Jakarta -  Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk keras aksi kekerasan ormas tertentu di Indonesia yang melakukan kekerasan di Kendal beberapa waktu lalu.

Melalui akun facebooknya beliau merilis pidato kekerasan tersebut. Kali ini pidato SBY terkesan keras dan tidak mentolerir aksi-aksi main hakim sendiri tersebut.

Berikut ini isi dari pidato beliau yang di posting lewat Facebook dengan akun Susilo Bambang Yudhoyono.

Hormati Bulan Ramadhan, Cegah Kekerasan

Kita sungguh bersyukur, karena dengan tenang kita bisa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini. Tidak semua saudara kita di berbagai penjuru dunia memiliki kemudahan yang sama. Tengok misalnya apa yang terjadi di Syria, Mesir, Irak dan juga Afganistan, yang masih diguncang ledakan bom maupun kekerasan bersenjata yang lain.

Cara kita bersyukur kepada Allah SWT adalah dengan menjaga ketenteraman dan ketenangan kehidupan masyarakat kita, sehingga kita bisa beribadah dengan baik. Sebagaimana yang saya sampaikan di Kemayoran Jakarta malam ini, selepas acara berbuka puasa bersama dengan 5000 anak yatim. Saya mengajak semua pihak untuk menghormati dan memuliakan bulan Ramadhan yang penuh berkah serta ampunan.

Bagi yang tidak wajib menjalankan puasa, mestilah menghormati mereka yang menjalankannya. Begitulah etika dan tata krama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Masyarakat yang toleran tapi juga penuh dengan tenggang rasa. Sementara, yang berpuasa justru bisa menjalankan ibadahnya secara khusyuk dan menjauhi perilaku yang bisa membuat ibadah puasanya tidak punya nilai apa-apa. Misalnya, melakukan aksi-aksi kekerasan dan perusakan, termasuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Sebagai seorang muslim, saya sangat berkeberatan kalau agama Islam disalahtafsirkan dan juga disalahgunakan. Islam menyukai kedamaian dan kasih sayang di antara sesama. Islam tidak identik dengan kekerasan. Islam tidak identik dengan perusakan. Islam juga tidak identik dengan main hakim sendiri. Justru, kelompok yang melakukan kekerasan atas nama Islam, merekalah yang mencederai dan membuat aib untuk agama Islam.

Berkaitan dengan hal ini, apa yang terjadi di Jawa Tengah beberapa hari yang lalu, yaitu bentrok antara unsur FPI dengan masyarakat, sebenarnya tidak perlu terjadi. Alhamdulillah, Polri dan aparat pemerintah daerah bertindak tepat dan cepat, sehingga bentrokan ini tidak meluas dan tidak berkembang. Sungguh pun demikian, ke depan nanti, saya minta jajaran Polri tidak membiarkan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh siapa saja, termasuk FPI. Gunakan cara-cara yang persuasif. Tetapi, kalau tidak bisa dan aksi-aksi kekerasan tetap dilancarkan, maka hukum harus ditegakkan dengan tegas. Polri tidak perlu ragu dalam bertindak. Yang penting profesional dan adil, serta tetap mencegah jatuhnya korban jiwa. Dari pihak manapun. Masyarakat harus dilindungi dan dibebaskan dari rasa takut dan kecemasan.

Saya menyeru kepada saudara-saudara saya yang ada dalam FPI untuk menghentikan tindakan kekerasan dan main hakim sendiri. Cara memerangi kemaksiatan dan kemungkaran tidak harus dengan cara-cara yang lebih mungkar. Saya yakin FPI bisa melakukan banyak hal yang baik dan berguna bagi umat dan masyarakat kita. Mari kita contoh pribadi Rasulullah SAW yang agung. Tidakkah beliau telah memberi teladan yang luar biasa dalam membangun masyarakat yang beradab. Tidakkah Nabi Muhammad SAW telah mengemban misi Allah SWT yang juga luar biasa, yaitu mengajarkan dan mengembangkan Islam sebagai penabur rahmat bagi semesta alam. Insya Allah kita bisa meneladaninya. *SBY*

Keterangan foto : Presiden SBY didampingi Menkopolhukkam, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri dan Wamenag, melaksanakan konpers, usai berbuka puasa bersama 5000 anak yatim piatu di Kemayoran (21/7).

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -