SURYA Online, MALANG – Warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, akhirnya setuju dengan penerapan jalur satu arah di Jalan DI Panjaitan, Jalan Gajayana, dan Jalan MT Haryono, penuh selama 24 jam. Tetapi, warga meminta ke Pemkot Malang agar membenahi sarana dan prasana di lokasi tersebut.
Koordinator warga Penanggungan, Very Al Khafi, mengatakan, warga sudah melepas spanduk penokan pemberlakuan jalur satu arah di kawasan tersebut. Menurutnya, setelah dipertimbangkan, warga memilih agar pemberlakukan satu arah bisa penuh selama 24 jam, dari pada harus ada pelebaran jalan.
Menurutnya, jika memilih pelabaran jalan dampak yang diterima warga lebih besar. Bangunan milik warga akan terkena gusur untuk proses pelebaran jalan tersebut. Cara yang mudah hanya dengan penerapan jalur satu arah di kawasan tersebut.
“Warga sempat rapat dengan RT, RW, dan Camat. Solusi dari Pemkot hanya ada dua, yaitu satu arah atau pelebaran jalan. Kalau pelebaran jalan resikonya lebih besar. Akhirnya warga memilih penerapan satu arah penuh. Warga sudah melepasi spanduk penolakan satu arah di Jalan DI Panjaitan,” katanya, Minggu (6/4/2014).
Dikatakannya, warga meminta Pemkot Malang untuk segera memperbaiki sarana dan prasarana di lokasi tersebut. Warga menginginkan agar jalan di lokasi itu dihotmix. Warga juga meminta agar Pemkot menambah rambu-rambu lalu lintas di lokasi itu. Terutama rambu-rambu untuk penyeberangan.
“Kami akan bertemu dengan Wali Kota Malang, M Anton dulu untuk menyampaikan keinginan warga. Kami lihat dulu keputusan wali kota seperti apa. Kalau warga sudah sepakat penerapan jalur satu arah penuh, asalkan ada perbaikan sarana dan prasaran,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan, warga di sekitar penerapan jalur satu arah memang sudah setuju dengan pemberlakukan jalur satu arah penuh selama 24 jam. Namun, ia tetap akan menyosialisasikan program itu ke warga dan paguyuban mikrolet. “Segera akan kami sosialisasikan ke warga dan paguyuban angkutan,” katanya.
Wali Kota Malang, M Anton, mengatakan sudah menerima kabar langsung dari warga soal tersebut. Ia berjanji akan segera memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di kawasan tersebut. “Alhamdulillah, akhirnya warga mendukung program jalur satu arah. Warga meminta agar Pemkot segera memperbaiki jalan dan menambah rambu-rambu lalu lintas di lokasi. Secepatnya akan kami realisasikan,” katanya.
Perlu diketahui, penerapan jalur satu arah di Jalan DI Panjaitan, Jalan Gajayan, dan Jalan MT Haryono, sempat ditolak warga. Warga menganggap, pemberlakukan jalur satu arah menyebabkan usaha mereka mati. Karena mendapat penolakan, Pemkot memberlakukan jalur satu arah dengan sistem buka tutup.
Penerapan satu arah hanya diberlakukan mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00. Mulai pukul 18.00 sampai pukul 07.00, jalur di kawasan tersebut kembali dua arah. Penerpaan jalur satu arah hanya untuk kendaraan pribadi saja. Sedangkan, angkutan umum tetap bisa melintas dua arah dengan jalur khusus.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -