MALANG – Protes ratusan sopir angkot terhadap kebijakan Pemkot Malang terkait uji coba satu arah Semeru-Kawi, membuahkan hasil. Kemarin (26/8/14) sekitar pukul 11.00 WIB, usai mendatangi ratusan sopir angkot itu, Wali Kota Malang, HM Anton memutuskan kebijakan jalur satu arah Semeru-Kawi dibatalkan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang  Wahyu Setianto menyampaikan hal ini kepada pewarta, di balai kota kemarin. "Abah menyetujui saran Kapolres Malang Kota AKBP Totok Suharyanto, untuk mengembalikan jalur itu seperti semula," ujar Wahyu.

Kendati demikian, lanjut dia, Dishub melakukan permohonan untuk merekayasa di tiga titik. Ketiganya diduga, selama ini menjadi sumber kemacetan jalan tersebut. Tiga titik tersebut, antara lain berada di perempatan Jalan Welirang. "Perempatan Jalan Welirang, selama ini tidak boleh dilintasi kendaraan dari utara ke selatan. Kalau sekarang boleh," jelas mantan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ini.

Selain itu patung adipura di persimpangan Jl Semeru dan Jl Arjuno, akan diberi median jalan. Dengan begitu, mulai sekarang kendaraan sudah tidak boleh lagi berputar di sana.  Kemudian, di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, pengguna jalan yang dari arah utara tetap tidak boleh ke selatan. “Yang di perempatan alun-alun belok kiri. Tapi yang dari barat boleh ke utara dan selatan. Kita kembalikan lagi seperti semula, dengan rekayasa tiga hal ini untuk mengurai kemacetan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu kembali menegaskan manajemen Mall Olympic Garden (MOG), untuk memindahkan pintu keluarnya menjadi di Jl Tangkuban Perahu. "Andalalin (Analisa Dampak Lalu Lintas) di MOG sebenarnya sudah keluar sejak 2012. Para sopir juga pernah protes kenapa MOG tidak segera diatasi," urai Wahyu.

Karena itu, kemarin pihaknya berencana mendatangi manajemen MOG. Mereka akan mengimbau kepada MOG untuk mematuhi Pemkot Malang.  "Bila tetap bandel, terpaksa kami turunkan petugas ke sana. Mau tidak mau, pintu keluar MOG harus ditutup," pungkasnya.

Perlu diketahui, uji coba jalur satu arah sebelumnya sempat diterapkan mulai pukul 06.00 WIB. Satu jam kemudian, ratusan angkot datang memblokir jalan. Mereka protes dan menuntut Pemkot Malang untuk memberikan jalur khusus. "Seperti satu arah di lingkar UB," teriak para sopir angkot saat berunjuk rasa kemarin.

Abah Anton dan Kapolres Malang Kota sempat turun ke lapangan memberi pengertian kepada para sopir angkot tersebut. Setelah melakukan mediasi dan dialog dengan para sopir, sekitar pukul 09.00 WIB, diputuskan kalau satu arah tetap berlaku dan angkot diberi jalur khusus. Tidak disangka, uji coba yang persiapannya memakan waktu berbulan-bulan itu akhirnya dibatalkan, sekitar pukul 11.00 WIB.

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -