MALANG KOTA – Senin (13/10) pagi ini, ribuan warga Betek bakal memblokir akses utama Jalan Mayjen Panjaitan. Aksi itu merupakan protes lanjutan untuk menolak jalur searah di lingkar Universitas Brawijaya (UB). Aksi tersebut bakal dimulai pukul 09.00 hingga 17.00.

Juru bicara (jubir) warga Betek Very El Kahfi mengatakan, pemblokiran dilakukan di sepanjang Jalan Mayjen Panjaitan. Dari sisi barat, akses ditutup dari makam Betek, berhadapan dengan gerbang UB sisi timur. Sedang sisi timur, pemblokiran berujung di persimpangan Jalan Bogor.

”Penduduk Penanggungan ada 10 ribu jiwa. Yang sudah menyatakan kesiapannya turun jalan 4 ribu jiwa,” ujar Very, Minggu (12/10) kemarin.
Dalam aksi itu, kata Very, warga akan membentangkan spanduk berisikan penolakan jalur satu arah. Bentangan spanduk itu akan menutupi ruas Jalan Mayjen Panjaitan, sehingga dipastikan tidak ada pengendara yang bisa melintasinya. Terlebih lagi, ribuan warga itu akan menyebar di beberapa titik. Ada yang menggerombol di sisi barat, ada yang di sisi timur.


Very sadar, aksinya itu akan menyebabkan kemacetan luar biasa. Bahkan, tidak menutup kemungkinan arus lalu lintas di Jalan MT Haryono, Jalan Tlogomas, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Borobudur, hingga Jalan Veteran akan lumpuh. Namun, pihaknya tidak peduli karena warga Penanggungan sudah kesal. ”Intinya akan macet,” kata pengusaha cuci mobil itu.

Dia berharap, kemacetan sebagai dampak aksi pemblokiran jalan ini dapat meluluhkan Wali Kota Malang Moch. Anton. Dengan begitu, jalur satu arah dibatalkan. Akan tetapi jika aksi warga itu tidak digubris, warga akan terus menggelar demo. ”Kami akan berhenti kalau Abah Anton sudah membatalkan jalur satu arah,” tegasnya.

Selama aksi, warga akan menghalau semua pengendara yang ingin melintas. Hanya satu kendaraan yang diperbolehkan masuk, yakni kendaraan rombongan Anton. Warga sengaja membiarkan wali kota melintas agar mengetahui kondisi warga. ”Kami ingin Abah Anton turun langsung,” ucapnya.

Masih kata Very, rencana pemblokiran jalan tersebut sudah disampaikan ke Pemkot Malang, Polres Malang Kota, dan Kodim 0833 Kota Malang. Namun hingga kini, belum ada respons dari pemkot. Untuk itu, dia bersama warga Betek tetap nekat turun jalan.



Sementara itu, Wali Kota Malang Moch. Anton terkesan membiarkan ancaman warga memblokir jalan. Meski sudah diberi tahu rencana aksi, dia tidak membatalkan pemberlakuan jalur satu arah. ”Kami mengimbau warga agar mengerti. Pemberlakuan jalur satu arah itu demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Apalagi, pihaknya sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (perwal) 35 Tahun 2014 tentang Penerapan Jalur Satu Arah. Dia meminta warga Betek tidak menyamakan jalur satu arah lingkar UB dengan jalur satu arah di Jalan Kawi. ”Jalur satu arah di Jalan Kawi hanya uji coba. Tapi kalau lingkar UB ini sudah ada perwalnya,” kata Anton.




Sumber : http://radarmalang.co.id/pagi-ini-ribuan-warga-blokir-kawasan-betek-tuntut-wali-kota-batalkan-jalur-satu-arah-lingkar-ub-11642.htm

- Copyright © Sejahtera FM - Odanje.com - Powered by OdanJe - Designed by D-tube -