Malang -- Sebuah kebakaran baru saja terjadi di Restoran Ocean Garden, Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tepat di depan Stasiun Kota Baru. Kebakaran terjadi tepat pukul 13.10 WIB saat Aremania tengah semarak memenuhi jalan tersebut.

Belum diketahui penyebab kebakaran yang menghanguskan hingga atap-atap restoran tersebut. Api cepat melalap karena dinding restoran terbuat dari bahan kayu.
Jalanan di sekitaran TKP menjadi sangat macet apalagi bertepatan dengan konvoi Aremania.
 Menurut sumber dari "BERITA JATIM" (http://m.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2013-08-11/180482/_Aremania_Lempar_Petasan,_Restoran_Ocean_Garden_Malang_Terbakarsalah seorang saksi mata, Alif Adam (17), kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, salah satu rombongan Aremania yang melakonvoi sedang bermain petasan. Api petasan itu tak sengaja menyambar salah satu bagian atap restoran yang terbuat dari jerami. "Karena api mengenai atap jerami, api langsung membesar menyebar," kata Alif pada beritajatim.com.

Mengetahui api membesar, karyawan dan pengunjung restoran langsung berhamburan keluar. Pada saat kejadian, lokasi kejadian sedang padat lantaran posisi restoran berdekatan dengan halaman Stasiun Kotabaru Malang tempat acara ulang tahun Arema dipusatkan. "Api membara hampir satu jam," tandasnya.Sementara itu, kasir restoran, Devi mengaku, saat kebakaran terjadi karyawan sedang sibuk melayani pengunjung. Kebakaran pertama kali diketahui oleh pengunjung restoran yang sedang makan.

"Ada lima meja yang penuh pengunjung. Setelah diketahui ada kebakaran, semua pengunjung dan karyawan dievakuasi dan atap dirobohkan, tetapi api malah terus membesar," ujarnya.

Terpisah, Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suhariyanto mengaku jika kejadian ini masih dalam penyelidikan. Hingga kini juga masih belum diketahui kerugian akibat kebakaran tersebut. Untuk memdamkan api, tiga unit mobil pemadam kebakaran telah diturunkan. Hingga saat ini, lokasi kebakaran menjadi tontonan warga. "Masih kita selidiki lebih lanjut untuk mencari pelakunya," pungkasnya.

Seorang saksi, Dewi mengungkapkan sejumlah orang sedang duduk di sekitar Ocean Garden. Beberapa orang lainnya menyalakan mercon dan kembang api.

Dewi mengungkapkan penyalaan mercon dan kembang api sempat menuai protes warga sekitar. Bahkan seorang warga, Naryo sempat hendak merampas mercon yang dibawa dua orang  tersebut. Tapi, dua orang itu malah melemparkan mercon ke Ocean Garden.
"Pelaku bukan anak-anak. Kelihatannya sudah bapak," kata Dewi.
Api langsung melahap bangunan utama Ocean Garden. Sebab, bangunan Ocean Garden dibangun dengan alang-alang dan bambu. Saat ini dua bangunan lain masih belum tersentuh api.


Tudingan penyebab kebakaran rumah makan Ocean Garden karena petasan, dibantah keras manajemen Arema Indonesia.


"Tidak benar karena petasan," kata juru bicara Arema Indonesia Sudarmadji dikonfirmasi, Minggu (11/8/2013) sore.

Sudarmadji menjelaskan, sesuai informasi yang didapatkan sumber api hingga meludeskan restoran di Jalan Sriwijaya, Minggu siang, karena percikan api di ruang dapur.

"Info yang kami dapat memang ada percikan api yang bersumber dari dapur," jelasnya.

Berdasarkan informasi itu, lanjut dia, sangat meminimalisir dugaan petasan dari peserta konvoi mengakibatkan kebakaran. Kini pihaknya menyerahkan kepada aparat kepolisian menyelidiki kejadian ini.

"Untuk lebih obyektif menunggu kehadiran tim labfor," tegasnya.

Seperti diketahui, rumah makan Ocean Garden ludes dilahap api selama 1 jam. Tiga mobil PMK sulit mendekat ke lokasi kebakaran akibat padatnya lalu lintas dipenuhi ribuan aremania tengah merayakan Ultah ke-26.

Berbagai upaya dilakukan untuk memadamkan api, termasuk merusak kontruksi kayu yang menyanggah bagian atap rumah makan tersebut.

Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto memantau langsung pemadaman Ocean Garden, Minggu (11/8/2013).
Totok mengungkapkan polisi masih lidik penyebab dan pelaku pembakaran. Saat ditanya pelaku mengenakan pakaian Aremania, Totok belum dapat memastikannya. Begitu pula saat ditanya kebakaran itu disebabkan mercon yang dilempar.
"Mercon tidak mungkin naik. Kalau dilempar, saya belum mendapat info," kata Totok kepada wartawan.

Menurut Totok, api cepat melahap bangunan karena terbuat dari alang-alang dan bambu. Selain itu, cuaca panas disertai hembusan angin mempercepat api merembet.
"Kami belum tahu total kerugiannya. Pemilik rumah makan masih mengalkukasi," tambahnya.

Hasil Penyelidikan Kepolisian pk 20.00

Penyebab kebakaran rumah makan Ocean Garden di Jalan Sriwijaya Malang akibat atap jerami yang terbakar matahari karena cuaca panas. Hal itu diketahui polisi dari hasil olah TKP.

"Yang jelas karena terik matahari membakar jerami yang digunakan sebagai atap," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Arief Kristanto Minggu (11/8/2013) malam.

Arief menambahkan, dugaan kebakaran diakibatkan petasan sangat sulit dibuktikan. Karena saat olah TKP tak ditemukan barang bukti sisa petasan yang terbakar.

"Tidak kalau petasan, karena tak ditemukan di TKP," imbuhnya.

Pihaknya juga tak mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Pasalnya, dalam kejadian itu tak memakan korban jiwa.

"Tidak ada labfor, karena tak sampai ada korban jiwa," tegasnya.

Arief mengungkapkan, terik matahari hingga membakar jerami menjadi kesimpulan dari hasil olah TKP. Adanya tudingan dari petasan tidak diperkuat saksi untuk memastikannya. "Siapa saksinya kalau dari petasan," ungkapnya.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -