Jakarta - Kerusuhan melanda LP Klas I Tanjung Gusta Medan, Kamis (11/7/2013) petang. Napi marah dan membakar ruangan LP. Puluhan napi kabur, sebagian berhasil ditangkap lagi.

Informasi awal, kerusuhan dipicu padamnya listrik dan tidak mengalir air sejak pukul 05.00 WIB. Napi protes. Namun petugas tidak bisa berbuat banyak. Sebab padamnya listrik disebabkan gardu meledak. Pulihnya listrik harus menunggu perbaikan dari PLN.

Air tak bisa mengalir karena listrik belum pulih. Napi tidak bisa menerima penjelasan dari petugas. Mereka mengamuk menjelang Magrib. Ulah sebagian napi kemudian menjalar.

Selanjutnya, napi tak hanya protes soal listrik dan air, tapi juga ingin bertemu Wamen Denny Indrayana terkait PP 99 tahun 2012 tentang pembebasan bersyarat bagi para napi. Dalam PP ini disebutkan napi korupsi, narkoba dan terorisme dan illegal logging tidak diberi remisi. Napi khawatir tidak mendapat remisi menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Emosi napi tak terbendung. Kerusuhan massal pun terjadi. Berikut tahap-tahap menegangkan dalam kerusuhan tersebut.

1. Ruangan LP Dirusak dan Dibakar

Sekitar pukul 17.30 WIB, sejumlah napi marah. Mereka merobohkan pagar bagian dalam dan menjebol pintu utama LP. Petugas tak mampu mengatasi. Napi mulai membakar ruangan LP. Terdengar ledakan yang diduga berasal dari tabung gas. Api makin membesar.

Petugas pemadam kesulitan masuk ke LP, karena napi melakukan perlawanan. Selain itu, kondisi gelap. Hingga malam, napi tetap beringas.

2. Napi Kabur
Di tengah kerusuhan, diperkirakan sebanyak 200 napi kabur. Beberapa di antaranya merupakan napi kasus terorisme. Petugas di lokasi kesulitan mengejar karena mereka fokus pada pengendalian situasi.

Sebagian napi yang kabur berhasil ditangkap. Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta menyebut 42 napi ditangkap di sejumlah lokasi berbeda. Mereka tidak bisa menunjukkan identitas diri. Jumlah itu masih sementara, kemungkinan dapat bertambah lagi.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti berapa jumlah napi yang kabur.

3. Sipir Terjebak
Saat kerusuhan terjadi, 10 petugas LP terjebak di dalam. Mereka tak bisa keluar karena terkepung api. Pada Jumat (12/7) dini hari, mereka baru dilepas satu per satu.

"Saat ini tinggal dua orang lagi di dalam. Mereka bukan disandera para napi," kata Siregar kepada wartawan di LP Tanjung Gusta, Jalan Pemasyarakatan, Medan.

Para petugas itu tidak dilukai dan tidak juga terluka dalam kebakaran dan kerusuhan itu. Setelah mendapat kepastian situasinya kondusif, para sipir itu keluar dari pintu depan dan disambut rekannya yang lain sekitar pukul 03.00 WIB.

4. Tembakan Gas Air Mata
Sekitar 500 personel polisi dan TNI bersiap masuk ke dalm LP. Namun usaha itu tak mudah, sebab napi melempari aparat bersenjata lengkap dengan batu. Batu-batu sebesar kepalan tangan orang dewasa beterbangan hampir tiap menit. Petugas yang hendak mengendalikan situasi terpaksa harus berhati-hati mendekat ke LP karena listrik di sekitar LP juga mati sehingga kondisi gelap.

Petugas beberapa kali melepas tembakan gas air mata ke arah LP. Melalui pengeras suara, mereka mengimbau para napi untuk menyerah. Bukannya menyerah, para napi malah membalas tembakan dengan lemparan batu. Beruntung batu-batu itu tak mengenai petugas yang jaraknya sekitar 30 meter dari pintu utama LP. Batu-batu itu hanya mencapai titik sekitar 15 meter dari dari pintu utama.

Hingga saat ini, aparat bersiaga di luar LP.

5. Napi Orasi
Melalui pengeras suara, salah seorang napi Marwan alias Wak Geng berorasi di depan LP. Napi yang dihukum karena tindakan terorisme ini meminta teman-temannya membebaskan sandera. "Mari kita lepaskan, dia bukan kita sandera. Agar tidak ada salah persepsi, kita tidak menyandera, jangan lagi melakukan pelemparan," kata Wak Geng di depan LP Tanjung Gusta Medan.

Setelah berbicara sekitar 5 menit, Wak Geng kembali masuk ke dalam. Selama dia orasi, tidak ada aktivitas pelemparan batu dari dalam LP ke arah petugas yang berada di luar.

Wakgeng terpidana 12 tahun penjara dalam kasus perampokan Bank CIMB Niaga, Jalan Aksara Medan. Perampokan yang terjadi pada 18 Agustus 2010 itu mengakibatkan tewasnya seorang anggota Brimob Polda Sumut.

6. Mayat Dievakuasi
Petugas gabungan menjebol jendela dan tembok ruang kantor LP serta mengevakuasi mayat dari dalam ruang registrasi LP. Mayat dengan luka bakar itu dimasukkan kantong putih.

Padah tahap awal, ada 4 mayat dievakuasi. Tak berapa lama, satu mayat lagi ditemukan. Belum dipastikan ada atau tidaknya korban lain, karena petugas masih belum masuk ke dalam LP.

Kantong berisi mayat itu dibawa dengan mobil ambulans ke RSU Pirngadi, Medan untuk diautopsi. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun LP mengenai identitas mayat. Kemungkinan jumlah korban masih terus bertambah.

Hingga saat ini, kondisi LP belum sepenuhnya bisa dikendalikan. Namun petugas sudah mulai masuk ke LP secara perlahan.

Kerusuhan dan kebakaran yang terjadi di LP Tanjung Gusta Medan langung mendapat respon dari mitra kerja Polri di DPR, Komisi III. Komisi hukum itu segera terbang menuju Medan untuk meninjau situasi di lokasi.

"Komisi III DPR rencananya akan datang ke Medan melihat dari dekat apa penyebab terjadinya kerusuhan dan pembakaran, serta sejauh mana aparat sudah berhasil mengamankan keadaan," kata anggota Komisi III Martin Hutabarat dalam pesan singkat, Jumat (12/7/2013).

Rencananya mereka akan berangkat siang ini pasca rapat paripurna penutupann masa sidang. Belum diketahui berapa jumlah anggota yang akan pergi. "Agar peristiwa kerusuhan Lapas di Tanjung Gusta Medan jangan sampai menginspirasi terjadinya kerusuhan yang sama di lapas-lapas lain," tuturnya soal urgensi keberangkatan.

Martin menuturkan, belajar dari kejadian ini Kemenkum HAM perlu menarik pelajaran bagaimana mengatasi kerusuhan-kerusuhan di Lapas, terutama yang membludak jumlah tahanannya atau tak sebanding dengan daya tampung Lapas.

"Saya dengar kota Medan agak mencekam untuk ini diharapkan juga dukungan masyarakat untuk memberi informasi pada Polri apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan terkait dengan kaburnya para tahanan," ucap politisi Gerindra itu.

Kerusuhan dan pembakaran LP Tanjung Gusta oleh para napi terjadi pada Kamis (11/7) pukul 18.30 WIB kemarin. Akibatnya sekitar 200 tahanan kabur, sebagian kini sudah ditangkap. Polisi hingga kini masih belum bisa masuk ke dalam LP yang dihuni oleh 2.000 lebih napi karena napi masih berupaya melakukan perlawanan.

 Langit kini terang di Kota Medan, namun suasana di LP Tanjung Gusta masih belum kondusif. Petugas gabungan TNI dan Polri hingga kini masih berjaga-jaga, namun belum ada masuk ke dalam LP.

Jumat (12/7/2013) pukul 07.10 WIB, kondisi LP di bagian depan, terutama di kantor tampak hangus terbakar. Puluhan napi tampak berkumpul di dalam ruang tersebut yang besi teralisnya sudah dijebol untuk mengevakuasi mayat dini hari tadi.

Puluhan napi tersebut berupaya memprovokasi petugas dengan cara berteriak. Ada juga yang berteriak sambil tertawa ke arah petugas.

Api kini sudah padam, namun masih terlihat asap hitam menjulang ke atas langit. Warga pun kembali berdatangan ke areal LP. Mereka bahkan ada yang mencoba melewati pagar di LP tersebut. Polisi dengan peralatan lengkap masih berjaga-jaga untuk mengamankan lokasi.

Seorang napi yang kabur saat terjadi kerusuhan Tanjung Gusta ditangkap polisi. Ia berada di bus tujuan Bireuen, Aceh. Saat ini, ia diamankan di Mapolres Aceh Timur.

"Ditangkap atas nama Afrijal bin Basri, usia 22 tahun," kata Kapolres Aceh Timur saat dihubungi detikcom, Jumat (12/7/2013).

Afrijal tak bisa menghindar saat polisi memeriksa bus Putra Pelangi yang ditumpanginya di Jalan Medan-Banda Aceh sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mengenakan kaos warna hijau dan membawa ponsel. "Karena situasi lapas (Tanjung Gusta) masih belum kondusif, sementara ia ditahan di sini," jelas Muhajir.

Afrijal merupakan napi kasus narkoba. Ia dihukum 10 tahun dan baru menjalani 3 tahun masa hukuman di LP Tanjung Gusta.

Aceh Timur ditempuh 5 jam perjalanan dari Medan. Diperkirakan, Afrijal kabur sekitar pukul 19.00 WIB. Belum diketahui bagaimana pemuda asal Bireuen meloloskan diri dari LP Tanjung Gusta.

Saat ini, seluruh perbatasan Sumut dan Aceh dijaga ketat aparat. Kendaraan dirazia. "Semua siaga. Instruksi dari Polda," tutup Muhajir.

Sebelumnya, Polresta Medan menangkap 42 napi di sejumlah tempat. Untuk sementara, mereka ditahan di beberapa polsek.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan bahwa ada lima orang yang meninggal korban pembakaran dan larinya narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta, Medan pada Kamis (11/72013).

"Korban yang meninggal lima orang terdiri dari dua petugas lapas dan tiga napi yang sedang dibina dan membantu tugas petugas lapas," kata Irjen Pol Ronny F Sompie Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Jumat (12/7/2013).

Melansir dari Antara, saat ini, lima korban yang meninggal, jasadnya di Rumah Sakit Pringadi, Medan.

"Situasi sudah bisa dikuasai, kebakaran sudah padam. Dan sepuluh petugas lapas sudah dievakuasi ke luar lapas," kata Ronny.

Jumlah petugas pengamanan dari Polri sebanyak 500 personel dan TNI sebanyak 300 personel dan masih berjaga di sekeliling lapas, ujarnya.

"Napi yang berhasil ditemukan dan ditangkap sebanyak 55 orang napi dan dititipkan di Polres Binjai, Langkat dan Belawan," kata dia.

Terjadinya tahanan kabur dan kebakaran lapas kelas I Tanjung Gusta karena keributan di Lapas Tanjung Gusta terjadi karena air dan listrik mati pada Kamis (11/7/2013) mulai jam 05.00 WIB subuh, dan jam 17.30 WIB, katanya.

Para napi berontak dan menjebol pintu utama serta membakar ruangan kantor, Jumlah tahanan di Lapas Tanjung Gusta. Dan data jumlah napi yang kabur masih simpang siur.

Menurut keterangan Akbar Hadi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kabag Humas Ditjen PAS) mengatakan, bahwa pada Kamis malam sekitar pukul 18.30 WIB telah terjadi pelarian napi.

"Jumlah penghuni sebelum kejadian 2.600 napi, sementara kapasitas lapas hanya 1.054 napi dan terjadi kelebihan kapasitas 247 persen," ungkap Akbar.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -