Malang - 
Sebuah gapura besar di Jalan Bukit Barisan, Malang, roboh setelah dihantam truk tronton, Sabtu (13/7/2013) siang.Sekitar pukul 12.00, Subandrio (36) mengemudikan truk tronton berplat B 9218 TEU menuju Giant Dinoyo, setelah sebelumnya mengedrop barang di Giant Pulosari.

Namun ternyata, Subandrio yang asal Garut ini malah membelokan truknya di Jalan Bukit Barisan, bukannya berjalan terus ke utara sampai pertigaan Jalan Gajayana.
Pun saat melihat gapura di samping Kelurahan Pisang Candi ini, Subandrio yang saat itu menyupir sendirian dengan santainya lewat tanpa memperhatikan ketinggian gapura dan truknya.

Alhasil kontainer menghantam batas gapura dan langsung ambrol. Gapura yang dibangun 10 tahun silam ini pun menimpa truk Subandrio hinga membuat atap truknya ringsek.
Beruntung supir perusahaan ekspedisi PT MLT tidak mengalami luka apapun.
Subandrio sendiri mengaku belum hapal jalan-jalan di Malang. Bisa menabrak gapura, Subandrio menuturkan merasa yakin tinggi truknya muat dengan tinggi gapura.
“Saya salah jalan. Mau mundur, jalannya sempit. Saya coba maju, taunya malah kena (gapura),” kata Subandrio.

Ketua RT 01 Pisang Candi, Andiono Chandra (55), mengatakan supir truk melaju dengan kecepatan sekitar 20 km/jam saat menghantam gapura.
Bukan hanya gapura yang roboh, sebuah mobil Toyota Avanza N 1371 GN pun ikut tertimpa puing-puing gapura yang mengakibatkan kap dan kaca depan ringsek.

Kap dan kaca depan mobil milik warga setempat bernama Nugroho itu langsung ringsek. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat kejadian yang berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB ini. ‘’Ini mobil anak saya. Biasa memang diparkir di depan rumah,’’ ujar pria 62 tahun itu.
Nugroho memperkirakan biaya perbaikan mobil tersebut bisa mencapai Rp 10 juta. ‘’Saya langsung tanyakan ke orang bengkel. Katanya kalau kondisi ringsek begini bisa habis Rp 10 juta. Ya, saya berharap tanggungjawabnya,’’ timpalnya lirih.

Lebih parah, kerugian akibat robohnya gapura ditafsir mencapai Rp 88 juta. Ubad pun hanya bisa geleng-geleng kepala dan tertunduk lesu melihat dampak kelalaiannya saat mengemudikan truk ber-Nopol B 9218 TEU tersebut. Belum lagi, kerusakan pada truk container yang dia kemudikan. Bisa-bisa total lebih dari Rp 100 juta.

‘’Informasi dari orang bangunan, kerugian ditafsir sekitar Rp 88 juta. Jelas kami akan minta pertanggungjawaban,’’ beber Ketua RT setempat, Handiyono Chandra.
Handiyono dan warga sekitar sejatinya ragu jika Ubad sekadar salah jalan. ‘’Kalau pengakuan si sopir dia bilang kesasar salah belok. Dia juga tidak ditemani kernet. Tapi, logikanya kan pengemudi truk bisa memperkirakan kalau tidak bisa lewat gapura ini.’’ tukasnya.

Robohnya gapura ini membuat akses jalan warga di sekitar Kantor Kelurahan Pisang Candi tertutup, karena puing gapura belum dibereskan.
Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Ega Prayudi, menambahkan supir dan truknya dibawa ke Unit Laka Lantas Polres Malang untuk dimintai keterangan.
“Untung saja tidak ada korban jiwa. Tapi tetap si supir truk kami periksa,” imbuh Ega.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -