Penasaran ingin menikmati air terjun di lembah kera? Temukan nuansa itu hanya di Coban Kethak yang terletak di Desa Pait, Kecamatan Kasembon. Air terjun di areal hutan lindung BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Ngantang yang pernah menjadi tempat persembunyian kera ini menjadi salah satu pilihan tepat untuk menikmati pemandangan air terjun.

Tak jauh dari perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri terdapat sebuah air terjun bernama Coban Kethak. Berada di antara rerimbunan perkebunan durian dan hutan kawasan Desa Pait, Kecamatan Kasembon yang berhawa sejuk.
Nama Coban Kethak mungkin belum pernah Ngalamers dengar sebelumnya. Meskipun sering bepergian ke arah Kediri atau Jombang. Lokasinya yang cukup strategis di tepi Jalan Utama Malang - Kediri (kiri jalan dari arah Kediri) membuat kawasan wisata yang baru dibuka beberapa minggu ini sangat potensial untuk dikembangkan.

Air terjun dari ketinggian 25 meter ini menyuguhkan keindahan panorama alam yang sangat menawan. Deburan air terjun yang membelah tebing ini memecah kesunyian hutan belantara di kawasan ini.
Tidak hanya terdengar keras, aliran arus Coban Kethak juga terlihat begitu kencang. Bak seorang pelari yang mendengar peluit, langsung tancap gas.
Coban Kethak berlari kencang meliuk di antara bebatuan kali. Buih-buih dari aliran ini seperti ribuan pelari yang berkejaran.

Wisata Coban Kethak belum resmi dibuka. Untuk sementara Keluarga Sejahtera hanya dipungut Rp.3.000,- untuk biaya parkir. Belum ada tiket resmi yang dikeluarkan oleh pengelola.

Dari area parkir yang berada agak menjorok di samping jalan raya, jalan menuju air terjun bisa ditempuh kurang lebih 3 menit. Rutenya memang agak curam , meski sudah ditata dan dikeraskan dengan bebatuan, tetap dibutuhkan kehati-hatian. Berada di bawah pepohonan durian juga terdapat beberapa gazebo untuk beristirahat.

Di ujung jalan bebatuan yang tertata rapi, Keluarga Sejahtera akan disambut oleh sebuah bangunan permanen mirip panggung terbuka yang (sementara) beralaskan bambu tepat di atas aliran sungai, sekitar 30 meter dari air terjun. Cukup luas untuk digunakan berfoto atapun mengamati air terjun dari sudut pandang yang bagus.



Menurut seorang penjaga Coban Kethak, Zainal Abidin, nantinya oleh pihak pengelola, aliran air yang melalui Coban Kethak akan dibuatkan saluran tersendiri dari sumber air yang bersih. "Kali Lanang saat ini terkadang masih digunakan masyarakat untuk membuang limbah dari ternak. Selain itu ketika di hulu hujan, airnya bisa cukup besar dan terkadang membawa material kayu" katanya.

Ditambahkan Zainal, masih banyak hal yang akan ditambah oleh pengelola, seperti akses listrik, perbaikan jalan menuju coban, serta penyempurnaan area parkir. Pembangunan area wisata Coban Kethak ini diprakarsai oleh seorang pengusaha lokal Kasembon yang bekerjasama dengan pihak Perhutani.

eorang penjaga loket lainnya, Rizal juga mengungkapkan hal serupa, "Untuk sementara saat ini belum ada tiket masuk resmi, kami hanya menjaga parkir pengunjung," ungkapnya. Untuk saat ini wisata Coban Kethak dibuka dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 WIB.


Nama:
  • Wana Wisata Coban Kethak
Wilayah:
  • Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang
Fasilitas (sementara):
  • Area Parkir, gazebo, pos pantau, ruang bilas, kamar mandi
Akses:
  • 15 - 20 menit dari perbatasan Kabupaten Kediri (Kecamatan Kandangan).
  • 1 jam dari Kota Batu. (Kendaraan pribadi)
  • Kendaraan Umum (Bus Malang - Kediri - Jombang) turun di depan gerbang masuk.
  • Kendaraan Pribadi ( Roda 4 & 2)
Perjalanan yang singkat ini juga cukup menyenangkan. Tinggal menyisiri kawasan hutan lindung yang dipenuhi beragam tanaman rimba. Di sela-sela tanaman rimba ini terselip sejumlah tanaman buah. Di antaranya alpukat, durian, hingga tanaman salak. Selain itu, juga terdapat cukup banyak tanaman kopi.

Air terjun yang mudah dijangkau tidak saja didapati di Coban Kethak. Tapi, juga bisa ditemui di Grojogan Sewu. Air terjun di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon itu berada di areal hutan lindung BKPH Ngantang. Keberadaannya juga sangat dekat dengan jalan raya. Hanya berjarak setengah kilometer dari jalan raya.
Kedua coban yang mudah dijangkau dari jalan raya ini, terletak berjauhan. Keduanya berjarak sekitar 12 kilometer. Dari arah Kasembon, Coban Kethak terletak di sisi kiri jalan. Sedangkan, Grojogan Sewu terletak di sisi kanan jalan.

Bedanya dengan Coban Kethak, Grojogan Sewu terlihat dari jalan raya. Pengguna jalan raya yang melintasi kawasan jalan raya inipun bisa memandanginya dari pinggir jalan. Namun, memandanginya dari jarak dekat, jauh lebih menyenangkan.

Air terjun yang menyembul di antara tebing ini, terlihat seperti mengucur dari bawah pohon. Tepat di atas aliran air ini berdiri kokoh pohon besar jenis bendo. Di sekeling tanaman bendo juga dipadati tanaman bambu. Air yang terjun meliuk-liuk di antara bebatuan dan bercampur dengan Sungai Konto.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -