan 200 rumah di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, terendam air setinggi 1 meter juga membuat longsor sehingga beberapa tempat terisolir. Demikian dilaporkan Sekretaris Desa Tambakrejo, Febriana Kristanti melalui telpun.

Menurut wanita berkaca mata ini, luapan air terjadi sejak Senin diri, karena hujan sejak Minggu malam terus mengguyur. Tapi kini luapan air itu telah surut dan warganya mulai bergotong-gotong royong untuk membersihkan rumahnya.

Meskipun banjir telah surut, kata Febriana, seluruh warganya masih terisolir karena tanah longsor menghubungkan desanya dengan Desa Kedungbanteng, kecamatan setempat.

"Meski banjirnya sudah surut, tapi kita terisolir, karena ada tanah longsor yang
menghubungkan desa kami dengan desa lain," ungkapnya.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -