Probolinggo- Pelaksanaan Pilkada Probolinggo berakhir ricuh. Aparat Kepolisian Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengamankan seorang warga dalam bentrokan yang terjadi antara massa dengan polisi, Jumat malam.

"Ada satu warga yang kita amankan karena diduga provokator dalam bentrokan itu," kata salah seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya, Sabtu dini hari (31/8). Demikian tulis Antara.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polresta Probolinggo, Kompol M Nasir mengakui hal itu. Namun pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih melakukan pengamanan akibat kejadian itu.

"Iya mas, ini masih kita lakukan pengamanan di lokasi, nanti kalau sudah lengkap akan kita publikasi kepada teman-teman media," kata M Nasir ketika dihubungi terpisah.

Ketua KPU Kota Probolinggo, Sukirman, sebelumnya mengaku pihaknya kini hanya menjalankan proses perhitungan, sebab penyelenggara pemungutan suara sudah selesai.

"Soal kecurangan yang ditudingkan warga, silakan melaporkannya ke pihak berwenang, kami hanya menjalankan prosedur Pilkada," katanya.

Sebelumnya, dikabarkan pelaksanaan Pilkada Kota Probolinggo ricuh akibat massa salah satu calon merasa tidak puas dengan hasil pilkada karena menilai ada dugaan kecurangan, dan menuntut pilkada diulang.

Akibat bentrok itu, sedikitnya lima orang mengalami luka-luka, dua di antaranya anggota kepolisian. Korban dilarikan ke RSUD dr Saleh Probolinggo untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, pelaksanaan Pilkada Probolinggo diikuti 4 calon, yakni nomor urut satu Dewi Ratih-Asad Anshari, nomor urut 2 Rukimin-Suhadak, nomor urut 3 Zulkifli Chalik-Maksum Subani dan nomor urut 4 Habib Hadi Zainal Abidin-Kusnan.
Suasana makin mencekam di Kota Probolinggo, Jawa Timur, hingga pukul 23.30 WIB malam ini. Sekitar 5 orang mengalami luka-luka akibat timpukan batu. Dua di antara korban luka tersebut adalah anggota kepolisian.

Berdasarkan pengamatan  di RSUD Dr Saleh, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (31/8/2013), korban tersebut dilarikan ke ruang ICU. Mereka rata-rata mengalami luka pada bagian kepala. Kondisi kepala berdarah.

Sementara suasana di kota masih belum kondusif. Massa yang meminta Pilwali Probolinggo diulang makin brutal. Kantor kelurahan yang terletak di Jalan Ikan Hiu, dirusak parah oleh massa.

Kehadiran anggota polisi di lokasi juga tidak bisa berbuat banyak. Kendaraan berat seperti baracuda belum diterjunkan ke lokasi. Komandan Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polda Jatim AKBP Cahyo memimpin personel untuk melerai massa yang makin anarkis.

Rencananya Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Unggung Cahyono akan segera ke lokasi.

Sampai pukul 23.45 WIB, massa yang menuntut Pilwali Kota Probolinggo semakin beringas. Selain melempari kantor kelurahan, massa pun menggulingkan mobil KPU Kota Probolinggo. Bahkan, massa membakar mobil Binmas jenis carry milik Polresta Probolinggo yang parkir sekitar 300 meter selatan kantor kelurahan.

Petugas Dalmas yang berjaga bergerak menembakkan gas air mata. Massa kocar-kacir tapi sebagian ada yang melakukan perlawanan.

Situasi masih mencekam karena massa masih terus melakukan pelemparan terhadap simbol-simbol negara. Bahkan Kapolres Kota Probolinggo terkena lemparan batu.

2 truk aparat TNI 527 dari Kabupaten Lumajang pun didatangkan untuk menambahkan kekuatan. Seorang pendemo diamankan aparat. Informasinya, pendemo itu berasal dari luar daerah. Polisi dan TNI masih terus berusaha mengendalikan massa.

Kronologi Permasalahan

Sejak kamis siang, ratusan warga berkumpul dihalaman kantor kelurahan Mayang kota Probolinggo menuntut pencoblosan ulang. Pasalnya ada kotak suara tidak disegel. hingga mengakibatkan  kericuhan dan bentrokan massa dengan petugas.

Tim pemenangan cawali/cawawali Zam-zam dan Handalanku minta ke KPU melakukan coblos ulang. Namun, permintaan tidak ditanggapi, KPU tetap melakukan penghitungan manual dikawal ketat polisi.

Ternyata, saat penghitungan tim pemenangan menemukan kejanggalan ada amplop dikotak suara tidak disegel. Salah satu tim pemenangan memprotes, lalu walk out dan meminta pilwali ulang.

Kabar adanya dugaan ketidak beresan penghitungan di kelurahan Mayangan menyebabkan ratusan massa marah dan menahan kotak suara.

Akhirnya petugas keamanan terlibat kericiuhan dan bentrok dengan massa yang tak puas hasil penghitungan di Mayangan.

Mobil ketua KPU, Sukirman jadi sasaran amuk massa dan polisi yang mencoba menenangkan massa terlibat adu fisik dengan warga.

Massa terus berusaha mengagalkan aparat yang hendak mengevakuasi kotak suara dengan berkumpul dan menghadang aparat dari segala penjuru

Aksi ratusan massa terus mengepung kantor kelurahan Mayangan Kota Probolinggo terus berlanjut hingga  Jum'at(30/8/2013) malam. Massa menuntuk dilakukan Pilwali ulang, lantaran ada dugaan kotak suara yang tidak disegel.

Pasca Kerusuhan

Pasca kerusuhan yang terjadi di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono langsung terjun ke lokasi. Kerusuhan itu disebabkan karena warga meminta Pilwalkot Probolinggo diulang. Dua orang ditangkap karena diduga melakukan aksi pengrusakkan.

Setibanya di lokasi, Sabtu (31/8/2013), Kapolda langsung memeriksa kondisi bangkai mobil yang dibakar massa pada Jumat malam. Selain itu Kapolda juga melihat kantor Kelurahan Mayangan yang juga diamuk massa.

Kondisi kantor kelurahan yang juga tempat penyimpanan hasil suara Pilwalkot mengalami kerusakan parah terutama pada bagian kaca-kaca depan.

Unggung mengatakan, pihaknya menurunkan 4 satuan setingkat kompi (SSK) untuk melakukan pengamanan pasca aksi kerusuhan. Selain itu kepolisian juga meminta bantuan TNI untuk menjaga kondisi di kota yang terletak di pantai utara Jawa tersebut.

Dua orang diamankan akibat kerusuhan ini. Diketahui pelaku itu berinisial N dan A. "Dia diduga melakukan aksi pengrusakan kantor kelurahan dan pembakaran mobil," ujarnya kepada wartawan.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -